10 Pemain Hebat Liga Inggris yang Tak Pernah Masuk PFA Team of the Year, Ada Luka Modric hingga Gianfranco Zola

Liga Inggris telah melahirkan begitu banyak pemain kelas dunia. Namun, tidak semua bintang mendapatkan pengakuan berupa tempat di PFA Team of the Year.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 27 Agustus 2026, 19:15 WIB
Selebrasi gelandang Tottenham Hotspur Luka Modric usai menjebol gawang Liverpool dari titik penalti di laga lanjutan EPL di Anfield Stadium, 15 Mei 2011. Spurs unggul 2-0.

Bola.com, Jakarta - Liga Inggris telah melahirkan begitu banyak pemain kelas dunia. Namun, tidak semua bintang mendapatkan pengakuan berupa tempat di PFA Team of the Year.

PFA Team of the Year merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan berdasarkan pilihan para pemain profesional di Inggris. Sejumlah nama besar seperti Steven Gerrard bahkan tercatat delapan kali masuk tim terbaik tersebut, sebuah rekor di era Premier League.

Advertisement

Menariknya, ada pula sejumlah legenda yang justru tidak pernah sekalipun masuk daftar tersebut.

Planet Football merangkum 10 pemain terbaik yang sepanjang kariernya di Premier League tidak pernah terpilih masuk PFA Team of the Year. Daftarnya cukup mengejutkan, mulai dari Mesut Ozil, Xabi Alonso, hingga Luka Modric


10. Mesut Ozil

1. Mesut Ozil (Arsenal) - Pemain asal Jerman ini belum tampil pada laga kompetitif Arsenal di musim ini. Sejak Maret 2020, Ozil sudah tidak pernah terlihat di lapangan dan tidak masuk dalam daftar skuad Arsenal untuk Liga Ingrris dan Liga Europa pada musim ini. (AFP/Ian Kington/IKIMAGES)

Ozil pernah mencatatkan assist sebanyak 19 kali dalam satu musim Liga Inggris. Namun, ia tidak pernah masuk dalam kategori Tim Terbaik PFA.

Dalam masa puncaknya pada 2015/2016, ia kalah bersaing dengan N’Golo Kante, Dele Alli, dan Dimitri Payet.

Playmaker asal Jerman tersebut memang tidak menjadi pilihan favorit banyak orang. Namun, kemampuannya dalam menciptakan peluang begitu elite di beberapa musim Liga Inggris.

Selama membela Arsenal di Premier League, gelandang asal Jerman itu mencatatkan 90 kontribusi gol dalam 184 pertandingan.


9. Steve Bruce

2. Steve Bruce (1992-1996), bek tengah asal Inggris ini merupakan kapten pengganti dari Robson. Dirinya berhasil memberikan MU gelar double winner (Liga Inggris dan Piala FA) pada musim 1993/1994). (www.strettynews.com)

Steve Bruce merupakan salah satu pemain yang meraih gelar Liga Inggris sebanyak tiga kali bersama Manchester United.

Ia menjadi salah satu bintang yang dilupakan oleh PFA sebagai salah satu pemain terbaik.

Bruce kerap berada di bawah bayang-bayang partnernya di lini belakang, Gary Pallister, yang lima kali terpilih masuk tim terbaik PFA.

Bruce bukan sekedar gelandang bertahan biasa, melainkan seorang pencetak gol alami. Terbukti, ia mampu mencetak 52 gol dari 417 penampilannya bersama MU. 


8. Ricardo Carvalho

Satu-satunya pemain dalam daftar ini yang pernah bermain untuk Jose Mourinho di tiga klub berbeda adalah Ricardo Carvalho. Duo ini bekerja bersama di FC Porto, Chelsea dan Real Madrid. Carvalho merupakan bek kepercayaan The Special One dengan mencetak banyak gelar. (AFP/Andrew Yates)

Bek andal Chelsea, Ricardo Carvalho, merupakan pemain yang dilupakan oleh PFA dari sektor pertahanan.

Rekan setimnya, John Terry, menjadi pilihan favorit yang masuk dalam Tim Terbaik PFA. Terry meraih penghargaan sebanyak lima kali daripada rekan setimnya dari Portugal.

Menyabet gelar Liga Inggris sebanyak tiga kali tidak cukup untuk membuat dirinya masuk ke jajaran elite PFA.


7. Freddie Ljungberg

Freddie Ljungberg yang memutuskan pensiun pada Januari 2015 bersama Mumbai City hingga kini masih tercatat sebagai pemain Swedia dengan jumlah gol terbanyak di Premier League. Total membela Arsenal selama 9 musim mulai 1998/1999 hingga 2006/2007 ditambah semusim bersama West Ham United pada 2007/2008, ia total mencetak 48 gol di Premier League dari 241 laga yang dijalani. (AFP/Odd Andersen)

Tim Terbaik PFA tahun 2003/2004 banyak dihuni pemain Arsenal. Namun, ada satu pemain yang kurang beruntung di balik ganasnya Arsenal musim itu, yakni Freddie Ljungberg.

Masa terbaiknya terjadi musim 2001/2002 tetapi tidak membuat PFA memasukkan dirinya ke Tim Terbaik PFA. Ia kalah bersaing dengan Robert Pires dan Ryan Giggs.

 


6. Claude Makelele

2. Claude Makelele, menjadi salah satu simbol kesuksesan Chelsea meraih gelar Liga Premier Inggris pada tahun 2004/05 dan 2005/06. Dirinya berhasil membela The Blues sebanyak 213 kali. (AFP/Adrian Dennis)

Gelandang Chelsea, Claude Makelele, menjadi pemain hebat Chelsea lain setelah Carvalho yang kurang beruntung masuk ke dalam Tim Terbaik PFA.

