2 Kali Dibantai 0-4 oleh Klub Indonesia, Pelatih Brisbane Roar: Pengalaman dan Kualitas Pemain Persija Menjadi Pembeda

Brisbane Roar mengakhiri rangkaian uji coba pramusim di Indonesia dengan hasil kurang memuaskan setelah dua kali menelan kekalahan.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 30 Agustus 2026, 14:45 WIB
Skuad Persija Jakarta pada laga uji coba melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (29-8-2026). (Bola.com/Muhammad Adi Yaksa)

Bola.com, Jakarta - Brisbane Roar harus mengakhiri rangkaian uji coba pramusim di Indonesia dengan hasil kurang memuaskan setelah dua kali menelan kekalahan 0-4 masing-masing dari Dewa United dan Persija Jakarta.

Brisbane Roar lebih dulu menghadapi Dewa United di Banten International Stadium, Serang, Kamis (27-8-2026), sebelum melawan Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (29-8-2026).

Advertisement

Dalam pertandingan kontra Dewa United, tim asal Australia tersebut kebobolan empat gol yang masing-masing dicetak Rafael Struick pada menit kedua, Carlos Lury menit ke-35, Taisei Marukawa menit ke-61, dan Egy Maulana Vikri pada menit ke-83.

Sementara itu, Persija juga mampu mencetak empat gol ke gawang Brisbane Roar dalam laga yang menjadi bagian dari rangkaian launching tim, jersey, dan sponsor untuk musim 2026/2027.

Persija membuka skor melalui eksekusi penalti Alexander Jeremejeff pada menit ke-15 setelah striker asal Swedia tersebut dilanggar pemain Brisbane Roar di dalam kotak terlarang.

Memasuki babak kedua, Persija meningkatkan tekanan dan menggandakan keunggulan melalui Kerim Memija pada menit ke-48 sebelum Jeremejeff kembali mencatatkan namanya di papan skor pada sembilan menit berselang.

Gol keempat Persija tercipta setelah kiper Brisbane Roar, Dean Bouzanis, gagal mengontrol bola ketika mendapat tekanan dari Rayhan Hannan sehingga bola masuk ke gawangnya.


Ungkapan Michael Valkanis

Dewa United versus Brisbane Roar. (Bola.com/Instagram Brisbane Roar).

 

Pelatih Brisbane Roar, Michael Valkanis, menilai timnya sebenarnya mampu mengendalikan partai pada babak pertama, tetapi masih kurang agresif ketika berusaha menembus pertahanan lawan.

"Di babak pertama, kami memegang kendali dan tidak memiliki banyak masalah. Saya pikir kami bisa sedikit lebih agresif untuk melakukan penetrasi dan menciptakan lebih banyak peluang daripada hanya terus mengalirkan bola tanpa hasil. Kami seharusnya bisa lebih agresif untuk menembus pertahanan mereka," ujar Valkanis.

Valkanis menyebut gol penalti menjadi satu di antara momen yang mengubah jalannya pertandingan, sementara peluang Brisbane Roar yang membentur tiang juga dinilainya dapat membuat pertandingan berjalan berbeda jika berbuah gol.

"Kemudian kami kebobolan melalui penalti, yang merupakan momen pertahanan buruk dari kami. Saya rasa jalannya pertandingan akan berbeda jika tendangan bebas kami tidak mengenai tiang gawang. Namun, secara keseluruhan, pengalaman dan kualitas para pemain Persija menjadi pembeda," jelas Valkanis.


Sebut Persija Pintar

Valkanis menyoroti cara Persija menghentikan aliran permainan Brisbane Roar pada babak pertama, sebelum tim ibu kota bermain dengan intensitas berbeda selepas jeda.

"Mereka sangat pintar dalam menghentikan pergerakan kami dengan pelanggaran cerdas untuk menghentikan alur permainan di babak pertama. Di babak kedua, khususnya 15 menit pertama, Persija datang dengan intensitas yang berbeda dan kami tidak mampu mengatasinya saat itu," ungkap Valkanis.

Valkanis menyebut minimnya laga yang dijalani Brisbane Roar serta kondisi cuaca yang berbeda juga menjadi hal yang mungkin memengaruhi penampilan timnya.

Namun, ia menegaskan pemain seharusnya dapat mengontrol pertandingan dengan lebih baik.

"Mungkin karena kami belum memainkan banyak pertandingan atau pengaruh cuaca yang tidak biasa bagi kami, tetapi di 15 menit itu kami mengecewakan diri sendiri. Kami seharusnya mengontrol permainan lebih baik dan tidak membiarkan Persija mendapatkan peluang-peluang tersebut," ujarnya.

"Mereka menembus pertahanan kami dengan bola panjang yang seharusnya bisa kami tangani dengan lebih baik. Sekali lagi, ada momen di mana kami seharusnya mencetak gol, tetapi gagal, lalu Persija menyerang balik dan mencetak gol, dan itu membuat keadaan menjadi sulit," tuturnya.

Kendati menelan dua kekalahan telak selama berada di Indonesia, Valkanis tetap menyoroti kontribusi pemain pengganti yang memberikan energi tambahan bagi Brisbane Roar dalam laga kontra Persija.

"Namun, para pemain yang masuk memberikan energi dan terus berusaha bermain dengan cara yang kami inginkan. Itu penting bagi posisi kami saat ini di pramusim," kata Valkanis.

Berita Terkait