Gianluigi Buffon Menilai Juventus Punya Keunggulan atas AC Milan, Ada Nasihat untuk Vicario

Juventus akan menjamu Milan di Allianz Stadium, Turin. Kedua tim sama-sama mengawali musim dengan sempurna setelah meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertama Serie A.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 06 September 2026, 20:30 WIB
Gianluigi Buffon. Kiper berusia 43 tahun ini kembali memperkuat Parma, tim pertama di awal karier profesionalnya usai banjir gelar bersama Juventus dan PSG. Dengan kembali ke Parma, peluang Buffon untuk pensiun sangat besar, dan tercepat adalah akhir musim 2021/2022 ini. (AFP/Marco Bertorello)

Bola.com, Jakarta - Legenda Juventus dan Timnas Italia, Gianluigi Buffon, menilai Bianconeri memiliki keuntungan saat menghadapi AC Milan dalam lanjutan Serie A, Senin (7/9/2026) dini hari WIB.

Menurut Buffon, Juventus lebih siap karena sudah menjalani proses bersama Luciano Spalletti selama beberapa bulan.

Advertisement

Juventus akan menjamu Milan di Allianz Stadium, Turin. Kedua tim sama-sama mengawali musim dengan sempurna setelah meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertama Serie A.

Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Juventus maupun Milan untuk terus menempel Inter Milan dan AS Roma yang telah mengoleksi sembilan poin setelah meraih kemenangan ketiga secara beruntun.

Buffon menilai pertandingan tersebut akan menjadi ujian menarik bagi dua tim yang memiliki kondisi berbeda menjelang duel di Turin.

 
 

Juventus Punya Keuntungan Berkat Proses Bersama Spalletti

Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberi instruksi kepada para pemainnya saat laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Lazio di Turin, Italia, Minggu, 8 Februari 2026. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Menurut Buffon, Milan memang memiliki modal berupa antusiasme karena sedang membangun proyek baru bersama pelatih dan sejumlah pemain baru.

Namun, perubahan besar juga membutuhkan waktu sebelum menghasilkan keseimbangan yang ideal.

“Milan bisa memiliki antusiasme dari sebuah kebaruan: proyek baru, pelatih baru, pemain baru, dan mereka bisa memanfaatkan gelombang kegembiraan tersebut,” ujar Buffon kepada Gazzetta dello Sport.

Meski demikian, mantan kiper Juventus tersebut melihat Bianconeri memiliki keuntungan karena telah bekerja bersama Spalletti selama sembilan bulan.

“Ketika begitu banyak hal berubah, butuh waktu untuk menemukan keseimbangan yang tepat. Juventus memulai dengan sebuah keuntungan, diperkuat sembilan bulan kerja bersama Spalletti,” kata Buffon.

Ia juga memberikan pujian kepada manajemen Juventus dan Spalletti atas pekerjaan mereka. Salah satu pemain yang membuat Buffon penasaran adalah Nick Woltemade, striker anyar Bianconeri yang memiliki postur mencapai 198 sentimeter.

Buffon ingin melihat apakah kombinasi kekuatan fisik dan teknik Woltemade dapat membuatnya menjadi pemain dominan di Serie A.


Woltemade Disebut Mirip Zlatan Ibrahimovic

Penyerang Timnas Jerman, Nick Woltemade, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Luksemburg dalam laga Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Luxembourg Stadium, Sabtu (15/11/2025) dini hari WIB. Nick Woltemade memborong dua gol dalam kemenangan 2-0 untuk Jerman. (JOHN THYS / AFP)

Buffon memiliki pengalaman bermain bersama Zlatan Ibrahimovic ketika penyerang asal Swedia tersebut masih berada pada tahap awal kariernya di Juventus.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya kemiripan antara Ibrahimovic dan Woltemade, Buffon mengaku melihat sejumlah kesamaan.

“Saya akan mengatakan demikian, ya,” jawab Buffon.

Menurutnya, karakter fisik Woltemade berpotensi menjadi aset besar di sepak bola Italia. Postur tinggi dipadukan dengan kemampuan teknik yang baik membuat pemain itu menarik diamati.

