Isenmulang Kalteng FC Kalah Telak dari Arema FC, Kebobolan Cepat Jadi Penyebab

Isenmulang Kalteng FC takluk 0-4 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Laga ini seakan jadi start buruk bagi tim besutan Mundari Karya itu.

Bola.com, Malang - Kekalahan telak harus dialami tim promosi Isenmulang Kalteng FC di laga perdana BRI Super League, Jumat (4/9/2026).

Mereka takluk 0-4 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Laga ini seakan jadi start buruk bagi tim besutan Mundari Karya itu.

Padahal sebelum pertandingan, tim berjulukan Laskar Tambun Bungai itu percaya diri bisa mencuri poin.

Namun, apa daya, mereka jadi bulan-bulanan Arema. Empat gol tuan rumah dicetak oleh Ahmad Alfarizi, Diego Landis, Marcos Vinicius dan Mauro Zijlstra.

“Tim kami masih baru di Super League. Jadi, butuh adaptasi. Gol cepat dari Arema FC membuat kami bermain lebih terbuka," ujar Mundari Karya.

"Setelah ketinggalan 1 gol, kami sempat menguasai permainan. Mendapatkan penalti, meski batal. Kami bangga dengan perjuangan pemain di lapangan,” lanjut pelatih Isenmulang Kalteng FC itu.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Gol Cepat Jadi Penentu

Dalam laga ini, gawang Isenmulang Kalteng sudah kemasukan gol pada menit 6, sehingga Makan Konate dkk. bereaksi untuk segera membalasnya.

Namun, ini menjadi sebuah bumerang, karena Arema FC justru bisa melancarkan serangan cepat untuk mengeksploitasi pertahanan Isenmulang Kalteng yang terbuka.

Jika melihat komposisi pemainnya, bisa dibilang Isenmulang Kalteng FC memang kalah kelas. Lantaran hanya ada beberapa nama yang sudah merasakan atmosfer kasta tertinggi.

Seperti Makan Konate, Leo Lelis dan Gufroni Al Ma'ruf. Sisanya merupakan pemain yang baru menjalani debut di Super League.

Persiapan Terganggu

Bukannya mencari alasan, ternyata Isenmulang Kalteng punya persoalan saat persiapan.

Mereka tidak bisa menjalani latihan di markasnya, Palangkaraya karena gangguan asap dari kebakaran hutan. Sehingga tim ini kesulitan mempersiapkan tim.

“Dua minggu lalu persiapan tim kami terganggu karena asap. Itu jadi sebuah gangguan. Setelah ini, kemungkinan kami melanjutkan persiapan di Bali. Karena tidak memungkinkan untuk berlatih di Kalteng,” jelas Mundari.

Ini tentu jadi sebuah persoalan besar. Karena pemain bisa dilanda kejenuhan jika terlalu lama jadi tim musafir. Itu bisa berimbas pada mental pemain saat berlaga di lapangan.

Persaingan di BRI Super League

Video Populer

Foto Populer