Kondisi Stadion Belum 100 Persen, Persib Bandung Tetap Menjamu PSM Makassar di GBLA

Meski kondisi stadion belum sepenuhnya 100 persen, Manajer Persib, Umuh Muchtar berharap pertandingan melawan PSM Makassar berjalan lancar dan Persib mampu meraih kemenangan di hadapan bobotoh.

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 04 September 2026, 14:15 WIB
Kandang Persib Bandung, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung. (Bola.com/Dok.Persib Bandung).

Bola.com, Bandung - Persib Bandung tetap menggunakan Stadion GBLA, Kota Bandung untuk menjamu PSM Makassar dalam laga perdana BRI Super League 2026/2027, Minggu (6/9/2026) meski kondisinya belum 100 persen siap.

Meski kondisi stadion belum sepenuhnya 100 persen, Manajer Persib, Umuh Muchtar berharap pertandingan melawan PSM Makassar berjalan lancar dan Persib mampu meraih kemenangan di hadapan bobotoh.

Advertisement

“Alhamdulillah, walaupun GBLA belum 100 persen, karena di Si Jalak Harupat sudah tidak boleh dipakai, nanti kita main di sini. Mudah-mudahan semuanya lancar dan tidak ada masalah,” ujar Umuh Muchtar soal Persib akan tetap menggunakan GBLA.

“Yang penting Persib dapat tiga poin. Persib selalu menang, insya Allah,” lanjut Umuh Muchtar.


Laga Perdana Tidak Mudah, tapi Kemenangan Tetap Jadi Target

Persib Bandung saat sesi latihan. (Dok. ileague.id)

Menghadapi laga perdana, Umuh Muchtar menyadari pertandingan tidak akan mudah. Ia pun terus memberikan suntikan motivasi kepada pasukan Igor Tolic.

Umuh Muchtar, yang juga Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, mengakui kekuatan Maung Bandung musim ini sangat bagus.

Umuh menilai Persib memiliki skuad yang bagus, tetapi kemenangan tetap membutuhkan kesiapan dan konsentrasi penuh semua pemain yang main di lapangan nanti.

“Insya Allah kalau lihat pemain-pemain sekarang. Walaupun dikatakan main bagus, tapi kalau belum waktunya bisa bahaya juga katanya,” tutur Umuh.


Membangun Kedekatan Pemain

Pria berusia 78 tahun ini pun memilih membangun kedekatan dengan para pemain melalui berbagai kegiatan bersama, salah satunya makan bersama.

Menurutnya, momen itu bukan sekadar untuk mengisi energi sebelum pertandingan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpemain.

“Kadang saya bawa makan ke mana, di mana. Itu semua tujuannya untuk mempersatukan, membangun kekeluargaan, dan mempererat persahabatan,” ungkap Umuh.

Ia tidak ingin lagi ada sekat antara pemain lokal dan pemain asing. Semua pemain, menurutnya, harus merasa sebagai satu kesatuan di dalam tim.

“Tidak ada ‘oh kalau di sini lokal, di sana asing’. Kita semua harus berbaur. Kalau waktu makan mereka bisa ngobrol bersama, sambil saling bercanda. Itu yang kita perlukan,” imbuh Umuh.

“Jadi tidak ada lokal, tidak ada asing. Semuanya harus berbaur dan tetap bersatu,” tambah Umuh sambil mengakhiri.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait