Atletico Madrid Bilang Tidak, Julian Alvarez Bisa Paksa Transfer ke Barcelona Lewat Aturan Ini

Julian Alvarez bisa paksa kepindahan ke Barcelona, ada aturan di Spanyol yang bisa dimanfaatkan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Agustus 2026, 15:00 WIB
Julian Alvarez merayakan gol pada laga Athletic Bilbao vs Atletico Madrid di pekan ke-26 La Liga 2024/2025 (c) Ofisial X LALIGA

Bola.com, Jakarta - Julian Alvarez masih berpeluang meninggalkan Atletico Madrid dan bergabung dengan Barcelona sebelum bursa transfer ditutup.

Penyerang asal Argentina itu disebut bisa mengakhiri kontraknya secara sepihak berdasarkan aturan yang berlaku di Spanyol.

Advertisement

Situasi masa depan Alvarez belakangan menjadi sorotan. Radio Spanyol, COPE, seperti dikutip Forbes, melaporkan ketidakpastian terkait transfer tersebut telah berdampak pada kondisi mental Alvarez.

Alvarez juga dilaporkan absen dalam beberapa sesi latihan Atletico Madrid sepanjang pekan ini. Di tengah situasi tersebut, keinginannya untuk pindah ke Barcelona masih belum menemukan kepastian.

Barcelona menjadi satu-satunya klub yang diinginkan Alvarez, meski ada ketertarikan kuat dari Arsenal. Masalahnya, Atletico Madrid tidak bersedia membuka negosiasi dengan klub asal Katalonia tersebut.


Tutup Pintu Barcelona

Atletico Madrid menelan kekalahan 3-4 dari Real Sociedad lewat adu penalti pada laga final Copa del Rey musim ini di Estadio La Cartuja, Sevilla, Minggu (19/04/2026) dini hari WIB. Penentuan pemenang dilakukan lewat babak tos-tosan karena kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. (AP Photo/Jose Breton)

CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil, menegaskan klubnya tidak akan menjual Alvarez ke Barcelona.

"Impian pribadi saya adalah Julian Alvarez tetap bertahan di Atleti," ujar Gil kepada Movistar, Kamis kemarin, seperti dikutip Sky Sports.

"Jika dia ingin meninggalkan klub, kami akan mencari alternatif, tetapi dia tidak akan pernah, tidak akan pernah, tidak akan pernah pergi ke Barcelona," lanjutnya.

Gil juga menyinggung kondisi Alvarez. Ia menyebut sang pemain sedang berada dalam situasi sulit dan menilai ada pihak-pihak yang telah membuat Alvarez bingung.

"Julian sedang dalam kondisi kesehatan yang buruk. Ada orang-orang yang mengambil tanggung jawab untuk menipu dan membingungkannya, dan dia sedang melalui situasi yang sulit," kata Gil.

"Kami marah dan muak dengan kurangnya etika ini. Kami tidak akan bernegosiasi dengan Barcelona. Satu-satunya keputusan tegas adalah kami tidak akan bernegosiasi," tegasnya. 


Celah buat Alvarez

Selebrasi Julian Alvarez usai mencetak gol di laga Atletico Madrid vs Arsenal di leg 1 semifinal Liga Champions 2025/2026 di Riyadh Air Metropolitano, Kamis (30/04/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Atletico Madrid kemudian mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pengejaran Barcelona terhadap Alvarez. Klub menilai proses transfer harus dilakukan secara profesional, etis, dan penuh rasa hormat.

"Atletico de Madrid terbuka terhadap negosiasi transfer standar ketika dilakukan secara profesional, etis, dan penuh rasa hormat," tulis Atletico.

"Kami sepenuhnya mendukung posisi klub yang telah disampaikan sebelumnya bahwa FC Barcelona gagal memenuhi persyaratan tersebut. Oleh karena itu, tidak akan ada negosiasi dan tidak ada pertimbangan sama sekali mengenai transfer Alvarez ke Barcelona."

Alvarez bergabung dengan Atletico Madrid dari Manchester City pada 2024. Kini, ketika Atletico menutup pintu negosiasi dengan Barcelona, terdapat opsi lain yang secara hukum dapat ditempuh sang pemain.

Menurut Mundo Deportivo, seperti dikutip GOAL, Alvarez dapat mengakhiri kontraknya secara sepihak berdasarkan Royal Decree No. 1006 yang berlaku di Spanyol.


Isi Regulasi

Pemain depan Atletico Madrid asal Argentina #19 Julian Alvarez (kiri) merayakan gol pertamanya setelah mengeksekusi penalti dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid vs Club Atletico Madrid di Stadion Santiago Bernabeu pada Minggu, 9 Februari 2025 dini hari WIB. (Thomas COEX / AFP)

Aturan tersebut mengatur hubungan kerja para atlet profesional. FIFA juga disebut tidak dapat campur tangan dalam persoalan tersebut karena kasusnya melibatkan dua klub dari negara yang sama sehingga berada di luar yurisdiksi FIFA.

Ketentuan yang menjadi dasar adalah Pasal 16.

Aturan itu menyatakan, pemutusan kontrak atas kehendak atlet profesional, tanpa adanya penyebab yang dapat dibebankan kepada klub, memberikan hak kepada klub untuk menerima kompensasi.

Jika kedua pihak tidak mencapai kesepakatan mengenai besaran kompensasi, nilainya akan ditentukan oleh otoritas peradilan ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan kondisi olahraga, kerugian yang dialami klub, alasan pemutusan kontrak, serta unsur lain yang dinilai relevan.

Dengan demikian, pengadilan yang nantinya akan menentukan besaran kompensasi yang harus dibayarkan Alvarez kepada Atletico Madrid apabila ia memilih mengakhiri kontraknya sendiri.


Barcelona Bayar Kompensasi

Momen selebrasi Julian Alvarez dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Atletico vs Tottenham di Estadio Metropolitano, 11 Maret 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Barcelona disebut akan membayar kompensasi tersebut jika Alvarez memutus kontraknya dengan Atletico Madrid.

Nilainya akan mempertimbangkan sisa durasi kontrak Alvarez dan klausul pelepasan senilai 490 juta euro yang tercantum dalam kontraknya.

Namun, GOAL menyebut angka kompensasi yang harus dibayarkan tidak akan mendekati nilai klausul pelepasan tersebut.

Pengadilan biasa juga memandang klausul pelepasan sebagai sesuatu yang dapat dianggap "abusive" ketika diberlakukan klub kepada pemain.

Di sisi lain, Barcelona masih berupaya mencapai kesepakatan dengan Atletico Madrid sebelum bursa transfer ditutup pada Selasa (1-9-2026).

Jika Atletico tetap menolak membuka negosiasi, Alvarez memiliki opsi untuk mengambil langkah sendiri demi mewujudkan kepindahannya ke Barcelona.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait