Bos Atletico Diduga Paksa Julian Alvarez Main, Sengaja Ingin Mempermalukannya di Depan Fans

Keberadaan Julian Alvarez dalam skuad Atletico Madrid pada laga kontra Villarreal diduga campur tangan CEO klub.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 Agustus 2026, 11:45 WIB
Penyerang Atletico Madrid asal Argentina bernomor punggung 19, Julian Alvarez, terlihat dalam pertandingan Liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan Villarreal CF di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 23 Agustus 2026. (Pierre-Philippe MARCOU/AFP)

Bola.com, Jakarta - Julian Alvarez mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari suporter Atletico Madrid ketika menghadapi Villarreal pada laga yang berakhir 2-2, Minggu malam WIB.

Penyerang asal Argentina itu terus mendapat cemoohan dari tribune Metropolitano, bahkan sebelum turun ke lapangan.

Advertisement

Situasi tersebut terjadi di tengah kabar ketertarikan Arsenal dan Barcelona terhadap Alvarez.

Menurut laporan dari Spanyol, keputusan memasukkan Alvarez ke skuad untuk pertandingan melawan Villarreal bukan sepenuhnya keinginan pelatih Diego Simeone.

Jurnalis Spanyol, Juan Jesus, melaporkan Simeone sebenarnya tidak ingin memanggil Alvarez untuk laga itu. Sebelumnya, Alvarez juga tidak masuk skuad Atletico saat menghadapi Malaga pada pertandingan pembuka musim.


Tujuan Memainkan Alvarez

Penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez, mencetak dua gol saat timnya menang 3-0 atas Valencia pada laga pekan ke-25 La Liga di Estadio de Mestalla, Minggu (23/02/2025) dini hari WIB. (AFP/Jose Jordan)

Namun, keputusan Simeone disebut mendapat intervensi dari CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil Marin.

Sang bos dikabarkan memerintahkan agar Alvarez tetap masuk skuad dan menghadapi situasi sulit di hadapan suporter Atletico.

"Simeone TIDAK ingin memanggil Julian Alvarez hari ini. Ada perintah langsung dari Gil Marín untuk menjalani 'terapi penghinaan' di depan Metropolitano. Tujuannya jelas: membuat para suporter mencemoohnya, melemahkannya secara psikologis agar dia merasa muak dan akhirnya menerima tawaran apa pun untuk meninggalkan klub, termasuk dari Arsenal," ujar Juan Jesus.

Alvarez memang langsung mendapat respons negatif dari suporter. Cemoohan terdengar ketika namanya diumumkan sebagai pemain cadangan.

Saat melakukan pemanasan, sejumlah suporter bahkan meneriakkan permintaan agar Alvarez segera meninggalkan Atletico. 

Pemain berusia 26 tahun itu kemudian masuk pada menit ke-66. Sambutan negatif kembali terdengar dan terus berlanjut setelah ia berada di lapangan.


Kesepakatan Bersama?

Pelatih Atletico Madrid asal Argentina Diego Simeone, penyerang Atletico Madrid asal Argentina #19, Julian Alvarez (kanan), dan rekan satu timnya berfoto saat istirahat hidrasi selama pertandingan Liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan Villarreal CF di Stadion Metropolitano di Madrid pada 23 Agustus 2026. (Pierre-Philippe MARCOU/AFP)

Situasi tersebut tidak berhenti setelah pertandingan berakhir.

Setelah Giuliano Simeone mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir, Alvarez langsung menuju lorong stadion dan tidak bergabung dengan rekan-rekannya untuk menyapa suporter.

Diego Simeone kemudian mengatakan keputusan tersebut sudah disepakati bersama klub.

"Itu merupakan keputusan klub, untuk tidak membiarkan Julian Alvarez pergi bersama rekan-rekannya untuk menyapa para suporter," ujar Simeone.

Protes suporter juga dilaporkan berlanjut melalui tindakan fisik. Beredar gambar yang memperlihatkan sejumlah penggemar melempar syal Atletico ke arah Alvarez sebagai bentuk kekecewaan.


Pilih Lepas ke Klub Luar Spanyol

Situasi Alvarez tidak lepas dari minat Arsenal dan Barcelona. Namun, Barcelona disebut tidak memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi tuntutan Atletico.

Atletico disebut hanya akan melepas Alvarez jika Barcelona bersedia membayar klausul pelepasannya yang mencapai 450 juta paun.

Atletico memang disebut mulai terbuka terhadap kemungkinan melepas Alvarez, tetapi mereka lebih memilih Alvarez ke luar Spanyol, seperti Arsenal daripada Barcelona.

Sementara Alvarez disebut lebih menginginkan kepindahan ke Barcelona, tetapi Atletico tidak ingin menjualnya kepada rival di La Liga.


Kata-Kata Bijak Oblak

Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, berhasil menghalau bola saat adu penalti melawan Inter Milan dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Estadio Metropolitano, Kamis (14/3/2024). (AFP/Thomas Coex)

Di tengah situasi yang memanas, kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, meminta semua pihak tetap bersatu. Ia menegaskan Alvarez masih menjadi bagian dari skuad Atletico selama belum meninggalkan klub.

"Saya pikir kami semua harus bersatu. Julian ada di sini, dia bersama kami di tim, dan selama dia bersama kami, kami akan mendukungnya," kata Oblak seperti dikutip ESPN.

"Kami tahu apa yang bisa dia lakukan dan apa yang bisa dia berikan. Situasi ini tidak nyaman bagi siapa pun, tetapi semoga semuanya segera terselesaikan dan pada akhir musim kami semua bisa bahagia," lanjutnya.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait