PSBS Terancam Pengurangan Poin jika Tak Main di Biak Musim Depan tapi Persipura Tidak, Begini Penjelasannya

PSBS Terancam Pengurangan Poin jika Tak Main di Biak Musim Depan tapi Persipura Tidak, Kok Bisa? Begini Penjelasannya

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 24 Agustus 2026, 21:45 WIB
PSBS Biak - Ilustrasi Logo PSBS Biak (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - PSBS Biak terancam memulai Championship 2026/2027 dengan pengurangan poin setelah belum memenuhi sejumlah aspek dalam regulasi club licensing yang diterapkan PSSI, termasuk tidak bisa bermain di kandang.

Kondisi tersebut berbeda dengan Persipura Jayapura yang juga tidak dapat tampil di homebase-nya, tetapi persoalannya berkaitan dengan sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Advertisement

General Manager (GM) I.League, Budiman Dalimunthe, menjelaskan pengurangan poin menjadi satu di antara konsekuensi bagi klub yang tidak memenuhi persyaratan dalam aspek club licensing. Namun, penerapannya tetap melihat penyebab dan faktor yang belum dipenuhi oleh masing-masing klub.

"Sebelumnya kan di-sounding sudah ada beberapa klub yang memang sekarang kan regulasinya baru, jadi kalau tidak memenuhi lima aspek, ya, lima aspek club licensing, akan ada pengurangan poin," ujar Budiman setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) PT Liga Utama Indonesia (LUI) di Hotel Grand Sheraton Jakarta, Jakarta Selatan, pada Senin (24/8/2026).

PT LUI adalah operator kompetisi Championship yang telah dibentuk pada tahun lalu.


Kasus Persipura

TSC_Persipura Juara TSC 2016_Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Persipura dikabarkan tidak menggunakan stadion di kota asalnya untuk Championship musim depan, tetapi kondisi tersebut tidak otomatis membuat terkena pengurangan satu poin.

Persipura mendapatkan sanksi Komdis, yang diubah oleh Komite Banding (Komding) PSSI, berupa menggelar pertandingan kandang tanpa penonton pada putaran pertama Championship.

Hukuman itu dijatuhkan akibat kerusuhan penonton yang terjadi ketika Persipura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pada 8 Mei 2026 dalam babak play-off promosi Super League musim lalu.

Oleh sebab itu, Persipura disebutkan bakal meninggalkan Stadion Lukas Enembe untuk bermarkas di sekitaran Pulau Jawa supaya lebih dekat dengan lawan-lawannya, dengan Sidoarjo muncul ke permukaan sebagai calon kandang.

"Jadi, di sini Persipura, koreksi saya ya kalau tidak salah, dia bukan karena stadionnya tidak memadai, karena hukuman pada saat bertanding lawan play-off melawan Adhyaksa, koreksi saya ya, jadi dia bukan minus satu kalau hitungannya," ucap Budiman.

"Kalau klub tidak bisa menyediakan kandang, itu ada minus poinnya. Berangkat dengan minus satu, saya kira ada perbedaan antara Persipura dengan PSBS," tuturnya.


Belum Bisa Memastikan

PT Liga Utama Indonesia (LIU) sebagai operator kompetisi Championship 2026/2027 baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Grand Sheraton Jakarta, Jakarta Selatan, pada Senin (24/8/2026). (Bola.com/M. Adiyaksa)

Namun, Budiman belum memastikan secara final apakah Persipura akan mendapatkan pengurangan poin karena status hukuman masih perlu diperiksa kembali.

"Kalaupun ada minusnya, nanti kami cross-check, mungkin bukan karena home base-nya, nanti bisa dicek," imbuh Budiman.

Sementara itu, PSBS disebut bisa saja mendapatkan pengurangan poin lebih banyak karena empat dari lima aspek club licensing yang belum terpenuhi.


PSBS Masih Masuk Banned FIFA

Bek senior Fabiano Rosa Beltrame jadi palang pintu kukuh pertahanan PSBS yang sulit ditembus Malut United. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Besaran pengurangan tersebut juga masih dapat bertambah jika PSBS tidak menyelesaikan persoalan lain yang menjadi bagian dari persyaratan Championship.

"Yang utama kan aspek keuangan, harus ada finance-nya yang cukup memadai, di antaranya, kalian mungkin sudah tahu, harus setor modal untuk deposit dan segala macam, kalau itu tidak memenuhi kan potensi akan minus satu," ungkap Budiman.

Budiman juga menyebut PSBS masih memiliki tunggakan yang berkaitan dengan banned FIFA sehingga persoalan tersebut dapat memunculkan tambahan pengurangan poin jika tidak diselesaikan.

Berita Terkait