Fabio Quartararo Tak Panik Meski Tes MotoGP 2027 Dipangkas, Siap Adaptasi dengan Honda dan Pirelli

Fabio Quartararo tidak mempermasalahkan keputusan MotoGP memangkas jadwal tes pramusim menjelang musim 2027.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 03 September 2026, 11:00 WIB
Fabio Quartararo tampil dengan wajah baru pada motor Yamaha YZR-M1 pada tes Shakedown MotoGP Sepang. (X/Yamaha)

Bola.com, Jakarta - Fabio Quartararo tidak mempermasalahkan keputusan MotoGP memangkas jadwal tes pramusim menjelang musim 2027. Meski bakal berganti tim dan pabrikan dari Yamaha ke Honda serta harus beradaptasi dengan ban Pirelli, Quartararo menilai empat hari tes sudah cukup.

MotoGP 2027 memang akan menghadirkan perubahan besar. Selain regulasi teknis baru dengan mesin berkapasitas lebih kecil, yakni 850cc, kompetisi juga akan memasuki era baru bersama Pirelli setelah sebelumnya menggunakan Michelin.

Advertisement

Situasi tersebut membuat para pembalap yang berganti tim maupun rookie membutuhkan waktu adaptasi. Namun, mereka justru akan mendapatkan jatah pengujian yang lebih sedikit dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Untuk rookie, sesi Sepang Shakedown dan tes resmi masing-masing dipangkas dari tiga hari menjadi dua hari. Sementara pembalap yang sudah berpengalaman dan tidak diperbolehkan mengikuti Shakedown hanya mendapatkan empat hari tes pramusim, berkurang dari lima hari.

Mereka sebelumnya juga dijadwalkan menjalani tes satu hari bersama seluruh pembalap di Valencia pada Desember.

 


Bagnaia Sempat Khawatir

Pembalap Ducati, Pecco Bagnaia pada tes pramusim MotoGP Sepang 2026. (X/Ducati)

Pemangkasan waktu tes tersebut menjadi sorotan karena MotoGP akan mengalami perubahan teknis besar pada 2027.

Sejumlah pembalap, termasuk Francesco "Pecco" Bagnaia, sebelumnya mengungkapkan kekhawatiran mengenai minimnya kesempatan menguji motor dan ban Pirelli generasi baru.

Bagnaia menilai waktu yang tersedia terlalu singkat untuk memahami karakter ban baru, terutama bagi pembalap yang berganti pabrikan.

"Saya memahami tidak mencoba motor 850cc karena saya akan meninggalkan Ducati. Namun, pada 1 Desember, tanpa pernah menguji Pirelli sebelumnya, kemudian hanya mengendarai motor selama satu hari di Valencia, waktunya sangat sedikit," ujar Bagnaia, seperti dikutip dari Crash, Kamis (3/9/2026). 

Menurut Bagnaia, kondisi cuaca dingin di Valencia juga membuat waktu efektif pengujian semakin terbatas.

"Anda tidak akan benar-benar memahami bannya dan tidak punya banyak hal yang bisa ditanyakan kepada Pirelli. Jadi, menurut saya itu bukan ide terbaik," lanjutnya.

Tes kedua untuk motor dan ban 2027 akan digelar setelah GP Austria. Namun, susunan pembalap yang akan ambil bagian masih belum ditentukan.

 


Quartararo: Empat Hari Sudah Cukup

Fabio Quartararo mengaku sangat antusias dengan perubahan besar ini. Juara dunia 2021 itu berharap transisi ke mesin V4 bisa membawanya kembali kompetitif ke perebutan gelar juara dunia. Tampak dalam foto, pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo saat tampil pada perkenalan motor baru Yamaha untuk mengarungi MotoGP 2026 di Jakarta, Rabu (21/1/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Berbeda dengan Bagnaia, Quartararo justru tidak terlalu mempermasalahkan pemangkasan tersebut.

Pembalap Prancis itu akan menghadapi tantangan besar musim depan setelah meninggalkan Yamaha untuk bergabung dengan Honda. Selain motor baru, ia juga harus beradaptasi dengan ban Pirelli.

"Kami akan memiliki dua hari di Sepang dan dua hari di Thailand. Saya pikir empat hari sudah cukup untuk beradaptasi. Saya tidak berpikir kehilangan satu hari akan menjadi masalah besar," kata Quartararo saat berada di Aragon.

Menurut juara dunia MotoGP 2021 tersebut, pengalaman saat tes memang penting, tetapi pemahaman sebenarnya terhadap motor justru akan didapatkan ketika menjalani balapan.

"Pengalaman yang Anda dapatkan saat tes adalah satu hal, tetapi Anda membutuhkan akhir pekan balapan," ujarnya.

Quartararo menjelaskan, mengendarai motor dalam sesi tes terasa berbeda dibandingkan ketika berada di tengah persaingan balapan.

"Rasanya mungkin mirip saat mengendarai motor, tetapi berbeda ketika berada di akhir pekan balapan. Anda harus menyalip, mengerem, mengubah arah dengan motor-motor lain di sekitar Anda," tutur Quartararo.

Sumber: Crash

 

Berita Terkait