Francesco Bagnaia Terpuruk di MotoGP Aragon, Merasa Dipermalukan dan Tak Melihat Jalan Keluar

Francesco Bagnaia makin terpuruk di MotoGP. Ia merasa dipermalukan dan kehabisan jalan keluar.

Bola.com, Jakarta - Francesco Bagnaia sedang berada dalam periode sulit di MotoGP 2026. Pembalap Ducati Lenovo itu mengaku merasa "dipermalukan" setelah kembali gagal meraih poin pada MotoGP Aragon di MotorLand Aragon, Minggu (30-8-2026).

Bagnaia mengakhiri sprint race pada posisi ke-11, sebelum gagal menyelesaikan balapan utama. Ia terjatuh pada lap keenam dari total 23 putaran ketika sedang berada di posisi ketujuh.

Hasil tersebut menjadi kali kedua secara beruntun Bagnaia gagal mencetak poin. Sebelumnya, pembalap asal Italia itu juga tidak meraih angka pada sprint dan balapan utama di MotoGP Hungaria.

Padahal, Bagnaia sempat menunjukkan perkembangan sebelum jeda musim panas. Ia bahkan berhasil memenangi sprint race di Brno. Namun, performanya menurun sejak kompetisi kembali bergulir di Silverstone.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kecewa dengan Situasinya

Usai kembali gagal finis di Aragon, Bagnaia mengaku sangat kecewa dengan situasi yang sedang dihadapinya.

"Saya selalu memberikan semua yang saya bisa dalam setiap situasi dan setiap sesi. Saya datang ke garasi dan berusaha menjelaskan semuanya sejelas mungkin karena kami semua sedang mencari solusi yang tidak kunjung datang," ujar Bagnaia.

"Ketika kemudian mengalami akhir pekan seperti ini, seperti di Silverstone, Anda berakhir di aspal karena terus memaksa, tetapi usaha itu hanya menghasilkan lap satu detik lebih lambat dari yang tercepat. Itu membuat Anda terpukul dan, yang terpenting, saat ini terasa memalukan," imbuhnya.

Bagnaia menyebut kondisi tersebut sebagai satu di antara titik terendah dalam kariernya. Ia juga mengaku belum melihat jalan keluar dari masalah yang terus dialaminya.

"Situasinya sama seperti pada balapan pertama. Bahkan, dalam dua balapan terakhir kondisinya hampir makin buruk. Jadi, ini sulit," ungkapnya.

Masalah Grip Belakang

Persoalan grip pada bagian belakang motor kembali menjadi masalah utama Bagnaia di Aragon. Sejak sesi latihan, ia sudah kesulitan dan hanya menempati posisi ke-13, sementara seluruh pembalap Ducati lainnya lolos langsung ke Q2.

Bagnaia kemudian menunjukkan sedikit perkembangan saat kualifikasi. Namun, kecepatannya belum cukup untuk bersaing di posisi 10 besar dalam sprint race.

Pada balapan utama, ia kembali merasakan masalah yang sama sebelum akhirnya terjatuh.

"Menurut saya, kurangnya grip di bagian belakang terlalu besar. Kenyataannya, saya tidak mendapatkan grip sama sekali. Benar-benar nol grip," kata Bagnaia.

Ia bahkan mengurangi tenaga mesin setelah lima lap karena ban belakangnya sudah kehilangan daya cengkeram.

Bagnaia kemudian kehilangan bagian belakang motor dan ketika grip kembali, bagian depan justru terlepas hingga membuatnya terjatuh.

Mulai Cemas

Masalah grip belakang telah dirasakan Bagnaia sepanjang musim ini. Kondisi tersebut tetap terjadi di Aragon, meski lintasan MotorLand dikenal memiliki tingkat cengkeraman yang tinggi.

Situasi itu membuat Bagnaia mulai memikirkan balapan-balapan berikutnya. Ia khawatir masalah tersebut akan makin sulit diatasi ketika MotoGP tiba di sirkuit dengan tingkat grip yang lebih rendah.

"Sejak Silverstone, sesuatu terjadi karena saya tidak memiliki grip. Benar-benar nol. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi ketika kami tiba di sirkuit lain dengan tingkat grip yang lebih rendah. Jadi, saya tidak bisa membayangkannya," ucapnya.

Bagnaia juga merasa kesulitan memahami mengapa upaya yang telah diberikannya kepada Ducati belum menghasilkan perubahan.

Ia mengaku telah mempelajari data, termasuk data lama, tetapi tidak lagi mampu melakukan hal-hal yang sekarang bisa dilakukan pembalap lain.

"Saya berada dalam situasi ketika dengan motor saat ini, saya tidak bisa mengendarainya secara alami. Ketika mencoba melakukan sesuatu yang lebih, saya justru terjatuh," tutur Bagnaia.

Keraguan Diri

Kesulitan yang dialami Bagnaia saat ini mengingatkan pada periode buruk yang dijalaninya pada MotoGP 2025.

Penampilannya ketika itu sangat tidak konsisten dan ia menutup musim dengan enam kali gagal finis dalam tujuh seri terakhir.

Ketika ditanya apakah hasil-hasil buruk pada musim ini mulai membuatnya kembali meragukan kemampuan sendiri, Bagnaia mengaku pernah mengalami fase serupa tahun lalu.

Ia kemudian berhasil menghilangkan keraguan tersebut setelah menjalani tes di Misano dan tampil dalam balapan di Jepang. Menurutnya, hasil itu membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di posisi terdepan ketika merasa nyaman dengan motornya.

Bagnaia kini berharap bisa kembali menemukan performa seperti ketika tampil dominan di Jepang. Namun, saat ditanya apakah hal tersebut bisa terulang musim ini, ia hanya memberikan jawaban singkat.

"Saya tidak tahu, tetapi saya berharap demikian," kata Bagnaia.

 

Sumber: Motorsport

Video Populer

Foto Populer