Bola.com, Jakarta - Gabriel Martinelli resmi melanjutkan kariernya di Arab Saudi. Penyerang asal Brasil itu meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan Al Hilal melalui transfer permanen.
Al Hilal membayar 81,2 juta dolar AS (sekitar Rp1,4 triliun) untuk mendapatkan Martinelli. Nilai tersebut menjadikan pemain berusia 25 tahun itu sebagai penjualan termahal sepanjang sejarah Arsenal.
Nominal transfer Martinelli hampir dua kali lipat dari harga yang diterima Arsenal ketika menjual Alex Oxlade-Chamberlain pada 2017.
Martinelli sebelumnya menolak kepindahan ke Galatasaray. Namun, Mikel Arteta kemudian tidak lagi memasukkannya ke rencana tim sehingga transfer ke Al Hilal akhirnya terjadi.
Martinelli sebelumnya masih mendapatkan kesempatan bermain sesuai perkiraan selama pramusim setelah Piala Dunia.
Namun, ia tidak masuk daftar pemain cadangan ketika Arsenal menghadapi Community Shield maupun pada dua pertandingan pertama Premier League 2026/2027.
Posisi Sayap Kiri
Arsenal memasuki bursa transfer musim panas dengan target memperkuat tim yang menutup musim 2025/2026 sebagai juara Premier League sekaligus runner-up Liga Champions.
Posisi sayap kiri menjadi satu di antara area yang mendapat perhatian. Martinelli sebelumnya kehilangan tempat utama di sayap kiri dari Leandro Trossard.
Setelah Trossard dijual ke Beşiktaş pada Juli, Arsenal mendatangkan Christos Tzolis.
Setelah itu, Arsenal berusaha mendapatkan sejumlah winger papan atas, tetapi gagal mengamankan Morgan Rogers, Vinícius Júnior, dan Bradley Barcola.
Arsenal juga tidak melanjutkan upaya serius untuk merekrut Malick Fofana.
Tzolis menunjukkan performa yang cukup menjanjikan pada awal musim. Mantan pemain Club Brugge itu masih memiliki sejumlah hal yang harus dibuktikan setelah sempat mengalami periode sulit dalam kariernya di Inggris.
Arsenal Kehilangan Opsi di Sayap Kiri
Meski demikian, kepergian Martinelli tanpa kedatangan winger elite sebagai pengganti membuat Arsenal kehilangan satu opsi di sektor kiri.
Arsenal berharap dapat mempertahankan gelar Premier League sekaligus melangkah jauh di Liga Champions, Piala FA, dan Carabao Cup. Tzolis pun membutuhkan dukungan untuk menjalani musim tersebut.
Eberechi Eze juga bisa dimainkan di sisi kiri. Selain itu, Arsenal mendapatkan pemain akademi Manchester United, James Scanlon, pada akhir pekan.
Pemain berusia 19 tahun tersebut tertarik dengan perkembangan Arsenal, sedangkan kepergian Martinelli membuat jalannya menuju kesempatan bermain menjadi terbuka.
Martinelli meninggalkan Arsenal setelah mencatatkan 278 penampilan. Ia dinilai sebagai pemain bagus, meski belum berada di level luar biasa.
SI dalam ulasannya menyatakan, dengan kondisi Arsenal yang belum mendapatkan pengganti langsung untuk Martinelli, keputusan melepas pemain Brasil itu menyisakan persoalan mengenai kedalaman skuad.
Arsenal memang mendapatkan pemasukan besar dari transfer tersebut, tetapi harus kehilangan satu di antara opsi di lini depan.
Belum Tentu Langsung Jadi Starter di Al Hilal
Dalam ulasannya, SI menulis, kepindahan ke Al Hilal juga tidak otomatis membuat Martinelli mendapatkan posisi utama.
"Dari sisi finansial, ia akan memperoleh gaji besar yang tidak dikenai pajak penghasilan. Namun, Martinelli tetap harus bersaing untuk mendapatkan tempat utama di klub barunya," tulis SI.
Crysencio Summerville bergabung dengan Al Hilal dari West Ham United pada Juli. Pemain asal Belanda itu selalu menjadi starter dalam empat pertandingan Pro League yang telah dijalani Al Hilal pada musim 2026/2027.
Summerville mencetak satu gol dan memberikan dua assist ketika Al Hilal menang 5-1 atas Al Khaleej pada pertandingan ketiga. Ia kembali mencetak gol saat Al Hilal menang 3-0 atas Al Ahli pada Selasa.
Catatan tersebut membuat persaingan di sisi kiri Al Hilal tidak mudah bagi Martinelli.
Mirip Nunez?
Selain Summerville, Martinelli harus bersaing dengan Salem Al Dawsari. Pemain yang sudah menjadi bagian dari Al Hilal sejak 2011 itu telah mencatatkan 500 penampilan dan 142 gol untuk Al-Za'eem, julukan Al Hilal.
Al Dawsari kini berusia 35 tahun dan sedang menyelesaikan proses pemulihan setelah menjalani operasi pada musim panas akibat cedera tendon lutut.
SI menulis, situasi Martinelli di Al Hilal mengingatkan pada kepindahan Darwin Nunez ke klub tersebut pada musim panas 2025.
Transfer itu tidak banyak memberikan perkembangan bagi karier penyerang Uruguay tersebut, yang kini dipinjamkan Al Hilal ke Al Diriyah, klub yang baru promosi.
Bagi Martinelli, manfaat paling jelas dari kepindahan ke Al Hilal adalah dari sisi finansial. Sementara untuk karier di lapangan, ia masih harus menghadapi persaingan di posisi favoritnya.
Sumber: SI