Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Momen Saling Balas Timnas Indonesia U-20 dan Malaysia

Timnas Indonesia U-20 Vs Malaysia: Rekor memihak Garuda Muda, tetapi ada ancaman pelatih baru.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 30 Agustus 2026, 20:15 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto saat memimpin seleksi yang berlangsung di Lapangan B, Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (08/08/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-20 akan mengawali perjuangan di Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 dengan menghadapi Malaysia U-20.

Pertandingan bakal digelar di New Laos National Stadium, Vientiane, Laos, Senin (31-8-2026) pukul 16.00 WIB.

Advertisement

Pertemuan Indonesia dan Malaysia di kelompok usia ini selalu berlangsung sengit. Rekor pertemuan pada ajang Piala AFF U-19 maupun Kualifikasi Piala Asia U-20 menunjukkan persaingan kedua tim yang cukup ketat.

Pada ajang regional, Timnas Indonesia U-19 mencatat satu kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan saat berhadapan dengan Malaysia U-19. Satu-satunya kemenangan diraih pada Piala AFF U-19 2024.

Ketika itu, Indonesia menang tipis 1-0 atas Malaysia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.


Catatan Pertemuan

Pemain Timnas Indonesia U-19, Kadek Arel Priyatna (kiri) berduel udara dengan pemain Malaysia U-19, Muhamad Ridzwan Bin Rosli saat laga semifinal Piala AFF U-19 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (27/07/2024). (Dok. PSSI)

Namun, catatan pertemuan di Kualifikasi Piala Asia U-20 justru lebih menguntungkan Garuda Muda. Dari empat pertandingan, Timnas Indonesia U-20 membukukan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Kekalahan terakhir Indonesia dari Malaysia di ajang tersebut terjadi pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2018. Bermain pada fase Grup F di Stadion Paju, Korea Selatan, 6 November 2017, Indonesia kalah telak 1-4.

Kendati menempati posisi ketiga klasemen grup, Timnas Indonesia U-20 tetap melaju ke putaran final Piala Asia U-19 pada Oktober 2018 karena berstatus sebagai tuan rumah.

Pengamat sepak bola nasional, Gusnul Yakin, menilai duel Indonesia kontra Malaysia selalu membutuhkan kesiapan khusus karena kedua tim memiliki sejarah persaingan di berbagai kelompok umur.

"Pertandingan Indonesia melawan Malaysia selalu ketat di semua level. Untuk partai klasik seperti ini butuh taktik jitu dan mental kuat. Pada laga besok, kedua tim mulai dari nol lagi. Jadi, Nova Arianto tak bisa berpatokan pada hasil di Piala AFF U-19 lalu," ujar Gusnul Yakin.


Persiapan Timnas Indonesia U-20

Timnas Indonesia U-20. (Bola.com/Instagram UAE NT).

Sebelum berangkat ke Laos, Nova Arianto membawa Timnas Indonesia U-20 menjalani pemusatan latihan sekaligus rangkaian uji coba di Thailand.

Putu Panji dkk. mencatat satu kemenangan dalam tiga pertandingan yang dijalani. Mereka menundukkan tim Universitas Kasem Bundit dengan skor 3-2.

Dua laga lainnya berakhir dengan hasil berbeda. Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Uni Emirat Arab U-20 dan kalah 1-2 dari Irak U-20.

Sementara itu, Malaysia U-20 juga memiliki bekal dari pertandingan persiapan. Mereka meraih kemenangan 2-1 atas Kamboja U-20.

Gusnul Yakin memperkirakan Malaysia telah melakukan pembenahan setelah kekalahan dari Indonesia U-19 pada Piala AFF U-19 2024.

"Saya kira tim Malaysia pasti sudah berbenah diri usai kalah dari Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 lalu. Karena kedua tim akan saling balas kekalahan, pertandingan nanti makin seru. Tapi, sebagai pencinta sepak bola Indonesia harus optimistis bisa mengalahkan Malaysia U-20," tuturnya.


Malaysia U-20 Punya Pelatih Baru

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto. (Bola.com/Ana Dewi).

Malaysia U-20 juga memasuki persaingan dengan perubahan di posisi pelatih kepala. Juan Torres Garrido telah digantikan oleh pelatih lokal, Shukor Adan.

Pergantian tersebut dilakukan setelah Malaysia U-19 menelan kekalahan 0-1 dari Timnas Indonesia U-19 pada semifinal Piala AFF U-19 2024.

Menurut Gusnul Yakin, perubahan di kursi pelatih membuat Nova Arianto perlu kembali mempelajari perkembangan terbaru Malaysia U-20.

"Nova Arianto harus mempelajari lagi perkembangan terbaru Malaysia U-20 dengan pelatih barunya. Nah, di sinilah peran tim analis yang bisa ikut menentukan hasil akhir nanti," kata mantan pelatih Arema tersebut.

Berita Terkait