Masalahnya, Makelele adalah pemain yang harus diperhitungkan apalagi dalam masa puncak kariernya.

Di sisi lain, persaingan untuk masuk dalam nominasi Tim Terbaik PFA memang sangat sengit di pertengahan 2000-an.

Dengan performa apiknya, Makelele tidak sekali pun masuk dalam penghargaan ini. Justru, ia kalah dengan juniornya, N’Golo Kante yang masuk ke Tim Terbaik PFA sebanyak dua kali.

 


5. Jimmy Floyd Hasselbaink

4. Jimmy Floyd Hasselbaink (Belanda): 127 gol. (AFP/Jim Watson)

Meskipun meraih Sepatu Emas sebanyak dua kali, Hasselbaink tetap tidak mampu mendapatkan tempat layak di PFA.

Ia mampu mencetak banyak gol tetapi kalah bersaing dengan Dwight Yorke, Nicolas Anelka, Teddy Sheringham dan Thierry Henry yang berada di atasnya.

Ia mampu mencetak 127 gol dari 288 laga untuk Leeds United dan Chelsea.

 


4. Xabi Alonso

Xabi Alonso menjadi salah satu pemain penting Liverpool pada periode 2004-2009, Alonso eninggalkan The Reds dan menuju ke Real Madrid karena konflik kecil bersama pelatih Rafael Benitez. (AFP/Paul Ellis)

Xabi Alonso mungkin sedikit dirugikan karena tidak pernah menjuarai Premier League.

Namun, fakta tersebut terasa aneh mengingat sejumlah rekan setimnya di Liverpool tetap mendapatkan tempat di PFA Team of the Year.

Steven Gerrard bahkan menjadi pemain dengan jumlah nominasi terbanyak sepanjang sejarah penghargaan tersebut, yakni delapan kali.

Alonso merupakan salah satu gelandang dengan kemampuan teknis terbaik di Premier League pada era 2000-an. Ia diyakini beberapa kali nyaris masuk tim terbaik PFA.

Gerrard bahkan pernah memberikan pujian tinggi kepada Alonso.

"Saya tidak bisa meminta partner gelandang yang lebih baik. Ketika Anda pergi, hati saya hancur," ujar Gerrard mengenai kepergian Alonso.


4. Gianfranco Zola

Gianfranco Zola

Gianfranco Zola merupakan salah satu pemain paling berbakat secara teknik yang pernah meramaikan Premier League.

Selama tujuh tahun memperkuat Chelsea, pemain asal Italia itu menjadi salah satu tontonan paling menarik di Stamford Bridge.

Pada 1997, Zola bahkan dinobatkan sebagai FWA Footballer of the Year. Namun, penghargaan tersebut ternyata tidak berlanjut ke PFA Team of the Year.

Pada tahun itu, posisi penyerang ditempati Ian Wright dan Alan Shearer.

Meski tidak pernah masuk tim terbaik PFA, Zola tetap layak disebut sebagai salah satu pemain dengan bakat alami paling luar biasa yang pernah bermain di Premier League.


2. Luka Modric

7. Luka Modric (Tottenham Hotspur) - Playmaker asal Kroasia ini menolak untuk ikut tur pramusim ke Amerika Serikat karena ingin segera bergabung dengan Real Madrid. (Photo by ADRIAN DENNIS / AFP)

Jika penilaian dilakukan berdasarkan keseluruhan karier, Luka Modric mungkin layak berada di posisi pertama.

Kebanyakan orang lebih mengingat kesuksesan Modric bersama Real Madrid dan Timnas Kroasia. Namun, jangan lupa bahwa ia juga pernah tampil luar biasa bersama Tottenham Hotspur di Premier League.

Dalam dua musim terakhirnya bersama Spurs, Modric sudah menunjukkan kualitas kelas dunia. Akan tetapi, ia tetap tidak masuk PFA Team of the Year.

Pada musim 2011/2012, yang menjadi musim terakhir sekaligus salah satu periode terbaiknya di Tottenham, Modric justru kalah dari rekan setimnya, Scott Parker.

Keputusan tersebut cukup mengundang tanda tanya.

Namun, setelah kemudian memenangkan Ballon d'Or, Modric tentu tidak perlu terlalu memikirkan kegagalannya mendapatkan pengakuan dari PFA.


1. Robbie Fowler

Robbie Fowler. Striker Liverpool ini mencetak gol ke-100 di Liga Inggris saat berusia 23 tahun dan 283 hari. Kala itu Liverpool menang 7-1 atas Southampton, 16 Januari 1999 dan Fowler mencetak 3 gol di antaranya. Hingga pensiun ia mencetak total 162 gol di Liga Inggris. (AFP/Odd Andersen)

Di posisi teratas ada legenda Liverpool, Robbie Fowler. Para pendukung The Reds menjulukinya "God" karena kemampuan mencetak golnya yang luar biasa.

Fowler merupakan salah satu finisher paling natural dalam sejarah Premier League.

Ada satu fakta yang membuat kegagalannya masuk PFA Team of the Year terasa semakin mengejutkan.

Fowler adalah satu-satunya pemain yang berhasil mencetak lebih dari 160 gol di Premier League tetapi tidak pernah sekalipun masuk PFA Team of the Year.

Memang, Fowler menghadapi persaingan luar biasa ketat pada masa jayanya. Namun, melihat produktivitas dan pengaruhnya, rasanya sulit dipercaya ia tidak pernah mendapatkan satu tempat pun di tim terbaik PFA.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait