MU Bisa Berhemat Rp1 Triliun dari Strategi Transfer Carlos Baleba

Kesabaran The Red Devils dalam menunggu waktu yang tepat untuk merekrut Baleba kini berpotensi memberikan keuntungan finansial.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 25 Agustus 2026, 14:45 WIB
Gelandang Manchester United Portugal #08, Bruno Fernandes (Kiri), bersaing dengan gelandang Brighton Kamerun #17, Carlos Baleba, selama pertandingan Liga Inggris antara Brighton dan Hove Albion dan Manchester United di American Express Community Stadium di Brighton, Inggris selatan pada 24 Mei 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) akhirnya makin dekat untuk mendapatkan Carlos Baleba setelah sempat memantau gelandang Brighton & Hove Albion tersebut selama lebih dari satu tahun.

Kesabaran The Red Devils dalam menunggu waktu yang tepat untuk merekrut Baleba kini berpotensi memberikan keuntungan finansial.

Advertisement

Jika transfer senilai 70 juta tersebut terealisasi, MU disebut telah menghemat sekitar 45 juta pound atau Rp1 triliun dibandingkan harga yang diminta Brighton setahun lalu.

Transfer Baleba juga akan melengkapi proses pembangunan kembali lini tengah MU setelah klub lebih dahulu mendatangkan Andrey Santos dan Youri Tielemans.

 
 

MU Sudah Mengincar Baleba Sejak Tahun Lalu

Gelandang Brighton asal Kamerun #20, Carlos Baleba (2R), merayakan golnya di lapangan setelah pertandingan Liga Primer Inggris antara Brighton dan Hove Albion dan Manchester City di Stadion Komunitas American Express di Brighton, Inggris selatan, Minggu dini hari WIB (10/11/2024). Brighton memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. (Glyn KIRK/AFP)

MU pertama kali menghubungi Brighton mengenai kemungkinan merekrut Baleba pada tahun lalu.

Namun, harga yang diminta Brighton saat itu mencapai lebih dari 100 juta pound, bahkan berpotensi menyentuh 115 juta pound. Nilai itu membuat MU memilih tidak memaksakan transfer.

Klub sebenarnya terbuka terhadap kemungkinan mengeluarkan dana besar untuk memperkuat lini tengah pada musim panas sebelumnya. Namun, MU akhirnya memutuskan menunggu hingga tahun ini.

Keputusan tersebut kini terlihat membuahkan hasil. Menurut jurnalis Manchester Evening News, Steven Railston, Brighton dalam waktu 12 bulan mengubah valuasi Baleba secara signifikan.

"Brighton, dalam waktu 12 bulan, berubah dari menginginkan 115 juta pound untuk Carlos Baleba menjadi bersedia menjualnya dengan kesepakatan 70 juta pound," ujar Railston dalam podcast Manchester is Red.

Artinya, MU berpotensi menghemat sekitar 45 juta pound hanya dengan menunggu satu tahun.


Baleba Jadi Potongan Terakhir Lini Tengah MU

Bek Newcastle United asal Inggris #33, Dan Burn (kanan), bertahan dari gelandang Brighton asal Kamerun #20, Carlos Baleba, dalam pertandingan Premier League Inggris antara Brighton dan Hove Albion dan Newcastle United di Stadion American Express Community di Brighton, Inggris selatan pada 4 Mei 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Setelah mendatangkan Santos dan Tielemans, Manchester United masih membutuhkan gelandang dengan karakter berbeda.

Baleba dianggap memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan itu.

Railston menilai United membutuhkan pemain dengan mobilitas tinggi yang mampu memberikan perlindungan lebih besar kepada lini belakang.

"Mereka membutuhkan sedikit lebih banyak mobilitas. Mereka membutuhkan pemain yang bisa memberikan sesuatu yang lebih kepada empat pemain belakang, sedikit lebih banyak perlindungan. Dan itulah Carlos Baleba," jelasnya.

Gelandang asal Kamerun tersebut dikenal memiliki kemampuan bertahan, melakukan intersep, serta memberikan energi dalam permainan.

Peran tersebut akan membuatnya menjadi pemain yang berbeda dibandingkan gelandang lain yang sudah dimiliki United.

Baleba diharapkan dapat menjadi pemain yang bekerja keras di depan lini pertahanan sekaligus membantu menjaga keseimbangan tim.


Transfer Ini Jadi Ujian bagi Tim Rekrutmen MU

Keputusan mendatangkan Baleba juga menjadi ujian bagi sejumlah petinggi MU yang telah mempertahankan keyakinan terhadap sang pemain.

Railston menyebut nama Jason Wilcox, Christopher Vivell, dan Michael Sansoni sebagai figur penting dalam proses transfer klub.

"Ini semacam ujian bagi Jason Wilcox, Christopher Vivell dan Michael Sansoni karena ketiga staf tersebut merupakan tokoh utama di jajaran manajemen dalam urusan transfer," kata Railston.

Menurutnya, Manchester United tetap mempertahankan penilaian positif terhadap Baleba meski sang pemain mengalami periode yang kurang meyakinkan pada musim 2025/2026.

Baleba memang sempat kesulitan menunjukkan performa terbaiknya. Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, bahkan mengakui ketertarikan MU ikut memengaruhi kondisi sang gelandang.

Namun, MU tampaknya menilai performa tersebut tidak menggambarkan potensi sebenarnya. Klub percaya Baleba masih dapat berkembang dan menjadi pemain penting di lini tengah.


Cedera Baleba Jadi Kekhawatiran

Jack Grealish dari Manchester City, kanan depan, berebut bola dengan pemain Brighton Carlos Baleba selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Brighton dan Manchester City di Stadion Falmer di Brighton, Inggris, Kamis, 25 April 2024. (AP Photo/Kin Cheung )

Satu hal yang membuat MU harus bersabar adalah kondisi fisik Baleba. Gelandang itu mengalami cedera ligamen pergelangan kaki yang diperkirakan membuatnya absen hingga September.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena MU membutuhkan pemain dengan karakter Baleba di lini tengah secepat mungkin.

Railston berharap cedera tersebut tidak terlalu serius dan Baleba dapat segera kembali bermain.

"United membutuhkannya. Melihat lini tengah pada Sabtu melawan Hull, mereka membutuhkan seseorang yang bisa bermain di peran tersebut," ujarnya.

Jika proses pemulihannya berjalan lancar, Baleba akan mendapat kesempatan membuktikan mengapa MU begitu lama mempertahankan ketertarikan terhadapnya.

Pada akhirnya, keputusan MU untuk tidak membayar mahal tahun lalu bisa menjadi salah satu langkah transfer paling menguntungkan mereka.

Dengan potensi penghematan 45 juta pound dan profil yang sesuai dengan kebutuhan lini tengah, MU kini berharap kesabaran selama 12 bulan itu akan terbayar bukan hanya secara finansial, tetapi juga di atas lapangan.

Sumber: Manchester Evening News

Berita Terkait