Lille Kebobolan 2 Gol PSG di Masa Injury Time, Davide Ancelotti Tetap Beri Pujian untuk Calvin Verdonk Cs

Lini belakang Lille mendapat sorotan karena kebobolan dua gol pada masa injury time yang sekaligus membuyarkan kemenangan Les Dogues.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 29 Agustus 2026, 10:30 WIB
Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk beraksi untuk Lille dalam laga persahabatan di kandang Everton, Hill Dickinson Stadium, Sabtu (15/8/2026). (Dok. LOSC)

Bola.com, Jakarta - Lille membuang kesempatan untuk mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dalam lanjutan persaingan Ligue 1 2026/2027. Kedua tim harus puas berbagi angka 2-2 di Decathlon Arena - Stade Pierre-Mauroy, Sabtu (29/8/2026) dini hari WIB.

Lille tampil impresif dengan unggul lewat Hakon Arnar Haraldsson di menit ke-21. Dilane Bakwa menambah keunggulan Lille menjadi 2-0 di menit ke-84.

Advertisement

Sayangnya mental baja ditunjukkan PSG dengan mencetak dua gol balasan lewat Vitinha dan Marquinhos pada masa injury time, yang memaksa laga berakhir 2-2.

Bek sayap Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, bermain sebagai pengganti di babak kedua. Ia baru masuk menit ke-80, menggantikan pemain depan Arnar Haraldsson, untuk taktik bertahan Lille.

Bermain selama 10 menit, Verdonk mencatat empat sentuhan bola, melakukan satu aksi bertahan, satu tekel, dan satu recoveries.

Lini belakang Lille mendapat sorotan karena kebobolan dua gol pada masa injury time yang sekaligus membuyarkan kemenangan Les Dogues.

 
 

Dua Gol Menit Akhir PSG

Lille hampir saja mengamankan kemenangan penting atas PSG dalam pertandingan ini jika mampu mempertahankan keunggulan dua golnya hingga berakhirnya waktu normal 90 menit.

Namun malapetaka datang saat memasuki injury time.

Wasit sebenarnya hanya memberi waktu tambahan tiga menit. Namun PSG berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-91 lewat gol Vítinha.

Lalu pada menit 90'+5, giliran kapten tim Marquinhos mencetak gol sekaligus menyamakan skor menjadi 2-2, lewat skema tendangan sudut.

"Sulit untuk mengatakan kami bisa tampil lebih baik karena kami bertahan dengan sangat baik dalam banyak situasi di dalam kotak penalti," ungkap Davide Ancelotti, pelatih Lille usai pertandingan.

"Kedua peluang itu lahir dari aksi pemain hebat, Vitinha, yang mampu melakukan hal-hal berkualitas tinggi, baik saat berada di depan gawang maupun melalui operannya. Saya tidak bisa mencela pemain saya. karena saya sangat senang. Bagi saya, mereka pemenangnya," lanjutnya.


Tidak Salahkan Wasit

Para pemain Lille tampak frustasi melihat kepemimpinan wasit, terutama saat masa injury time yang sudah melewati batas waktu tiga menit.

PSG mencetak gol terakhirnya pada menit ke-95, sementara waktu perpanjangan hanya diberikan tiga menit.

Bahkan kapten Lille, Benjamin Andre, beberapa kali melayangkan protes kepada wasit Eric Wattellier.

Sang pelatih merespons hal tersebut dengan mengaku tidak terlalu mempermasalahkan kinerja wasit.

"Tambahan waktunya tiga menit, lalu PSG mencetak gol dan mereka menambahkan satu menit lagi. Menurut saya, tendangan sudut terjadi sebelum menit ke-94. Setelah itu, semua bergantung interpretasi wasit," lanjut Ancelotti.

"Saya rasa ini bukan saatnya membahas soal kepemimpinan wasit; itu hanyalah detail kecil. Ya, dia sebenarnya bisa saja meniup peluit setelah Berke Ozer menyentuh bola, tetapi bukan itu yang ingin kita bahas di sini. Itu bukan kesalahan fatal dari wasit," tegasnya.

Untuk sementara Lille berada di posisi puncak klasemen Ligue 1 dengan nilai empat dari dua pertandingan.

Namun, posisi itu masih bisa berubah, sebab tim-tim lain baru akan memainkan pertandingan pekan keduanya Minggu (30/8/2026).

Sumber: Le Petit Lillois

Berita Terkait