UEFA Seret Gianni Infantino dan FIFA ke Jalur Hukum Pidana

UEFA tempuh jalur hukum pidana terhadap Gianni Infantino dan FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Agustus 2026, 18:00 WIB
Ilustrasi FIFA Vs UEFA. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - UEFA menempuh proses hukum pidana terhadap FIFA dan presidennya, Gianni Infantino, terkait rencana penjualan sebagian kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya.

Menurut BBC Sport, UEFA sebelumnya memang mencabut ancaman untuk memboikot turnamen-turnamen FIFA pada masa mendatang.

Advertisement

Namun, Badan sepak bola Eropa itu tersebut kini melanjutkan proses hukum pidana terhadap FIFA dan Infantino.

Dokumen yang diperoleh BBC Sport menunjukkan UEFA telah mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk mendapatkan akses terhadap bukti dan dokumen yang akan digunakan dalam proses hukum tersebut.


Persoalkan Rencana Infantino

Foto ini menunjukkan logo UEFA yang ditampilkan pada UEFA Conference League menjelang pengundian babak 16 besar, perempat final, dan semifinal UEFA Conference League 2025/2026 di Gedung Sepak Bola Eropa di Nyon, Swiss bagian barat pada 27 Februari 2026. (Harold CUNNINGHAM/AFP)

Dalam permohonannya, UEFA menuding Infantino merancang skema tersebut demi keuntungan pribadi dan para investor swasta.

UEFA menyebut rencana itu akan memberikan Infantino dan sejumlah pihak di lingkarannya kepemilikan permanen sekaligus keuntungan dari aset-aset paling bernilai milik FIFA.

Menurut UEFA, skema tersebut justru merugikan FIFA, para anggotanya, dan pihak lain dalam ekosistem sepak bola.

UEFA juga mempersoalkan proses persetujuan internal FIFA.

"Infantino mendorong rencana tersebut melalui persetujuan internal FIFA hanya beberapa hari sebelumnya dalam sebuah pertemuan yang digelar secara terburu-buru," demikian bunyi dokumen UEFA.

UEFA menilai nilai penjualan saham yang direncanakan terlalu rendah karena tidak pernah diverifikasi secara independen.

"Para investor itu berpotensi memperoleh kepentingan finansial permanen dalam unit komersial FIFA senilai 4,2 miliar dolar AS, yang mengimplikasikan nilai perusahaan hanya sekitar 20 miliar dolar AS," tulis UEFA.

Menurut UEFA, angka tersebut tidak dihasilkan melalui proses lelang terbuka dan kompetitif serta tidak pernah diuji oleh penilai independen.


UEFA Klaim 55 Anggotanya Dirugikan

UEFA menilai rencana tersebut berpotensi merugikan 55 asosiasi anggotanya.

Kini, mereka mengajukan permohonan ke pengadilan di Florida, Amerika Serikat, untuk memperoleh berkas hukum yang dapat digunakan dalam proses pidana di Swiss.

UEFA juga mengeklaim rencana tersebut telah dikembangkan dalam waktu lama tanpa melibatkan sejumlah pemangku kepentingan penting di sepak bola.

Dalam dokumen tersebut, UEFA menyebut Infantino pada 28 Juli 2026 mengumumkan rencana menempatkan hak komersial Piala Dunia putra dan putri serta Piala Dunia Antarklub ke dalam anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).

UEFA menyebut rencana tersebut telah dikembangkan Infantino dan sejumlah pihak dalam lingkarannya secara rahasia selama lebih dari satu tahun sebelum diumumkan kepada publik.

UEFA menegaskan rencana tersebut diumumkan tanpa berkonsultasi dengan Dewan FIFA, UEFA, konfederasi lainnya, maupun 211 asosiasi anggota FIFA.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait