Penjelasan Mengapa Gol MU Lawan Ipswich Sah meski Harry Maguire Handball

Aturan handball sering kali membingungkan para suporter. Ini kembali terjadi ketika Harry Maguire merayakan gol yang membawa Manchester United (MU) unggul atas Ipswich Town.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 31 Agustus 2026, 06:30 WIB
Bek Manchester United, Harry Maguire, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Premier League antara Manchester United dan Ipswich Town di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Minggu (30/8/2026). (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Aturan handball sering kali membingungkan para suporter. Ini kembali terjadi ketika Harry Maguire merayakan gol yang membawa Manchester United (MU) unggul atas Ipswich Town pada lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Old Trafford, Minggu (30/8/2026). 

Gol Harry Maguire yang terlihat diawali sentuhan tangan ternyata tetap disahkan wasit. Bola lebih dulu mengenai lengan Maguire.

Advertisement

Bek MU itu kemudian bergerak beberapa meter ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang akhirnya masuk ke gawang.

Sekilas, gol tersebut seharusnya dianulir. Sebab, berdasarkan aturan, gol tidak boleh disahkan jika pemain yang mencetak gol melakukan handball, meski sentuhan tangan tersebut tidak disengaja.

Namun, ada satu detail penting, Maguire bukan pencetak gol tersebut.

Tembakan Maguire sebenarnya melenceng jauh dari sasaran. Bola kemudian membentur bek Ipswich, Jacob Greaves, sebelum berubah arah dan masuk ke gawang.

Gol itu pun secara resmi tercatat sebagai gol bunuh diri Greaves, bukan gol Maguire.

 


Ada Tiga Pengecualian

Bek Manchester United, Harry Maguire, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Premier League antara Manchester United dan Ipswich Town di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Minggu (30/8/2026). (AFP/Paul Ellis)

Seperti dikutip dari BBC, dalam aturan sepak bola, terdapat tiga kondisi ketika handball yang dilakukan secara tidak sengaja oleh pemain tidak membuat gol harus dianulir.

Pertama, apabila gol tidak terjadi secara langsung setelah handball. Kedua, apabila bola kemudian berakhir menjadi gol yang dicetak rekan setim. Ketiga, apabila tindakan pemain bertahan menyebabkan bola masuk ke gawang sendiri.

Situasi yang terjadi pada Maguire masuk dalam kategori ketiga. VAR Jarred Gillett kemudian berkomunikasi dengan wasit Craig Pawson.

"Ini gol bunuh diri dan handball yang tidak disengaja tidak dapat dihukum. Kami merekomendasikan gol diberikan," ujar Gillett.

Pawson akhirnya mengesahkan gol tersebut. Meski demikian, gol itu sebenarnya bisa saja dianulir apabila VAR menilai sentuhan tangan Maguire dilakukan secara sengaja.

 


Manchester United Menang Besar

Gelandang Manchester United asal Kamerun bernomor punggung 19, Bryan Mbeumo (tengah), merayakan gol kelima timnya bersama rekan-rekan setim dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Ipswich Town di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 30 Agustus 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Gol tersebut menjadi salah satu momen penting dalam kemenangan Manchester United atas Ipswich.

Setan Merah akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan telak 5-2. Bruno Fernandes menjadi bintang utama setelah mencetak hattrick.

Kasus seperti yang dialami Maguire memang jarang terjadi. Namun, situasi serupa pernah muncul pada Januari 2023 ketika Brentford menghadapi Liverpool.

Saat itu, bola secara tidak sengaja mengenai lengan Ben Mee. Bola kemudian membentur bek Liverpool, Ibrahima Konate, sebelum masuk ke gawang dan dinyatakan sebagai gol bunuh diri.

 


Picu Perdebatan

Aturan handball tersebut kembali memicu perdebatan.

Manajer Ipswich, Gary O'Neil, mengakui bahwa situasi seperti ini memang sulit bagi wasit karena aturan yang harus diterapkan cukup rumit.

Mantan kiper Timnas Inggris, Paul Robinson, juga memahami keputusan yang diambil wasit dan VAR. Namun, ia mengakui bahwa aturan tersebut masih sulit diterima secara logika oleh banyak orang.

"Sekali lagi kami menjadi korban aturan," ujar Robinson kepada BBC Radio 5 Live.

Menurut Robinson, perangkat pertandingan tidak layak disalahkan karena mereka hanya menjalankan aturan yang berlaku.

"Mereka berlatih sangat keras dan memahami profesinya, tetapi itu memang handball dan Harry Maguire yang melakukan tembakan," lanjutnya.

Robinson juga mempertanyakan perubahan aturan handball yang sudah beberapa kali dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, mantan penyerang Ipswich yang kini menjadi pandit Sky Sports, Darren Bent, mengakui dirinya memahami alasan aturan tersebut dibuat. Namun, ia tetap merasa keputusan mengesahkan gol Maguire sulit diterima.

"Harry Maguire secara langsung memengaruhi apa yang terjadi pada bola dan bola akhirnya masuk ke gawang pada momen krusial bagi Ipswich. Jika bola mengenai tangan Anda dan Anda yang secara langsung memengaruhinya, itu memang sulit diterima," kata Bent.

Sumber: BBC

Berita Terkait