Bola.com, Jakarta - Iliman Ndiaye telah mengalami perubahan karier yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Pemain asal Senegal ini sebelumnya meninggalkan Marseille setelah menjalani musim yang mengecewakan, namun kini ia bersiap untuk bergabung dengan Manchester City dalam transfer senilai £65 juta.
Manchester City dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Everton untuk mendatangkan Ndiaye dengan nilai £60 juta ditambah bonus sekitar £4,3 juta. Jika semua bonus tersebut terpenuhi, transfer pemain berusia 26 tahun ini bisa mencapai total £65 juta.
Proses transfer ini berlangsung cepat setelah Tottenham Hotspur sebelumnya berada di posisi terdepan untuk mendapatkan jasanya. Namun, kesepakatan dengan Spurs gagal, dan Manchester City memanfaatkan situasi tersebut setelah gagal mendatangkan target utama mereka, Cody Gakpo.
Masa Sulit di Marseille
Perjalanan Ndiaye bersama Marseille dimulai dengan harapan besar. Ia direkrut dari Sheffield United pada tahun 2023 dengan nilai sekitar £14,5 juta, tetapi hanya satu musim kemudian, Marseille memutuskan untuk menjualnya setelah Ndiaye mencetak empat gol dan lima assist dari 46 penampilan.
Performa tersebut jauh dari ekspektasi saat ia bermain untuk Sheffield United. Namun, label flop yang melekat padanya di Marseille tidak sepenuhnya mencerminkan situasi yang terjadi, karena sepanjang musim 2023-2024, klub mengalami ketidakstabilan.
Ndiaye mengalami perubahan posisi yang sering, mulai dari sayap, pemain pendukung, hingga posisi tengah. Pergantian pelatih dan sistem permainan membuatnya kesulitan menemukan konsistensi, ditambah tekanan karena kembali ke klub yang ia dukung sejak kecil.
Everton Jadi Titik Balik
Setelah kembali ke Inggris, Ndiaye mulai menemukan kembali performa terbaiknya bersama Everton. Bermain di sisi kiri, ia berhasil membuktikan kemampuannya dalam membawa bola dan membantu serangan. Konsistensinya tercermin dari torehan 15 gol dalam 67 pertandingan liga, dengan sembilan gol pada musim pertama dan enam gol pada musim berikutnya.
Performa impresifnya juga membuat Ndiaye menjadi bagian penting di timnas Senegal. Ia berkontribusi dalam rotasi lini serang Senegal dan membantu negaranya meraih gelar AFCON 2025, termasuk mencetak gol ke gawang Mali pada babak perempat final.
Ketertarikan Manchester City untuk mendatangkan Ndiaye menunjukkan bahwa mereka melihatnya sebagai lebih dari sekadar opsi rotasi. Dengan kepergian Savinho dan Omar Marmoush serta masalah kebugaran Jeremy Doku, City membutuhkan pemain sayap yang dapat bermain di kedua sisi, kuat dalam situasi satu lawan satu, dan mampu beradaptasi dengan formasi 4-3-3 berbasis penguasaan bola.
Dalam waktu dua tahun, Ndiaye telah bertransformasi dari pemain yang mengalami masa sulit menjadi rekrutan bernilai tinggi Manchester City, dengan harga transfer yang mencapai empat kali lipat dari nilai saat ia meninggalkan klub asal Prancis tersebut.