Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Finishing Timnas Indonesia U-20 Harus Lebih Klinis Lawan Laos

Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Pengamat: Finishing Timnas Indonesia U-20 Harus Lebih Klinis Jika Ingin Hasil Manis Lawan Laos U-20

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 02 September 2026, 12:45 WIB
Timnas Indonesia U-20. (Bola.com/X Timnas Indonesia).

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-20 akan menghadapi Laos U-20 pada laga kedua fase Grup A Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Laos National Stadium Vientiane, Laos, Kamis (3/9/2026) malam WIB.

Partai ini jelas tak mudah bagi pasukan Nova Arianto. Mereka harus melawan tuan rumah yang pasti tampil mati-matian di hadapan puluhan ribu pendukungnya. Apalagi sebelumnya, Laos U-20 menelan kekalahan 0-2 dari Australia U-20.

Advertisement

Kedua tim dituntut memenangkan pertandingan untuk membuka kesempatan menjadi runner-up terbaik dari grup ini. Apa yang harus dilakukan Putu Panji dkk. untuk menundukkan Laos U-20?

"Timnas Indonesia U-20 harus main tenang dan lebih klinis dalam finishing. Karena dua aspek ini masih jadi kekurangan anak asuh Nova Arianto," kata Gusnul Yakin.

 


Jangan Gugup

Starting XI Timnas Indonesia U-20 saat menghadapi Malaysia dalam laga pertama Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Stadion Nasional Laos, Senin (31/8/2026). (Dok. PSSI)

Pemerhati sepak bola Nasional asal Malang ini berharap anak asuh Nova Arianto tak gugup menghadapi tekanan suporter tuan rumah.

"Untuk bermain tenang pemain harus sabar dan tak terpengaruh tekanan penonton. Semoga tekanan itu malah menyulut spirit pemain Timnas Indonesia U-20," ujarnya.

Eks juru taktik Arema ini juga berharap Timnas Indonesia mengubah cara menyerang dengan langsung menusuk jantung pertahanan Laos U-20.

"Saat lawan Malaysia U-20, saya amati Timnas Indonesia menyerang lewat bola-bola daerah. Cara ini kurang efektif dan melelahkan bagi pemain. Nova Arianto harus mengubah dengan bermain bola pendek dan cepat di area pertahanan Laos U-20," jelasnya.

 


Harus Lebih Tenang

Gusnul Yakin mengamati dukungan dari lini tengah juga masih minim. Sehingga saat menyerang Timnas Indonesia U-20 tampak kekurangan pemain.

"Timnas Indonesia harus bermain rapat dan bergerak simultan secara bersamaan. Ini akan mempersempit ruang permainan, tapi tekanan terhadap lawan makin masif. Nah, saat itulah kita memainkan bola satu dua sentuhan," ujar Gusnul. 

"Pemain Timnas Indonesia U-20 juga harus lebih tenang dalam finishing ke gawang," tuturnya. 

Berita Terkait