Siasat Juan Cortes Atasi Mepetnya Persiapan Persijap Jelang Bergulirnya BRI Super League

Pelatih Persijap Jepara, Juan Cortes, berusaha mengatasi keterbatasan waktu dalam mempersiapkan anak asuhnya untuk mengarungi ajang BRI Super League 2026/2027.

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persijap Jepara, Juan Cortes, berusaha mengatasi keterbatasan waktu dalam mempersiapkan anak asuhnya untuk mengarungi ajang BRI Super League 2026/2027.

Dibandingkan kontestan lainnya, Persijap menjadi salah satu tim yang paling akhir memulai persiapannya pada masa pramusim. Juan Cortes menyadari ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi Laskar Kalinyamat.

Juru taktik asal Spanyol ini menegaskan anak asuhnya tak boleh membuang waktu dan harus bekerja ekstra efisien agar bisa tampil maksimal saat kick-off BRI Super League dimulai pada 6 September 2026.

“Ini mungkin menjadi salah satu tantangan terbesar kami. Kami memulai persiapan lebih lambat dibanding banyak tim lain, jadi kami tidak boleh menyia-nyiakan satu pun sesi latihan,” kata Juan Cortes saat dihubungi Bola.com, Selasa (1/9/2026). 

Sebagai informasi, latihan perdana Laskar Kalinyamat pada pramusim ini baru dimulai pada Senin (17/8/2026). Sendri Johansyah dan kawan-kawan hanya punya waktu efektif selama tiga pekan untuk melakukan persiapan.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Integrasi Metode Latihan

Demi mengejar ketertinggalan, tim pelatih Persijap yang dinakhodai Juan Cortes langsung menerapkan metode latihan terpadu sejak hari pertama guna menggembleng kondisi fisik sekaligus pemahaman taktik para pemain.

Pelatih berusia 42 tahun itu juga menyadari intensitas latihan yang tinggi di masa pramusim sangat rentan dengan risiko cedera. Persijap harus berhati-hati dalam mengelola para pemain.

“Mulai dari hari pertama, kami sudah mencoba mengintegrasikan latihan fisik, taktis, dan teknis secara bersamaan. Intensitasnya memang tinggi, tetapi kami juga harus mengelola para pemain dengan cerdas karena terlalu memaksakan percepatan bisa meningkatkan risiko cedera,” kata dia.

 

Bangun Fondasi Dahulu

Dengan masa persiapan selama tiga pekan, Persijap tentu tak memiliki kelonggaran untuk mematangkan tim. Namun, bagi Juan, aspek yang paling penting adalah menentukan skala prioritas yang ingin dicapai.

Solusinya, Laskar Kalinyamat akan memaksimalkan masa pramusim ini untuk membangun fondasi tim yang kuat. Ini menjadi modal penting agar Laskar Kalinyamat bisa memiliki pijakan untuk berkembang saat kompetisi sudah bergulir.

“Kami tahu kami tidak punya banyak waktu, jadi kuncinya adalah benar-benar memperjelas prioritas kami. Kami tidak bisa membenahi segala hal dalam dua atau tiga minggu, tetapi kami bisa membangun fondasi yang kuat dan terus berkembang selama kompetisi berjalan,” kata Juan.

 

Jelang Laga Perdana

Sejauh ini, Juan telah mendapatkan gambaran awal dari perkembangan anak asuhnya melalui beberapa laga uji coba. Sebab, ada banyak aspek yang bisa diukur, dan ini menjadi acuan untuk menentukan langkah berikutnya.

“Itu adalah pertandingan yang sangat penting bagi kami karena latihan memberikan gambaran, tetapi kompetisi memberikan gambaran yang berbeda,” ujar pelatih yang terakhir kali mengasuh klub Liga Bolivia, SA Bulo Bulo itu.

“Hasilnya positif, tetapi bagi saya hal yang paling penting adalah mengevaluasi tim: organisasi permainan kami, kondisi fisik kami, bagaimana para pemain merespons berbagai situasi, dan area mana saja yang masih perlu kami tingkatkan.”

Yang jelas, kata Juan, Persijap tidak boleh terlena dengan hasil laga-laga uji coba. Sebab, ujian sesungguhnya yang akan mereka hadapi ialah saat bertandang ke markas Madura United pada pekan pertama BRI Super League 2026/2027.

“Kami melihat banyak hal positif, tetapi kami juga melihat detail-detail yang harus diperbaiki. Kami tidak boleh terkecoh oleh hasil pertandingan persahabatan. Madura United dan BRI Super League akan menuntut jauh lebih banyak dari kami, jadi kami harus tetap bekerja keras dengan rendah hati,” ujar Juan.

Video Populer

Foto Populer