Jadi Pindah atau Tidak? Masa Depan Joshua Zirkzee di Manchester United Masih Belum Jelas

Zirkzee menolak Fiorentina meski harga disetujui, Juventus sudah merekrut Nick Woltemade. Posisinya terpinggirkan di Manchester United.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 01 September 2026, 13:41 WIB
Penyerang Manchester United, Joshua Zirkzee, merayakan gol pembuka yang membuat skor 1-0 dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris (Premier League) antara Manchester United dan Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 30 Desember 2025. (Oli Scarf/AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Joshua Zirkzee di Manchester United semakin sulit dipastikan. Penyerang asal Belanda itu kian tersisih dari skuad setelah tidak menjadi bagian utama dari rencana Michael Carrick pada awal musim 2026/2027.

Manchester United sebenarnya berupaya melepas Zirkzee sebelum bursa transfer musim panas ditutup. Namun, rencana tersebut mendapat hambatan setelah Fiorentina tidak lagi menjadikannya sebagai target utama.

Advertisement

Menurut laporan Fabrizio Romano, Fiorentina bersedia memenuhi harga yang ditetapkan Manchester United. Namun, Zirkzee menolak secara pribadi kesempatan pindah ke klub Serie A tersebut sehingga peluang transfer itu akhirnya kandas.

Juventus sebelumnya juga menunjukkan minat kepada pemain berusia 25 tahun tersebut. Akan tetapi, Bianconeri telah merekrut Nick Woltemade dari Newcastle, sehingga opsi bagi Zirkzee semakin terbatas menjelang Deadline Day.


Zirkzee Semakin Terpinggirkan di Manchester United

Penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee, merayakan mencetak gol pertama tim selama pertandingan persahabatan pra-musim antara Manchester United dan Leeds di Croke Park di Dublin, Irlandia, pada 12 Agustus 2026. (Paul Iman/AFP)

Zirkzee menjadi salah satu pemain yang ingin dilepas Manchester United. Sejak Carrick mengambil alih, ia hanya mengoleksi 127 menit bermain dan tidak diturunkan dalam dua laga pertama Premier League musim ini.

Persaingan di lini depan membuat peluang Zirkzee semakin tipis. Ia berada di belakang Matheus Cunha, Marcus Rashford, Benjamin Šeško, dan Bryan Mbeumo dalam hierarki penyerang United.

Kondisi tersebut bukan sesuatu yang baru bagi Zirkzee. Ia juga kesulitan mendapatkan tempat utama ketika Ruben Amorim masih menangani United, bahkan kemungkinan hengkang sudah muncul pada bursa transfer musim panas sebelumnya.

Kini, Manchester United membutuhkan solusi untuk situasi Zirkzee. Selain ingin mengurangi pemain yang tidak masuk rencana utama, klub juga membutuhkan tambahan dana untuk melanjutkan aktivitas transfer sebelum bursa ditutup.


United Butuh Dana, tetapi Transfer Zirkzee Tersendat

Manchester United unggul lebih dulu lewat gol Joshua Zirkzee pada menit ke-27. Wolves kemudian menyamakan kedudukan melalui sundulan Ladislav Krejci pada menit ke-45. (AP Photo/Dave Thompson)

Penjualan Zirkzee menjadi salah satu cara realistis bagi Manchester United untuk menambah ruang finansial. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan rencana memperkuat posisi bek kiri setelah klub menggelontorkan dana besar untuk membangun kembali lini tengah.

Luke Shaw menjadi satu-satunya pilihan alami di posisi bek kiri dalam skuad saat ini. United disebut menjadikan Lewis Hall dari Newcastle sebagai target utama, tetapi biaya transfernya berada di luar kemampuan finansial klub saat ini.

Alejandro Balde dari Barcelona juga masuk dalam radar, tetapi harganya dilaporkan terlalu tinggi. Situasi tersebut membuat pemasukan dari penjualan pemain semakin penting bagi United.

Namun, rencana itu belum berjalan sesuai harapan. Zirkzee telah menolak Fiorentina, sementara Juventus tidak lagi menjadi opsi yang pasti setelah merekrut Woltemade, membuat masa depannya di Old Trafford tetap menjadi teka-teki hingga Deadline Day.

Berita Terkait