Bek Real Sociedad Akui Tantangan Berat Hadapi Lini Serang Real Madrid: Kylian Mbappe atau Vinicius Junior Lebih Berat?

Bek tengah berusia 20 tahun itu harus berhadapan dengan sederet pemain berkualitas milik Real Madrid, termasuk Kylian Mbappe dan Vinicius Junior.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 26 Agustus 2026, 17:45 WIB
Vinicius Junior merayakan gol bersama Kylian Mbappe dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Villarreal di Santiago Bernabeu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Bek Real Sociedad, Jon Martin, menyadari betapa berat tantangan yang akan dihadapinya ketika harus kembali bertanding di Santiago Bernabeu, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB.

Bek tengah berusia 20 tahun itu harus berhadapan dengan sederet pemain berkualitas milik Real Madrid, termasuk Kylian Mbappe dan Vinicius Junior.

Advertisement

Jon Martin merupakan salah satu bek tengah muda paling menjanjikan di Spanyol. Performa impresifnya sepanjang musim 2025/2026 membuat namanya semakin diperhitungkan di La Liga.

Jelang pertemuan dengan Real Madrid, Martin berbicara kepada MARCA mengenai tantangan menghadapi tim asuhan Jose Mourinho, pemain baru Carlos Espi, serta perbandingan antara Mbappe dan Vinicius.

 
 

Jon Martin Sudah Tidak Gentar Bermain di Bernabeu

Bek Real Sociedad, Jon Martin. (CRISTINA QUICLER / AFP)

Jon Martin mengakui Real Madrid selalu menjadi lawan yang sulit, terutama ketika pertandingan berlangsung di kandang mereka.

"Real Madrid adalah Real Madrid, salah satu tim terbaik, dan mereka selalu sulit dihadapi, terutama di kandang di Bernabeu, tempat pertandingan selalu terasa spesial," ujar Martin.

Bek muda tersebut juga memberikan pandangannya mengenai Mourinho, yang kembali menangani Real Madrid.

Martin mengatakan dirinya lebih memilih berkonsentrasi memahami pendekatan taktik pelatih lawan daripada terlalu memikirkan reputasi sang pelatih.

"Saya biasanya fokus memahami apa yang cenderung diterapkan pelatih yang saya hadapi. Saya tahu dia jelas merupakan legenda di sana dan dia akan membuat laga ini sangat sulit bagi kami," katanya.

Meski baru berusia 20 tahun, Martin bukan orang baru di Bernabeu. Ia sudah empat kali mengunjungi stadion tersebut dalam berbagai kompetisi.

Menurutnya, rasa gugup memang muncul ketika pertama kali menghadapi Madrid di stadion sebesar Bernabeu. Namun, perasaan tersebut akan hilang begitu pertandingan dimulai.

"Beberapa kali pertama Anda masuk ke lapangan seperti itu dan menghadapi tim seperti Madrid, Anda sedikit merasa segan. Tetapi begitu pertandingan dimulai, semua itu menghilang dan Anda fokus pada apa yang terjadi di lapangan," tuturnya.

 


Carlos Espi Mendapat Pujian dari Martin

Jon Martin juga membahas aktivitas transfer Real Madrid pada musim panas ini. Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus darinya adalah Carlos Espi.

Martin sudah mengenal Espi sejak keduanya memperkuat tim nasional kelompok umur Spanyol. Ia juga pernah menghadapi pemain tersebut ketika Espi bermain untuk Levante.

"Saya mengenal Espi dari tim nasional kelompok umur dan dari bermain melawannya tahun lalu. Saya pikir dia pemain hebat dan juga orang yang hebat," kata Martin.

Espi sendiri langsung mencuri perhatian setelah mencetak gol kemenangan Real Madrid atas Espanyol dalam pertandingan pembuka mereka di La Liga.

Meski belum menjadi pilihan utama di starting XI, Espi telah menunjukkan bahwa dirinya mampu memberikan pengaruh ketika masuk sebagai pemain pengganti.

Kemampuan tersebut menjadi aset penting bagi Madrid karena kedalaman skuad menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan untuk bersaing di berbagai kompetisi sepanjang musim.


Mbappe Lebih Sulit Dihentikan daripada Vinicius

Kylian Mbappe merayakan gol untuk Real Madrid dalam laga kontra Manchester City di Liga Champions 2024/2025, Kamis (20/2/2025) dini hari WIB. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Pertanyaan menarik kemudian diberikan kepada Martin: siapa yang lebih sulit dihentikan antara Mbappe dan Vinicius? Bek Real Sociedad itu mengakui keduanya sama-sama menjadi ancaman besar.

"Keduanya sulit," jawab Martin.

Namun, jika harus memilih satu, Martin akhirnya memberikan keunggulan kepada Mbappe.

"Jika saya harus memilih satu, saya mungkin akan mengatakan Mbappe karena dia bermain lebih dekat dengan saya, lebih sebagai striker, dan karena ruang serta kemampuan satu lawan satunya," jelasnya.

Penilaian tersebut menunjukkan posisi Mbappe sebagai penyerang tengah membuatnya lebih sulit dikontrol seorang bek tengah. Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta pergerakannya di ruang terbuka menjadi kombinasi berbahaya.

Sementara itu, Vinicius memiliki ancaman berbeda melalui akselerasi dan kemampuan menggiring bola dari sisi kiri.


Mourinho Punya Misi Kembalikan Trofi ke Bernabeu

Jose Mourinho, pelatih Real Madrid. (Dok. X @realmadriden)

Martin juga menyadari kualitas lini depan Madrid merupakan konsekuensi dari ambisi klub untuk memenangkan berbagai trofi.

"Real Madrid berjuang untuk La Liga dan setiap trofi, jadi mereka harus memiliki pemain dengan level seperti itu," katanya.

Komentar tersebut sejalan dengan ambisi Madrid pada musim ini. Dua musim tanpa trofi dianggap sebagai hasil yang mengecewakan bagi klub sebesar Los Blancos.

Kedatangan Mourinho kembali ke Bernabeu serta aktivitas Madrid di bursa transfer menunjukkan besarnya ambisi klub untuk bangkit.

Mereka ingin kembali menjadi kekuatan dominan di Spanyol sekaligus bersaing untuk meraih trofi Eropa.

Barcelona di bawah Hansi Flick telah membangun periode dominasi domestik dalam beberapa musim terakhir.

Real Madrid kini berharap Mourinho mampu menghentikan momentum tersebut dan membawa kembali gelar-gelar bergengsi ke Bernabeu.

Namun, seberapa efektif perubahan tersebut akan bekerja masih harus dibuktikan di lapangan.

Musim yang panjang menanti, dan Real Madrid harus membuktikan bahwa kombinasi Mourinho dan skuad bertabur bintang mampu menggeser Barcelona serta kembali menjadi penguasa sepak bola Spanyol.

Sumber: Madrid Universal


Persaingan di La Liga

Berita Terkait