Agen Ismaila Sarr Soroti Perlakuan terhadap Pemain Afrika dalam Proses Transfer: Jangan Diperlakukan Seperti Komoditas

Agen IsmaIla Sarr meminta agar pemain Afrika lebih dihargai dan dihormati dalam proses transfer.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 04 September 2026, 09:00 WIB
Ismaila Sarr mencetak gol di laga Community Shield antara Crystal Palace vs Liverpool di Stadion Wembley, Minggu (10/08/2025) malam WIB. (AP Photo/Dave Shopland).

Bola.com, Jakarta - Agen Ismaila Sarr, Diomansy Kamara, meminta adanya penghormatan lebih terhadap pemain-pemain Afrika dalam proses transfer.

Pernyataan itu disampaikan setelah upaya Liverpool mendatangkan Sarr dari Crystal Palace gagal, dan transfer Lamine Camara dari Monaco ke Chelsea batal pada hari terakhir bursa (deadline day).

Advertisement

Kamara menilai kasus yang dialami dua pemain asal Senegal tersebut layak menjadi perhatian.

Ia mempertanyakan posisi pemain dalam keputusan yang menentukan masa depan karier mereka.

"Kita harus keluar dari logika ketika pemain Afrika terkadang diperlakukan seolah-olah hanya sebuah komoditas: dibeli, ditentukan harganya, dinegosiasikan masa depannya, dan terlalu sering keinginan pemain justru dikesampingkan," kata Kamara dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu waktu setempat.

"Para pemain Afrika pantas mendapatkan penghormatan. Menghormati kerja keras mereka, karier mereka, ambisi mereka, dan suara mereka," lanjutnya.


Hormati Keputusan Pemain

Phil Foden berebut bola dengan Ismaila Sarr dalam laga Liga Inggris antara Crystal Palace vs Manchester City di Selhurst Park, 14 Desember 2025. (AP Photo/Kin Cheung)

Kamara juga mengakui klub memang dapat memiliki keputusan akhir dalam sepak bola profesional. Namun, ia tetap mempertanyakan sejauh mana keinginan pemain dilibatkan ketika sebuah keputusan menyangkut masa depannya.

"Fakta bahwa klub terkadang bisa memiliki keputusan akhir merupakan realitas sepak bola profesional. Tetapi, satu pertanyaan tetap ada: bagaimana dengan karier dan keinginan pemain?" ujar Kamara.

Menurut Kamara, pemain harus diberi kesempatan untuk didengar dan dihormati dalam keputusan yang menentukan masa depan mereka.

"Jangan pernah melupakan hal yang penting: di balik setiap kesuksesan, para pemainlah yang terlebih dahulu menulis sejarah," imbuhnya.


Transfer Sarr ke Liverpool Tak Terjadi

Selebrasi Ismaila Sarr usai mencetak gol di laga Community Shield antara Crystal Palace vs Liverpool di Stadion Wembley, Minggu (10/08/2025) malam WIB. (AP Photo/Dave Shopland).

Liverpool mengajukan tawaran untuk Sarr kepada Crystal Palace pada pekan lalu. Namun, Palace menolaknya dan menegaskan bahwa penyerang berusia 28 tahun itu tidak dijual.

Sarr merupakan pencetak gol terbanyak Palace pada musim lalu. Ia kemudian menghapus seluruh referensi mengenai klub pemenang Conference League tersebut dari akun media sosialnya.

Sarr juga absen dalam dua pertandingan pertama Palace menghadapi Everton dan Manchester City.

Manajer Pierre Sage mengatakan pemain berusia 28 tahun itu mengalami cedera.

Liverpool tidak kembali mengajukan tawaran untuk Sarr pada hari terakhir bursa transfer. The Reds memilih mempertahankan Cody Gakpo, yang juga diinginkan Manchester City.


Camara Gagal Pindah ke Chelsea

Gelandang Monaco Senegal #15, Lamine Camara, merayakan gol pertama timnya selama pertandingan L1 Prancis antara RC Strasbourg Alsace dan AS Monaco di Stade de la Meinau, di Strasbourg, Prancis timur, pada 17 Mei 2026. (ROMEO BOETZLE/AFP)

Pada waktu yang hampir bersamaan, Lamine Camara nyaris bergabung dengan Chelsea. Transfer gelandang berusia 22 tahun dari Monaco itu bernilai 47 juta paun.

Namun, Monaco kemudian membatalkan kesepakatan tertulis antarklub, yang sebelumnya telah tercapai. Chelsea pun dibuat kecewa oleh keputusan tersebut.

Direktur olahraga Monaco, Thiago Scuro, menjelaskan klubnya menghentikan transfer Camara setelah mendapatkan informasi bahwa Everton kembali siap menyelesaikan kepindahan Folarin Balogun.

Sebelumnya, transfer Balogun ke Everton senilai 40 juta paun sempat diragukan karena persoalan pemeriksaan medis.

Monaco kemudian mendapat kabar bahwa tidak ada lagi masalah dalam proses tersebut.

Scuro mengatakan, Monaco, setelah itu kembali menghubungi Chelsea dan menyampaikan bahwa kesepakatan untuk Camara tidak lagi berlaku.

"Karena ini juga adil untuk dilakukan. Ini juga bagian dari permainan," kata Scuro dalam konferensi pers pada Rabu.


Pembelaan Monaco

Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun melakukan selebrasi aksi setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, (01/07/2026). (AP Photo/Julio Cortez)

Ia juga menolak gambaran Monaco menjadi pihak yang paling bersalah dalam situasi tersebut.

"Tidak adil menggambarkan Monaco sebagai pihak yang paling bersalah," ujarnya.

Scuro menambahkan bahwa pihak-pihak di industri sepak bola pada dasarnya bersikap adil dan baik, sembari menyindir anggapan bahwa Monaco menjadi pengecualian.

Everton akhirnya hanya memiliki satu penyerang setelah Balogun berubah pikiran mengenai kepindahannya ke Merseyside.

Scuro menyebut penyebabnya, yakni Balogun tidak senang dengan cara Everton memperlakukannya selama proses pemeriksaan medis.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait