Bola.com, Jakarta - Pelatih Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, mengungkapkan tiga pemainnya meminta meninggalkan klub. Mereka adalah Richarlison, Kevin Danso, dan Pape Matar Sarr.
Ketiganya tidak masuk skuad Tottenham saat menjamu Newcastle United pada Sabtu (30-8-2026). Spurs akhirnya menelan kekalahan 0-2 dalam pertandingan tersebut.
Sarr juga tidak dalam kondisi sepenuhnya fit karena mengalami masalah pada hamstring.
De Zerbi memastikan ketiga pemain tersebut mendapat kesempatan untuk mencari klub baru sebelum bursa transfer ditutup pada Selasa atau 1 September 2026.
Sumber ESPN sebelumnya menyebut Juventus sedang mempertimbangkan langkah untuk merekrut Sarr.
Richarlison bergabung dengan Tottenham dari Everton pada 2022. Sementara itu, Dansom bek Timnas Austria, baru dipermanenkan Tottenham dari Lens pada musim panas tahun lalu.
Adapun Sarr, gelandang Timnas Senegal, datang ke Tottenham dari FC Metz pada 2021.
Mereka Harus Bawa Solusi Ekonomi
De Zerbi kemudian menjelaskan alasan ketiga pemain tersebut tidak tampil melawan Newcastle. Menurutnya, Richarlison sudah beberapa kali menyampaikan keinginan untuk meninggalkan Tottenham.
"Richarlison, saya tidak tahu. Dia sudah terlalu sering mengatakan ingin pergi. Danso datang kepada saya dua hari lalu dan mengatakan ingin pergi. Pape Sarr juga sama, tetapi dia mengalami cedera kecil. Dia hampir siap untuk berlatih," ujar De Zerbi.
De Zerbi mengaku memiliki hubungan yang baik dengan ketiga pemain tersebut. Ia juga menyebut Richarlison, Danso, dan Sarr sebagai pemain sekaligus pribadi yang baik.
"Saya mencintai para pemain ini dan mereka adalah orang-orang hebat. Saya memiliki hubungan yang sangat baik. Tetapi, jika mereka ingin pergi, mereka harus membawa solusi ekonomi kepada klub, dan mereka bisa pergi lalu kami mencari pemain lain," lanjutnya.
Minta Suporter Tidak Panik
Tottenham mengawali dua pertandingan liga dengan kekalahan tanpa mampu mencetak gol. Hasil tersebut menjadi kali pertama Spurs mengalami situasi itu sejak 1974.
Kondisi tersebut terjadi setelah Tottenham mengeluarkan sekitar 380 juta paun untuk mendatangkan delapan pemain baru pada musim panas ini.
Meski demikian, De Zerbi meminta suporter tidak bereaksi berlebihan setelah dua kekalahan tersebut.
"Tidak ada kepanikan. Saya tahu ke mana kami akan pergi dan apa rencananya. Saya meminta maaf kepada para fan atas hasil ini. Kami harus berkembang. Kami harus bekerja keras di lapangan dan menemukan koneksi antarpemain," kata De Zerbi.
De Zerbi juga memahami kekhawatiran suporter yang mungkin menganggap Tottenham kembali mengalami situasi seperti dua musim sebelumnya setelah menelan dua kekalahan.
"Saya meminta maaf kepada para fan atas suasananya karena setelah dua kekalahan, mungkin ada yang berpikir ini adalah cerita yang sama, sama seperti dua musim terakhir. Saya tidak ragu bahwa ini tidak seperti itu. Saya tidak bisa mengubah pendapat saya hanya karena dua kekalahan," ujarnya.
Bangun Koneksi
Pelatih asal Italia itu tetap memiliki kepercayaan besar terhadap kualitas para pemain Tottenham.
Ia menilai timnya masih perlu membangun koneksi antarpemain dan meningkatkan sejumlah aspek permainan.
"Saya memiliki kepercayaan yang sangat, sangat besar terhadap kualitas para pemain saya. Pada akhirnya, ketika kami menjadi sebuah tim, ketika kami meningkatkan koneksi antarpemain, ketika kami meningkatkan kualitas pemain, ruang bertahan, serta jarak antara penyerang, bek, dan gelandang, ketika kami membentuk sebuah tim, dengan saya atau pelatih lain, tidak ada yang berubah karena mereka adalah kelompok pemain yang terlalu bagus," tutur De Zerbi.
De Zerbi juga menyayangkan kondisi tersebut bagi Tottenham, yang menurutnya sedang membangun skuad hebat.
"Saya meminta maaf kepada klub karena mereka sedang membangun skuad yang hebat. Tetapi, mungkin sekarang kami belum siap. Untuk banyak, banyak alasan, kami belum siap," ujarnya.
Sumber: ESPN