Bola.com, Jakarta - Ruben Amorim berpeluang mencatatkan sejarah bersama AC Milan. Pelatih asal Portugal itu hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk membawa Milan memenangi tiga pertandingan pertama Serie A di bawah kepemimpinannya.
Jika berhasil melakukannya, Amorim akan menjadi pelatih Milan pertama yang mampu memenangi tiga laga awalnya di Serie A sejak Luigi Bonizzoni melakukannya pada 1958.
Bonizzoni meraih tiga kemenangan dalam tiga pertandingan pertamanya pada awal musim 1958/1959. Milan kemudian hanya dua kali menelan kekalahan sepanjang musim tersebut dan keluar sebagai juara Serie A.
Sebelumnya, Giuseppe Viani juga mengawali kiprahnya bersama Milan dengan tiga kemenangan beruntun pada musim 1956/1957.
Milan memang kalah dalam dua pertandingan berikutnya, tetapi setelah itu hanya sekali lagi menelan kekalahan hingga Maret dan kembali mengakhiri musim sebagai juara Serie A.
Catatan tersebut kini berada dalam jangkauan Amorim. Milan mengawali musim 2026/2027 dengan dua kemenangan, masing-masing 2-1 atas Torino pada pekan pembuka dan 2-0 ketika menjamu Venezia di San Siro.
Ujian berikutnya jauh lebih berat. Milan akan bertandang ke markas Juventus pada Senin (7-9-2026) dini hari WIB.
Juventus Jadi Penghalang
Juventus juga mengawali kompetisi dengan sempurna. Di bawah asuhan Luciano Spalletti, I Bianconeri memenangi dua pertandingan liga pertama tanpa kebobolan.
Juventus, Milan, Atalanta, Lazio, Inter Milan, dan pemuncak klasemen Roma sama-sama mengoleksi hasil sempurna setelah menjalani dua pertandingan pertama Serie A musim ini.
Amorim pernah mencatatkan tiga kemenangan dalam tiga pertandingan awal liga, hanya sekali selama menangani Manchester United di Premier League.
Kini, ia berpeluang mengulangi catatan tersebut bersama Milan sekaligus membukukan torehan yang belum dicapai pelatih Milan dalam 68 tahun terakhir.
Amorim mengambil alih Milan pada awal musim panas setelah klub berpisah dengan Massimiliano Allegri. Milan sebelumnya gagal lolos ke Liga Champions dan hanya mencetak 53 gol di Serie A.
Amorim datang setelah dipecat MU pada Januari 2026. Ia kemudian mendapat tugas membawa Milan kembali ke level elite Eropa.
Minta Milan Konsisten
Milan melakukan belanja besar pada bursa transfer musim panas. Rossoneri pun dinilai berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan musim lalu.
Menjelang kemenangan 2-0 atas Venezia, Amorim menjelaskan targetnya terhadap skuad Milan untuk musim 2026/2027.
Ia ingin membangun stabilitas sekaligus mengembangkan gaya bermain yang membuat seluruh pemain tetap terlibat sepanjang musim.
"Kami perlu memberikan stabilitas kepada tim dan mengembangkan cara bermain yang memungkinkan semua orang terlibat sepanjang musim. Kami selalu ingin kompetitif, baik di Serie A maupun Eropa," ujar Amorim dalam konferensi pers.
Harus Fleksibel
Menurut Amorim, Milan juga harus mampu melakukan perubahan pemain sesuai kebutuhan pertandingan dan karakter lawan.
"Kami harus mampu mengubah pemain. Kami membutuhkan kualitas yang berbeda tergantung lawan dan apa yang dibutuhkan pertandingan, jadi semua orang harus siap ketika pertandingan membutuhkannya," lanjutnya.
Amorim menekankan pentingnya konsentrasi. Ia meminta para pemain Milan mempertahankan tingkat perhatian yang sama dalam setiap pertandingan, termasuk ketika menghadapi lawan yang dianggap lebih mudah.
"Bagi saya, konsentrasi adalah hal fundamental. Kami tidak boleh fokus pada detail dalam pertandingan besar, tetapi kemudian tidak menunjukkan tingkat perhatian yang sama ketika menghadapi lawan yang mungkin dianggap lebih mudah," tuturnya.
"Kami harus menghadapi setiap pertandingan seolah-olah lawan berikutnya adalah tim terbaik di dunia. Jika kami tetap fokus, kami bisa mengalahkan siapa pun. Jika tidak, kami bahkan bisa kalah dari tim Serie B," imbuh Amorim.
Sumber: Sportbible