Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Duel Kontra Laos Jadi Simalakama bagi Timnas Indonesia U-20

Timnas Indonesia akan menghadapi tuan rumah Laos pada match day kedua Grup H kualifikasi Piala Asia 2027.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 03 September 2026, 09:15 WIB
Starting XI Timnas Indonesia U-20 saat menghadapi Malaysia dalam laga pertama Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Stadion Nasional Laos, Senin (31/8/2026). (Dok. PSSI)

Bola.com, Jakarta - Laga kontra Timnas Laos U-20 bak simalakama bagi Timnas Indonesia U-20. Tim asuhan Nova Arianto menghadapi dilema pada pertandingan kedua fase Grup H di New Laos National Stadium Vientiane, Laos, Kamis (3-9-2026).

Situasi sulit dialami para peserta menyusul mundurnya Timnas Filipina U-20 dari ajang ini. Padahal, seharusnya The Young Azkals tergabung di Grup A bersama Korea Selatan, Kirgistan, dan Lebanon.

Advertisement

Lantaran grup A jadi hanya berisikan tiga kontestan, ada penyesuaian dan perubahan terkait penentuan tujuh runner-up terbaik yang lolos ke babak final Piala Asia U-20 2027 di China.

Demi asas keadilan, semua hasil pertandingan tujuh grup lainnya atas tim juru kunci tak dihitung.

Kebijakan ini juga berlaku bagi Timnas Indonesia U-20 saat bentrok kontra Laos.

 


Yang Penting Menang

Timnas Indonesia U-20. (Bola.com/X Timnas Indonesia).

Jika Putu Panji dkk. berhasil menang dan Laos menempati juru kunci Grup H, tiga poin kemenangan Timnas Indonesia U-20 tak dihitung lagi. Jerih payah pemain Timnas Indonesia U-20 pun sia-sia.

Alhasil, duel Timnas Indonesia U-20 melawan Australia yang menjadi penentu langkah ke China 2027.

Situasi ini mendapat perhatian dari pengamat sepak bola nasional, Gusnul Yakin.

"Menurut saya, Timnas Indonesia U-20 tetap harus menggasak Laos. Jangan berpikir kemenangan nanti mubazir. Lalu, bagaimana andai Laos yang menang? Kita malah bisa jadi juru kunci Grup H," kata Gusnul Yakin.

 


Ada Hikmah

Pertandingan Timnas Indonesia U-20 versus Malaysia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di New Laos Stadium, Ventiane, Senin (31-8-2026). (Dok. FB Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM)

Gusnul Yakin meyakini, apa pun dari kemenangan nanti pasti ada hikmah yang bisa dipetik Timnas Indonesia U-20.

"Kemenangan akan mengembalikan kepercayaan diri para pemain untuk melawan Australia U-20 karena itu partai jadi terakhir penentuan ke Piala Asia U-20," ucapnya.

Gusnul Yakin juga menilai Timnas Indonesia U-20 tak sekadar mengejar tiket ke Piala Asia U-20 2027.

Namun, juga harus berusaha agar tidak jadi penghuni peringkat terbawah Grup H lantaran ada kemungkinan Timnas Indonesia U-20 bisa terperosok atau terdegradasi ke Fase Development pada Kualifikasi Piala Asia edisi berikutnya.

Satu slot fase level kedua ini sudah dikantongi Filipina akibat mundur dari hajatan ini.

 


Format Baru

Pertandingan Timnas Indonesia U-20 versus Malaysia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di New Laos Stadium, Ventiane, Senin (31-8-2026). (Dok. FB Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM)

Pada Januari 2026, AFC memperkenalkan format dua fase baru untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, yakni Fase Kualifikasi dan Fase Pengembangan dengan sistem promosi dan degradasi.

Perincian regulasinya, Fase Kualifikasi terdiri dari 32 tim dibagi menjadi delapan grup yang masing-masing berisi empat tim. Pemenang dari setiap grup, dan tujuh tim peringkat kedua terbaik lolos ke putaran final di China 2027.

Sedangkan tim peringkat keempat di setiap grup terdegradasi ke Fase Pengembangan untuk edisi kualifikasi berikutnya.

Situasi inilah yang musti dihindari jika Timnas Indonesia U-20 tak ingin merangkak dari bawah lagi pada gelaran selanjutnya.

"Aturan baru AFC ini sangat menarik. Tapi, gara-gara Filipina mundur, situasi jadi sulit. Tim mana pun pasti tak mau jadi juru kunci. Begitu pula Timnas Indonesia U-20 dan Laos. Makanya, Timnas Indonesia U-20 harus fokus untuk lolos ke Piala Asia U-20. Siapapun lawannya harus dikalahkan supaya kita tak masuk Fase Development," tutur Gusnul Yakin.

Berita Terkait