Juan Cortes Tanamkan Filosofi dan Karakter Baru untuk Persijap, Sulap Laskar Kalinyamat Jadi Tim yang Sulit Dikalahkan

Pelatih Persijap, Juan Cortes, berkomitmen membangun identitas tim yang solid dan pantang menyerah agar bisa menghadapi persaingan BRI Super League 2026/2027.

Bola.com, Jepara - Pelatih anyar Persijap Jepara, Juan Cortes, menegaskan komitmennya untuk membangun identitas tim yang solid dan pantang menyerah agar bisa menghadapi ketatnya persaingan BRI Super League 2026/2027.

Sejak ditunjuk sebagai nakhoda Persijap pada pertengahan Agustus 2026, Juan Cortes telah bekerja keras mempersiapkan anak asuhnya.

Dia ingin Laskar Kalinyamat tampil sebagai skuad yang disegani dan mampu beradaptasi dengan berbagi situasi pertandingan.

Pelatih asal Spanyol itu mengusung filosofi permainan yang memadukan kedisiplinan taktik, mentalitas bertarung, serta fleksibilitas di lapangan. Ini akan menjadi karakter baru Laskar Kalinyamat pada musim 2026/2027.

"Filosofi saya berdasarkan pada sebuah tim yang terorganisasi, kompetitif, dan berani. Saya ingin tim saya bermain dengan karakter, memahami kapan kami harus mengontrol permainan dengan bola dan kapan kami harus bermain lebih direct," kata Juan Cortes saat dihubungi Bola.com, Senin (31-8-2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Fleksibilitas Taktik dan Menghibur

Tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, fleksibilitas taktik saat menguasai maupun kehilangan bola juga menjadi fokus utamanya.

Dia ingin menyajikan permainan yang menghibur, sekaligus memberi kebanggaan kepada pendukung setia Laskar Kalinyamat.

"Kami ingin tampil agresif saat tanpa bola, kukuh bertahan, dan dinamis dalam menyerang. Namun, di atas segalanya, saya ingin Persijap menjadi tim dengan identitas yang jelas, tim yang bertarung di setiap situasi, dan membuat para pendukung kami merasa bangga," ujarnya.

Pelatih berusia 42 tahun itu menyadari, BRI Super League 2026/2027 bakal menyajikan tantangan yang ketat. Oleh karena itu, dia ingin Sendri Johansyah cs. tampil tangguh dan kompetitif.

"Target pertama kami adalah membangun tim yang kompetitif dan berkembang dari minggu ke minggu. Kami tahu bahwa BRI Super League adalah kompetisi yang sangat berat, jadi kami harus realistis dan fokus pada proses," katanya.

Ogah Umbar Janji

Soal target, Juan juga tak ingin mengumbar janji kepada para suporter dan fans Persijap. Namun, dia berani menjamin Laskar Kalinyamat akan memperlihatkan mentalitas petarung dan menjadi tim yang sulit dikalahkan.

"Saat ini, saya tidak ingin mengobral janji besar terkait posisi di klasemen. Mentalitas kami adalah bertanding di setiap laga, mengumpulkan poin sebanyak mungkin," ucap eks pelatih CSKA Dushanbe itu.

"Saya rasa, target yang juga penting adalah menjadikan Persijap Jepara menjadi tim yang sulit dikalahkan. Lalu, seiring berjalannya kompetisi, kami akan melihat sejauh mana kami bisa melangkah," tambahnya.

Musim lalu, Laskar Kalinyamat yang berstatus sebagai tim promosi sempat terkatung-katung. Setelah melakukan perubahan signifikan, mereka akhirnya bisa lolos dari ancaman degradasi dan finis di peringkat ke-36 klasemen.

Menuju Laga Perdana

Sebagai tim kasta tertinggi yang paling akhir memulai aktivitas menyambut musim baru, Persijap tentu menghadapi tantangan besar untuk bisa mematangkan persiapan menuju BRI Super League 2026/2027.

Apalagi, kompetisi sebentar lagi sudah akan mulai bergulir. Pada pekan pertama, Persijap dijadwalkan menjalani laga tandang di markas Madura United, di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Minggu (6-9-2026).

Sementara itu, pada pekan kedua, Laskar Kalinyamat sudah dinanti lawan yang lebih berat, yakni menjamu runner-up musim lalu, Borneo FC, di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Sabtu (12-9-2026).

Video Populer

Foto Populer