Ceferin Tak Mau Gantikan Infantino Sebagai Presiden FIFA, tapi Beri Ultimatum: Mundur atau Hadapi Lawan

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menegaskan tidak akan maju sebagai Presiden FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 Agustus 2026, 20:00 WIB
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, berbicara dalam konferensi pers setelah Kongres Biasa UEFA ke-49 yang diselenggarakan di pusat kongres Sava Centar di Beograd pada 3 April 2025. (PREDRAG MILOSAVLJEVIC/AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memastikan dirinya tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden FIFA untuk menggantikan Gianni Infantino.

Namun, Ceferin memperingatkan Infantino bahwa ada dua kemungkinan yang bisa terjadi jika polemik di tubuh FIFA terus berlanjut.

Advertisement

Menurut Ceferin, Infantino harus mempertimbangkan untuk mengundurkan diri atau menghadapi calon penantang dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.

Infantino sedang mendapat tekanan setelah rencana mencari investasi swasta untuk mengelola sejumlah turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri, menuai penolakan.

Tiga konfederasi bahkan disebut menuduhnya melakukan "penipuan", sementara UEFA mengancam memboikot kompetisi FIFA.

Ceferin sebelumnya dipandang sebagai satu di antara sosok yang berpotensi menjadi penantang Infantino. Namun, pria berusia 58 tahun itu menegaskan dirinya tidak berminat meninggalkan UEFA.

"Saya tidak tertarik karena dua alasan. Salah satunya karena saya mencintai UEFA dan senang bekerja di sini. Saya pikir pada titik tertentu, sudah waktunya untuk menikmati hidup sedikit," ujar Ceferin dalam wawancara dengan podcast "The Rest is Politics".

"Alasan kedua, kredibilitas saya jauh lebih tinggi jika saya tidak tertarik pada posisi tersebut," lanjutnya.


Dua Kemungkinan

Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di Qatar National Convention Center, Doha, Sabtu, 19 November 2022, menjelang Piala Dunia Qatar 2022. Infantino membalas kritik terhadap catatan hak asasi manusia Qatar. (COFFRINI KAIN / AFP)

Ceferin selama ini berada di barisan yang menentang rencana Infantino terkait investasi swasta untuk perusahaan yang nantinya mengelola turnamen FIFA.

Ia menilai situasi dapat berubah jika Infantino tetap ingin mencalonkan diri dalam pemilihan presiden FIFA berikutnya yang akan digelar pada Kongres FIFA di Maroko.

"Situasinya berubah setiap hari. Setiap hari ada pembicaraan yang berbeda. Saya belum berbicara dengannya," kata Ceferin.

Menurut Ceferin, ada dua pilihan yang mungkin dihadapi Infantino. Pilihan pertama adalah mengundurkan diri setelah menyadari bahwa dukungan terhadap dirinya tidak lagi cukup.

Ceferin menilai dukungan tersebut bukan hanya berasal dari pihak-pihak yang memiliki hak suara, tetapi juga komunitas sepak bola, suporter, pemain, mantan pemain, dan pelatih.

"Pilihan kedua adalah dia maju dalam pemilihan pada Maret. Namun, dalam kasus itu, saya pikir akan ada kandidat yang melawannya. Saya belum tahu siapa," ucap Ceferin.


Mosi Tidak Percaya

Ilustrasi FIFA Vs UEFA. (Bola.com/AI)

Infantino sebelumnya berada di Republik Dominika pada akhir pekan.

Ketika ditanya Sky News mengenai kemungkinan dirinya mengundurkan diri, Infantino memberikan jawaban yang tidak biasa dengan mengatakan, "Sampai jumpa di salon rambut."

Sementara itu, UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) disebut sedang mempertimbangkan untuk mengajukan mosi tidak percaya dalam Kongres FIFA.

Langkah tersebut dapat semakin mempertanyakan masa depan Infantino.

Infantino masih disebut mendapat dukungan dari dua konfederasi lainnya, yakni Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).


Peringatan UEFA

Aleksander Ceferin (AFP/ARIS MESSINIS)

Infantino, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA, mendapat dukungan luas dari negara-negara Eropa ketika menggantikan Sepp Blatter sebagai Presiden FIFA pada 2016.

Namun, hubungan tersebut kini berubah. Ceferin juga membantah anggapan bahwa UEFA mengambil sikap karena mewakili kepentingan federasi dan klub-klub besar Eropa.

"Apa yang saya dengar adalah mereka (FIFA) memainkan narasi bahwa 'Eropa yang arogan menentang kami'. Mereka mengatakan bahwa Eropa punya cukup uang, tetapi saya membantu negara-negara kecil dan miskin, dan sebagainya," ujar Ceferin.

"Namun, saya pikir seseorang harus mengingatkannya bahwa dia adalah orang Eropa, dan dia didukung UEFA, sesuatu yang dia lupakan," tambahnya.

 

Sumber: DPA

Penulis: Arif Anggara Mulya

Berita Terkait