Bola.com, Jakarta - Persaingan sengit dan menegangkan mewarnai jalannya balapan MotoGP Aragon di Sirkuit MotorLand Aragon, Minggu (30/8/2026).
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengungkapkan momen menegangkan saat dirinya terlibat duel jarak dekat atau bar-to-bar dengan pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, dalam kecepatan melebihi 300 km/jam.
Insiden mengerikan tersebut terjadi pada lap keenam ketika kedua pembalap tengah memperebutkan posisi terdepan.
Marquez yang baru saja melakukan aksi manuver menyalip dari sisi dalam, langsung mendapatkan perlawanan sengit dari Bezzecchi yang mendapatkan akselerasi lebih baik saat keluar menuju trek lurus sepanjang 350 km/jam.
Namun, situasi mendadak berisiko tinggi saat kedua motor mulai perpindahan gigi atas.
Posisi Bezzecchi yang terhimpit di antara motor Marquez dan batas dalam lintasan memicu turbulensi aerodinamis parah, yang membuat kedua kuda besi mereka bergetar hebat dan saling tertarik satu sama lain dalam kecepatan tinggi.
Momen Menakutkan, tetapi Jadi Tontonan Menarik
"Itu adalah momen yang luar biasa, maksud saya, momen yang sangat menakutkan," ujar Marc Marquez, seperti dikutip dari Crash.
Efek aerodinamis canggih pada motor modern saat ini dinilai menjadi penyebab utama terjadinya gaya hisap ekstrem yang menyatukan laju kedua pembalap.
"Dengan semua sistem aerodinamis yang ada, pada kecepatan 300 kilometer per jam, motor kami seolah-olah saling terhisap satu sama lain. Saya sudah mencoba memberi ruang dan bergeser ke sisi kanan, tetapi posisi kami seolah 'tertempel'," tambah Marquez menjelaskan situasi kritis di lintasan.
Pembalap berjuluk The Baby Alien itu juga menambahkan efek tersebut membuat pengendalian motor menjadi sangat sulit.
"Jika Anda melihat tayangan ulangnya, bahkan sempat terjadi wheelie kecil di gigi enam dan sangat mustahil untuk menjauh dari motornya. Jadi itu momen menakutkan, tapi tontonan bagus bagi para fans," tutur pembalap asal Spanyol itu.
Kehilangan momentum akibat turbulensi tersebut berdampak mahal bagi Bezzecchi. Selain gagal mempertahankan pimpinan balapan dari tekanan Marquez, ia juga harus rela kehilangan posisi kedua setelah disalip oleh pembalap muda Red Bull KTM Factory Racing team, Pedro Acosta, di area pengereman.
Pertegas Dominasi The Baby Alien
Setelah berhasil mengamankan pimpinan lomba, Marquez langsung mengambil kendali penuh atas jalannya balapan hingga menyentuh garis finis.
"Segera setelah memimpin balapan, saya mencoba mengelola kecepatan. Ketika balapan menyisakan 10 lap, saya menekan sedikit gas, membuka jarak, dan mengontrolnya kembali,"ujar pembalap asal Spanyol tersebut.
Kemenangan ini makin mempertegas dominasi Marquez di Sirkuit Aragon. Ia memperpanjang rekor tak terkalahkan di sirkuit tersebut menjadi enam kemenangan beruntun sejak menunggangi Ducati.
Ia berhasil mengunci posisi pertama dengan keunggulan 1,8 detik atas Pedro Acosta yang finis di urutan kedua.
Hasil gemilang di Aragon ini juga memberikan dampak signifikan pada posisi klasemen sementara MotoGP.
Marc Marquez sukses menggeser Marco Bezzecchi dari peringkat kedua klasemen kejuaraan dunia, sekaligus memangkas jarak menjadi selisih 19 poin dari pimpinan klasemen, Jorge Martin.
Sumber: Crash