Bola.com, Jakarta - Barcelona mengawali La Liga musim ini dengan hasil sempurna. Tiga kemenangan diraih dari tiga pertandingan, dengan 12 gol dicetak dan hanya dua kali kebobolan.
Lamine Yamal tetap menjadi satu di antara senjata utama Barcelona, tetapi winger muda itu belum tampil dalam kondisi terbaiknya pada awal musim.
Yamal mulai menunjukkan tanda-tanda kembali ke performa terbaik ketika mencetak dua gol melawan Rayo Vallecano, Selasa dini hari WIB lalu.
Di tengah kondisi tersebut, Barcelona tidak lagi terlalu bergantung pada serangan dari sisi kanan. Kehadiran sejumlah pemain baru pada musim panas, terutama Anthony Gordon, membuat ancaman Barcelona dari sisi kiri makin kuat.
Sports Mole dalam ulasannya menulis, Gordon memberikan Barcelona tipe penyerang yang mampu membawa bola dengan cepat sekaligus menghadapi bek lawan secara langsung.
Pergerakannya di sisi kiri juga didukung Xavi Espart, yang bisa bergerak melebar untuk melakukan overlap atau masuk ke area tengah.
Kombinasi tersebut membuat Gordon memiliki lebih banyak ruang untuk menyerang. Barcelona beberapa kali mampu menciptakan situasi dua lawan satu di sisi kiri ketika Espart bergerak membantu dari belakang.
Dampak Sudah Terlihat
Dampaknya sudah terlihat dari 12 gol Barcelona di La Liga. Lima di antaranya melibatkan rangkaian serangan yang memainkan peran penting dari sisi kiri.
"Saat menghadapi Elche, Gordon menarik pertahanan lawan melebar sebelum Espart menemukan Fermin Lopez di antara lini untuk mencetak gol. Melawan Athletic Bilbao, Karim Adeyemi menjaga posisi melebar sementara pergerakan Espart membantu membuka ruang hingga sebuah umpan silang berujung pada gol Fermin," ulas Sports Mole.
Pola serupa kembali terlihat ketika Barcelona menghadapi Rayo. Espart masuk ke tengah dan bekerja sama dengan Pedri sebelum mengirim bola kepada Raphinha.
Dalam kesempatan lain, Gordon masuk ke kotak penalti untuk menyambut pergerakan Dani Olmo dan memaksa lawan mencetak gol bunuh diri.
Gordon juga berperan dalam gol lainnya setelah memenangi duel satu lawan satu sebelum mengirim bola kepada Raphinha yang melakukan overlap.
Namun, Masih Terlalu Dini
Meski begitu, terlalu dini untuk menyimpulkan Barcelona sudah sepenuhnya lepas dari ketergantungan terhadap Yamal.
Barcelona baru menjalani tiga pertandingan liga dan Elche, Athletic Bilbao, serta Rayo Vallecano memberikan ruang untuk dieksploitasi.
"Ketiga lawan tersebut cenderung bermain dengan garis pertahanan tinggi, kondisi yang sesuai dengan karakter lini depan Barcelona yang cepat dan dinamis. Tantangan berbeda akan muncul ketika Barcelona menghadapi tim yang memilih bertahan lebih dalam dan mempersempit ruang di kedua sisi lapangan," tulis Sports Mole.
Dalam situasi seperti itu, kemampuan Yamal menciptakan peluang dari posisi awal yang statis masih bisa menjadi senjata penting.
Namun, Barcelona kini memiliki keseimbangan serangan yang lebih baik karena lawan tidak hanya harus mengantisipasi ancaman dari sisi kanan.
Kehadiran Gordon juga memberikan keuntungan bagi para gelandang Barcelona.
Bisa Bantu Yamal
Ketika pertahanan lawan harus membagi perhatian ke kedua sisi lapangan, pemain seperti Fermin dan Pedri memiliki lebih banyak ruang untuk menerima bola di antara lini.
Gordon pun tidak terpaku di sisi kiri. Kemampuannya bergerak ke area tengah menambah variasi pergerakan di lini depan Barcelona, yang kini memiliki lebih banyak pemain dengan kebebasan bertukar posisi.
"Situasi tersebut bisa membantu Yamal. Ia tidak lagi harus menjadi pemain yang selalu menemukan solusi setiap kali Barcelona menghadapi pertahanan rapat," ulas media berbasis di UK tersebut.
"Yamal tetap bisa menjadi ancaman utama, tetapi kini bermain dalam sistem yang memiliki lebih banyak jalur untuk menciptakan peluang," lanjut Sports Mole.
Barcelona masih akan menghadapi ujian taktik yang lebih sulit. Namun, kontribusi Gordon di sisi kiri sudah memberikan perubahan pada keseimbangan serangan mereka.
Blaugrana menjadi lebih sulit ditebak dan beban kreativitas yang sebelumnya banyak berada di pundak Yamal kini tidak lagi sebesar sebelumnya.
Sumber: Sports Mole