Bola.com, Jakarta - Tekad besar mengiringi langkah Bhayangkara FC menyambut BRI Super League 2026/2027. Tim kebanggaan masyarakat Lampung itu akan memulai perjuangannya pada 5 September mendatang dengan menghadapi salah satu kekuatan besar Jawa Timur, Persebaya Surabaya.
Musim ini menjadi momentum penting bagi The Guardians. Setelah tampil mengejutkan pada musim lalu, Bhayangkara FC ingin meningkatkan pencapaiannya sekaligus bersaing lebih jauh di papan atas.
Modal Musim Lalu dan Sentuhan Pelatih BaruBhayangkara FC sukses mencuri perhatian pada BRI Super League 2025/2026. The Guardians sempat ikut memanaskan persaingan papan atas sebelum akhirnya menutup musim di peringkat kelima.
Pencapaian tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi musim baru. Namun, Bhayangkara FC harus memulai era berbeda setelah Paul Munster tak lagi menjadi pelatih kepala.
Manajemen kemudian menunjuk pelatih asal Spanyol, Oscar Bruzon, sebagai nakhoda baru. Pelatih berusia 49 tahun itu datang dengan reputasi mentereng setelah membawa East Bengal FC meraih gelar Indian Super League 2025/2026.
Bhayangkara FC tentu berharap Bruzon mampu mengulangi sejarah manis klub ketika menjadi juara Liga 1 2017 di bawah asuhan Simon McMenemy.
Skuad Dirombak, Pemain Kunci Dipertahankan
Demi meningkatkan prestasi, manajemen tidak hanya mendatangkan pelatih baru. Perombakan skuad juga dilakukan dengan menghadirkan sejumlah pemain anyar, seperti Milan Ristovski, Matias Ocampo, Allano Lima, George Brown, Luke Keet, Yano Putra, dan Muhammad Fahri.
Di sisi lain, sejumlah pemain penting dari musim lalu tetap dipertahankan. Mereka antara lain Awan Setho, Raharjo, I Putu Gede, Muhammad Ferarri, Frengky Missa, Wahyu Subo Seto, Teuku Ichsan, Sani Rizki Fauzi, Ryan Kurnia, Ginanjar Wahyu, Evandra Florasta, dan Moussa Sidibe.
Oscar Bruzon juga terus mematangkan persiapan melalui pemusatan latihan di Boyolali. Fokus diberikan pada chemistry dan kohesi antarlini, sekaligus penerapan filosofi permainan.
"Kami bekerja dengan baik dalam pramusim ini. Saya pikir para pemain memahami overload dengan baik. Mereka menyesuaikan diri dengan yang saya perintahkan," ujar Bruzon.
Ferarri, Ristovski, Allano, dan Ocampo Jadi Tumpuan
Dengan materi yang dimiliki, Muhammad Ferarri, Milan Ristovski, Allano Lima, dan Matias Ocampo berpotensi menjadi pemain kunci Bhayangkara FC musim ini.
Ferarri diharapkan menjadi pemimpin lini belakang berkat pengalamannya bersama Timnas Indonesia. Sementara itu, Ristovski membawa pengalaman bermain di Slovakia bersama Spartak Trnava dan Republik Ceko bersama Bohemians 1905.
Allano Lima juga sudah memahami atmosfer sepak bola Indonesia. Musim lalu, penyerang asal Brasil tersebut memperkuat Persija Jakarta dan mencetak sembilan gol di BRI Super League 2025/2026.
Adapun Ocampo diproyeksikan menjadi motor kreativitas di lini tengah. Pemain asal Uruguay yang pernah memperkuat River Plate Montevideo itu memiliki kemampuan sebagai gelandang serang sekaligus membantu pertahanan.
Dengan perpaduan pelatih baru, rekrutan anyar, dan pemain lama yang dipertahankan, Bhayangkara FC berpotensi menjadi salah satu kuda hitam musim ini. Jika mampu menjaga konsistensi, The Guardians diprediksi bisa menembus empat besar BRI Super League 2026/2027.
Skuad Bhayangkara FC untuk BRI Super League 2026/2027
Kiper: Muhammad Fahri, Sultan Jabbar Hilmansyah, Awan Setho Raharjo
Lini Belakang: Kevin Sibille (Argentina), George Brown (Inggris), Nehar Sadiki (Makedonia), Muhammad Ferarri, I Putu Gede Juni Antara, Frengky Missa
Lini Tengah: Mauricio Vera (Argentina), Evandra Florasta, Wahyu Subo Seto, Teuku Muhammad Ichsan, Sani Rizki Fauzi, Moussa Sidibé (Mali), Ginanjar Wahyu Ramadhani, Yano Putra, Moisés Wolschick (Brasil)
Lini Depan: Matias Ocampo (Uruguay), Allano Brendon Lima (Brasil), Luke Keet, Milan Ristovski (Makedonia Utara), Ryan Kurnia
Pelatih kepala: Oscar Bruzon
Asisten pelatih: Adrian Rubio Martinez, Hanim Sugiarto, Luiz Fernando Silva Passos (pelatih kiper), Javier F. Sanchez (pelatih fisik)
Miftahudin (direktur teknik)