Pembelian Bek Mahal Liverpool Gagal, Nama Darwin Nunez Disebut

Jamie Carragher menilai Milos Kerkez bak 'Darwin Nunez' baru di Liverpool.

BolaCom | Aulia RafaDiterbitkan 04 September 2026, 18:40 WIB
Antoine Semenyo dan Milos Kerkez berebut bola dalam laga Premier League antara Liverpool vs Manchester City di Anfield, 8 Februari 2026. (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Liverpool kembali disorot di area bek sayap setelah mengawali musim Premier League dengan performa yang belum sepenuhnya meyakinkan. Isu ini mencuat seiring kebutuhan The Reds untuk segera menemukan kestabilan di kedua sisi pertahanan.

Milos Kerkez dan Jeremie Frimpong disebut belum tampil konsisten pada dua laga pertama. Dari keduanya, Kerkez menerima kritik paling tajam dari legenda klub, Jamie Carragher.

Advertisement

Berbicara dalam podcast The Overlap pekan ini, Carragher mengaitkan penilaian tersebut dengan cara Kerkez mengambil keputusan saat menguasai bola, bahkan membandingkannya dengan sosok Darwin Nunez yang kerap dibahas soal efektivitas keputusan di sepertiga akhir.


Penilaian Jamie Carragher

Milos Kerkez berduel dengan Dennis Mam memperebutkan bola pada laga Liga Champions antara Liverpool dan PSV di Anfield. (AP Photo/Jon Super)

Menurutnya, pemain berusia 22 tahun itu terlalu kerap bermain dalam kecepatan puncak tanpa cukup membaca situasi. Carragher menilai pola seperti itu membuat keputusan-keputusan Kerkez tidak selalu efektif bagi tim.

“Saya pernah menggambarkan Kerkez musim lalu—dan itu adalah musim pertamanya, jadi mungkin saat itu penilaian saya agak terlalu keras. Dia adalah Darwin Nunez-nya para bek sayap,” ujar Carragher.

“Seolah-olah dia hanya menundukkan kepala lalu berlari. Semua yang dilakukan Kerkez seperti dilakukan dengan kecepatan 100 mil per jam.”

Carragher menambahkan, pemain tidak harus terus bermain pada tempo tertinggi. Khusus bek sayap, kemampuan memperlambat permainan, berhenti, mengubah arah, dan memilih opsi yang tepat saat membawa bola menjadi bagian penting dari kualitas individu.

Kritik tersebut mengemuka setelah Gary Neville mempertanyakan keputusan Liverpool yang tidak memperkuat pos bek sayap di bursa transfer musim panas. Roy Keane juga sebelumnya menyoroti sejumlah kelemahan mendasar pada lini pertahanan Liverpool.

Meski begitu, Carragher memahami alasan klub tetap mempertahankan Kerkez. Kepergian Andy Robertson membuat kebutuhan akan penerus di sisi kiri bertambah mendesak, sementara kedatangan Andoni Iraola sebagai pelatih turut menjadi pertimbangan. Iraola sendiri pernah bekerja bersama Kerkez ketika keduanya berada di AFC Bournemouth.


Bek Sayap Jadi Sorotan

Komentar Carragher memang terdengar keras, namun ada konteks yang menyertainya. Kerkez dan Frimpong sama-sama belum benar-benar meyakinkan dalam dua laga awal Liverpool, yang berakhir imbang 2-2 melawan Newcastle United dan Nottingham Forest.

Persoalannya bukan semata kontribusi menyerang. Ketenangan dalam pengambilan keputusan dan belum solidnya area pertahanan dari kedua sisi membuat tugas Andoni Iraola menjadi lebih kompleks pada tahap awal musim ini.

Kendati demikian, terlalu dini menilai Kerkez sebagai kegagalan. Ia baru berusia 22 tahun dan masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Adaptasi terhadap tuntutan Liverpool serta sistem Iraola juga membutuhkan waktu.

Pertanyaan yang kini mengemuka berkaitan dengan keputusan Liverpool tidak menambah bek sayap pada musim panas. Dengan Conor Bradley masih mengalami cedera, sementara Kerkez dan Frimpong belum sepenuhnya meyakinkan, Iraola dituntut menemukan solusi atas masalah yang sejatinya bisa diantisipasi sejak awal.

Berita Terkait