Bola.com, Sleman - PSS Sleman bertolak ke Bali, Rabu (2-9-2026) siang WIB. Super Elang Jawa membawa 23 pemain untuk menantang Bali United pada laga perdana BRI Super League 2026/2027.
Duel kedua tim tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4-9-2026) pukul 19.00 WIB.
Laga ini jadi ujian pertama PSS di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.
Persiapan lebih dari sebulan sejak Juli lalu dimanfaatkan PSS untuk mematangkan berbagai aspek. Satu di antara aspek yang mendapat perhatian khusus adalah situasi bola mati atau set piece.
"Kami tahu pada pertandingan di Bali sebelumnya, mereka sangat berbahaya dari situasi tendangan bebas dan sepak pojok. Kami harus bersiap untuk itu," ujar Pieter Huistra, pelatih PSS.
"Kami memiliki sundulan yang bagus dan pemain-pemain bertahan yang kuat. Tetapi, kami tetap harus berlatih agar setiap pemain tahu persis apa yang harus dilakukan, termasuk pemain baru," imbuhnya.
Punya Amunisi dengan Postur Menjulang
PSS berusaha menjadikan set piece sebagai satu di antara sumber gol. Huistra tak ingin timnya sekadar berharap pada keberuntungan ketika mendapatkan tendangan bebas maupun sepak pojok.
"Kami juga ingin mengejutkan lawan dan mencetak gol dari tendangan bebas. Jika tidak dilatih, kami hanya mengandalkan keberuntungan. Dengan berlatih, kami bisa menciptakan keberuntungan itu sendiri," katanya.
Menariknya, pada musim ini PSS punya sejumlah pemain dengan postur menjulang. Satu di antaranya ialah penyerang anyar, Matheus Fornazari, yang memiliki tinggi badan 2,03 meter.
Matheus juga memberikan variasi berbeda di lini depan PSS. Karakter pemain asal Brasil tersebut tidak sama dengan Gustavo Tocantins, yang menjadi andalan musim lalu.
"Sekarang kami punya dua striker bagus atau tiga jika menghitung Dimas Drajad. Itu penting karena ketika menjalani banyak pertandingan, kami harus melakukan rotasi," ucap Huistra.
"Musim lalu kami punya Tocantins, jadi musim ini kami butuh tipe striker yang berbeda. Matheus memiliki tipe yang berbeda dengan Toca dan variasi ini bagus untuk tim serta menyulitkan lawan untuk beradaptasi," tambahnya.
Dikawal Ribuan Suporter
Di sisi lain, PSS tidak akan berjuang sendirian di Bali. Sekitar 2 ribu suporter dipastikan hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada skuad Laskar Sembada.
Asisten pelatih PSS, Demerson, menyambut antusias dukungan tersebut. Menurutnya, kehadiran suporter di berbagai stadion memberikan energi tambahan bagi para pemain.
"Luar biasa. Sekarang dukungan untuk PSS ada di mana-mana. Di mana pun kami bermain, pasti ada banyak suporter yang datang. Tentu tim sangat senang kalau mereka bisa hadir bersama kami," tutur Demerson.
"Saya selalu bilang kepada pemain kalau suporter datang memberikan support, mereka menjadi pemain ke-12 kami. Ketika mereka datang memberikan support tentu tim juga senang sekali. Kami akan berjuang dan bermain spartan untuk mereka," tegasnya.