Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester United (MU), Michael Carrick, angkat bicara mengenai kritik yang menyebut timnya tampil tanpa gairah dan motivasi saat dipermalukan Hull City pekan lalu.
MU mengawali Liga Inggris 2026/2027 dengan hasil mengecewakan. Setan Merah takluk 0-2 dari tim promosi tersebut di MKM Stadium.
Performa MU langsung mendapat sorotan. Selain gagal mencetak gol, Bruno Fernandes dkk. dinilai tidak menunjukkan intensitas dan semangat juang yang seharusnya dimiliki pemain Manchester United.
Namun, Carrick tidak sepakat dengan penilaian tersebut. Pelatih berusia 45 tahun itu bahkan menyebut anggapan bahwa kekalahan MU semata-mata disebabkan kurangnya gairah sebagai analisis yang malas dan terlalu mudah.
"Tim bisa kalah atau menang dan itu bukan hanya karena Anda mencoba atau tidak mencoba. Ada banyak alasan berbeda," ujar Carrick, seperti dikutip ESPN, Minggu (30/8/2026).
"Sangat mudah dan malas mengatakan sebuah tim kalah, lalu semuanya dianggap salah. Ini salah, itu salah, kurang berusaha, tidak cukup bergairah. Itu jawaban yang paling mudah," lanjutnya.
Cara MU Kebobolan
Carrick menegaskan kekalahan dari Hull tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu faktor.
Menurutnya, pertandingan sepak bola memiliki banyak aspek yang menentukan hasil akhir. Ia meminta publik melihat persoalan Manchester United secara lebih menyeluruh.
Carrick juga mengingatkan bahwa timnya sebenarnya pernah tampil dengan cara yang serupa dan tetap mampu meraih kemenangan.
"Kami mungkin pernah bermain seperti itu dan menang. Semua orang kemudian mengatakan betapa bagusnya tim, pelatih, dan para pemain," tuturnya.
Carrick tidak ingin satu kekalahan langsung membuat seluruh elemen MU dianggap bermasalah. Salah satu persoalan yang disoroti Carrick adalah cara Manchester United kebobolan.
Hull City mencetak dua gol melalui situasi bola mati pada babak pertama. Kondisi tersebut membuat MU berada dalam situasi sulit meski mampu menguasai pertandingan.
Mantan gelandang MU itu menilai kebobolan dua gol dari situasi tersebut mengubah jalannya pertandingan.
"Kami kebobolan dua gol dari bola mati dan itu mengubah pertandingan," kata Carrick.
Manchester United memang mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan mengubah dominasi tersebut menjadi peluang berkualitas. Situasi itu membuat kekalahan dari Hull terasa semakin mengecewakan.
Bela Kepemimpinan Bruno Fernandes
Carrick juga mendapat pertanyaan mengenai kepemimpinan Bruno Fernandes dan Youri Tielemans setelah MU kalah dari Hull.
Namun, sang manajer kembali menolak anggapan bahwa ruang ganti Manchester United kekurangan sosok pemimpin.
"Ini baru satu pertandingan. Saya pikir kami memiliki cukup kepemimpinan di ruang ganti dan itu akan terus ada sepanjang musim," ujar Carrick.
Menurutnya, satu kekalahan tidak bisa menjadi dasar untuk mempertanyakan karakter maupun kepemimpinan seluruh skuad.
Sumber: ESPN