FIFA Ringankan Hukuman Pemain dan Staf Pelatih Timnas Argentina usai Keributan Final Piala Dunia 2026

FIFA menyetujui permintaan AFA untuk meringkan sanksi terhadap pemain dan staf pelatih Timnas Argentina atas insiden di final Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Agustus 2026, 19:15 WIB
Gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes (nomor 5), terlibat bentrokan dengan gelandang Spanyol, Gavi (nomor 9), dalam pertandingan final Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, 19 Juli 2026. (Charly TRiballeau/AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA menyetujui permintaan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) terkait hukuman yang dijatuhkan kepada sejumlah pemain dan staf pelatih setelah keributan pada final Piala Dunia 2026.

Hukuman tersebut kini dapat dihitung/dijalani baik dalam laga persahabatan Kelas A maupun pertandingan resmi.

Advertisement

Leandro Paredes menjadi pemain yang mendapat hukuman terberat. Gelandang Argentina itu sebelumnya dijatuhi larangan tampil dalam 10 pertandingan dan denda 66.500 paun.

Selain Paredes, Nahuel Molina mendapat skorsing tujuh pertandingan, Thiago Almada satu laga, dan asisten pelatih, Roberto Ayala, tiga pertandingan.

Keempatnya terlibat dalam keributan setelah pertandingan final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium.

Paredes dinyatakan bersalah atas tiga pelanggaran berupa tindakan penyerangan setelah memukul pemain Timnas Spanyol, Gavi, hingga terjatuh.

Dengan keputusan terbaru FIFA, sebagian besar hukuman Paredes berpeluang selesai sebelum akhir 2026.


Gelar Laga Ekshibisi

Pemain Spanyol Gavi (kiri) terjatuh saat terlibat keributan dengan pemain Argentina Leandro Paredes (5) dan Thiago Almada usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Yuki Iwamura)

Argentina memang belum mengonfirmasi jadwal pertandingan mereka, tetapi sudah mendapatkan tempat di Piala Dunia 2030 sebagai satu di antara tuan rumah sehingga tidak perlu mengikuti kualifikasi.

Sementara itu, Copa America berikutnya baru digelar pada 2028 dan tidak ada proses kualifikasi bagi tim-tim Amerika Selatan.

Kondisi tersebut membuka kemungkinan Argentina menggelar sejumlah pertandingan persahabatan untuk menjalani hukuman para pemain dan pelatihnya.

Pada musim gugur tahun ini terdapat dua jeda internasional, termasuk periode yang lebih panjang yang memungkinkan tim memainkan empat pertandingan pada September dan Oktober, sebelum jeda reguler pada November.

Jika Argentina menggelar enam laga persahabatan Kelas A pada periode tersebut, Paredes hanya perlu menjalani empat pertandingan lagi pada 2027.

Molina tinggal menjalani satu laga, sedangkan Almada sudah bisa kembali bermain sejak akhir September.


AFA Masih Ajukan Banding

Ketua Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, memberi isyarat menjelang pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

Kendati FIFA telah menyetujui permintaan mengenai tempat pelaksanaan hukuman, AFA masih berupaya mendapatkan pengurangan sanksi. Mereka berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Selain hukuman kepada empat personel tim, AFA dijatuhi denda sebesar 237.000 paun dan diwajibkan memainkan pertandingan kandang berikutnya dengan kapasitas penonton hanya 50 persen.

Sanksi itu berkaitan dengan sejumlah pelanggaran selama Piala Dunia 2026. Satu di antaranya adalah spanduk bertuliskan "The Falklands are Argentine" yang dibentangkan setelah kemenangan atas Inggris pada semifinal.

Dalam kasus tersebut, Argentina dinyatakan bersalah karena menggunakan pertandingan olahraga untuk demonstrasi yang bersifat non-olahraga.

Argentina juga dinyatakan bertanggung jawab atas pelanggaran disiplin tim setelah pertandingan, diskriminasi dan pelecehan rasial oleh suporter, serta pelanggaran terhadap aturan ketertiban dan keamanan pertandingan.


Banding AFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino (2 kanan), Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia (3 kiri), Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez (kiri), Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger (CR), dan Wakil Sekretaris Jenderal FIFA Brasil, Mattias Grafstrom, (kanan) menyanyikan lagu kebangsaan menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta di Atlanta pada 16 Juli. 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

Dalam pernyataan yang dirilis Kamis, AFA menyebut telah secara resmi meminta FIFA agar sanksi yang dijatuhkan kepada para pemain dalam final Piala Dunia 2026 dan kepada asosiasi dapat dijalani dalam laga persahabatan Kelas A dan/atau pertandingan resmi, mana yang lebih dahulu dimainkan.

"Komite Disiplin FIFA menyatakan permintaan tersebut disetujui sesuai peraturan yang berlaku," tulis AFA.

Meski begitu, AFA masih menunggu alasan tertulis di balik keputusan tersebut sebelum mengajukan banding kepada Komite Banding FIFA. Jika diperlukan, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dapat menjadi jalur hukum terakhir.

 

Sumber: The Sun

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Berita Terkait