Bola.com, Jakarta - Ryan Giggs dikenal sebagai salah satu pemain paling disiplin dalam sejarah Manchester United (MU). Selama membela Setan Merah, legenda asal Wales itu tampil dalam 963 pertandingan dan tak pernah sekali pun menerima kartu merah.
Namun, ada satu pengecualian. Kartu merah tersebut justru datang saat Giggs membela Timnas Wales, bukan Manchester United.
Momen itu terjadi di Oslo, Norwegia, dalam sebuah pertandingan yang pada akhirnya tidak lagi bisa dimenangkan Wales.
Sepanjang kariernya bersama MU selama 24 musim, Giggs mengoleksi 13 gelar Liga Inggris dan dua trofi Liga Champions. Ia juga mencatatkan 162 assist di Premier League.
Dalam urusan disiplin, catatannya terbilang luar biasa. Giggs hanya menerima 48 kartu kuning dan tidak pernah diusir keluar lapangan saat mengenakan jersey Manchester United.
Kisah unik tersebut terjadi pada 5 September 2001 di Ullevaal Stadion. Wales menghadapi Norwegia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2002.
Saat itu, Wales ditangani legenda MU, Mark Hughes, dan belum pernah memenangkan satu pun dari lima pertandingan pertama mereka. Giggs dipercaya mengenakan ban kapten.
Wales tampil impresif pada babak pertama.
Robbie Savage membawa Wales unggul pada menit ke-10 melalui sebuah tendangan voli dari jarak sekitar 25 meter. Namun, keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit setelah Ronny Johnsen, rekan setim Giggs di Setan Merah, menyamakan kedudukan.
Craig Bellamy kemudian kembali membawa Wales unggul pada menit ke-28. Wales menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.
Namun, keadaan berubah setelah turun minum.
Respons Singkat
Wales berusaha mempertahankan keunggulan, tetapi John Carew menyamakan skor pada menit ke-65. Delapan menit sebelum pertandingan berakhir, Frode Johnsen mencetak gol yang membuat Norwegia berbalik unggul.
Giggs telah menerima kartu kuning pada menit ke-67. Pada menit ke-86, ketika pertandingan praktis sudah berada di luar jangkauan Wales, wasit asal Austria, Fritz Stuchlik, kembali mengeluarkan kartu kuning untuk Giggs.
Kartu kuning kedua itu otomatis membuat sang kapten Wales harus meninggalkan lapangan. Menariknya, pelanggaran Giggs dianggap tidak terlalu berat. Mark Hughes bahkan mengakui hal tersebut.
"Apakah fakta bahwa dia Ryan menjadi faktor, itu harus ditanyakan kepada wasit. Kartu kuning kedua jelas bukan pelanggaran yang buruk," ujar Hughes, seperti dikutip dari Give Me Sport, Sabtu (5/9/2026).
Sementara itu, Giggs memilih memberikan respons singkat "Saya tidak ingin membicarakannya."
Gagal Masuk Daftar Elite
Kartu merah tersebut menjadi satu-satunya noda dalam catatan disiplin Giggs sepanjang karier profesionalnya.
Selama membela Manchester United dari 1991 hingga 2014, Giggs tidak pernah sekalipun menerima kartu merah dalam 963 penampilan.
Statistik tersebut semakin mengesankan jika melihat era yang dijalani Giggs. Ia menghabiskan lebih dari dua dekade sebagai pemain sayap di Premier League, ketika pemain di posisi tersebut kerap menjadi sasaran tekel keras.
Giggs juga bermain dalam satu ruang ganti dengan Roy Keane. Sang kapten legendaris MU itu bahkan tercatat tujuh kali menerima kartu merah di Premier League, sebuah rekor yang juga dimiliki Vinnie Jones.
Giggs melewati berbagai pertandingan panas, termasuk era rivalitas Roy Keane dan Patrick Vieira, tanpa pernah menjadi pemain yang harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Total 48 kartu kuning dalam 24 musim menjadi keseluruhan catatan disiplin Giggs bersama Manchester United.
Giggs sebenarnya hampir masuk dalam kelompok elite pemain yang tidak pernah menerima kartu merah sepanjang karier.
Salah satu nama paling terkenal adalah Gary Lineker, yang menjalani 16 tahun karier tanpa sekalipun menerima kartu kuning maupun kartu merah. Ia bahkan meraih FIFA Fair Play Award pada 1990.
Selain Lineker, ada sejumlah pemain besar lain yang juga memiliki catatan disiplin luar biasa, seperti Raul, Andres Iniesta, Philipp Lahm, Karim Benzema, Michel Platini, Gaetano Scirea, dan Ledley King.
Iniesta, misalnya, tampil dalam 885 pertandingan dan menerima 74 kartu kuning, tetapi tidak pernah diusir.
Giggs harus keluar dari daftar tersebut hanya karena satu malam di Oslo.
Sumber: Give Me Sport