“Woltemade bisa menjadi aset nyata di liga Italia, melihat apa yang telah kita saksikan dalam beberapa tahun terakhir,” tutur Buffon.

Untuk pertandingan melawan Milan, Buffon berharap Francisco Conceicao bisa menjadi pemain yang menentukan.

Ia juga secara khusus menyebut Randal Kolo Muani sebagai pemain yang berpotensi memberikan dampak besar.

“Yang saya inginkan adalah Conceicao. Dan terutama Kolo Muani: mencetak gol pertama dalam pertandingan seperti ini akan menjadi sesuatu yang ideal,” ujarnya.


Buffon Puji Spalletti sebagai Sosok Seperti Merlin

Pelatih Juventus Luciano Spalletti mengamati jalannya pertandingan pada laga fase liga Liga Champions antara Monaco vs Juventus di Monaco, Rabu, 28 Januari 2026. (AP Photo/Philippe Magoni)

Buffon juga memberikan pujian tinggi kepada Luciano Spalletti. Keduanya pernah bekerja sama di Timnas Italia sehingga Buffon memahami karakter pelatih asal Italia tersebut.

Ia menggambarkan Spalletti sebagai sosok yang sangat teliti dan memiliki perhatian besar terhadap detail.

“Luciano seperti seorang Merlin. Seorang perfeksionis yang sangat teliti dengan hati yang baik,” kata Buffon.

Menurut Buffon, Spalletti terus berusaha membangun kombinasi yang tepat antara aspek taktik, pengetahuan sepak bola, hubungan antarmanusia, serta kebutuhan Juventus saat ini dan masa depan.

Meski demikian, Buffon mengaku tidak memberikan nasihat khusus kepada Spalletti. Alasannya, menurut sang legenda, pengalaman bersama Juventus merupakan sesuatu yang harus dirasakan secara langsung.

“Saya tidak mengatakan apa pun kepadanya, dan saya akan memberi tahu alasannya: dunia Juve harus dialami. Hanya ketika Anda mengalaminya, Anda akan memahaminya,” tutur Buffon.

Ia juga menilai Spalletti sudah berhasil mendapatkan hati para pendukung Juventus sejak musim sebelumnya. Menurut Buffon, tim telah memberikan respons penting terlepas dari hasil yang diraih.


Nasihat Buffon untuk Vicario: Nikmati Pengalaman di Juventus

Berbeda dengan Spalletti, Buffon justru mengaku memberikan nasihat kepada Guglielmo Vicario setelah sang kiper pindah dari Tottenham Hotspur ke Juventus pada musim panas ini.

Buffon hanya memberikan satu pesan sederhana kepada Vicario: menikmati pengalamannya sebagai pemain Juventus.

“Saya hanya memberikan satu nasihat kepada Guglielmo: nikmati pengalamannya. Bermain untuk Juventus adalah sebuah keistimewaan; ke mana pun Anda pergi, Anda bisa merasakan pentingnya seragam tersebut,” kata Buffon.

Buffon juga membela Vicario dari kritik yang diterimanya ketika bermain untuk Tottenham musim lalu.

Menurutnya, penilaian terhadap seorang kiper sering kali tidak mempertimbangkan konteks performa tim secara keseluruhan.

Vicario memang mendapatkan kritik ketika Tottenham tampil buruk. Namun, Buffon menilai pengalaman itu justru dapat menjadi proses pembelajaran penting karena sang kiper telah merasakan tekanan sekaligus keberhasilan di Premier League.

“Dia datang dari pengalaman yang membentuk dirinya; dia menjadi protagonis dan pemenang di Premier League,” ujar Buffon.

Buffon menambahkan bahwa ketika sebuah tim tampil buruk, kiper hampir selalu ikut menjadi sasaran kritik.

“Ketika sebuah tim tampil buruk, 99,99 persen waktunya kiper juga akan ikut menderita,” pungkas Buffon.

Kini, Vicario mendapatkan tantangan baru bersama Juventus. Sementara itu, duel Juventus vs AC Milan akan menjadi panggung penting untuk melihat Bianconeri mampu memanfaatkan keuntungan yang disebut Buffon sekaligus mempertahankan start sempurna mereka di Serie A.

Sumber: Football Italia


Persaingan di Serie A Liga Italia

Berita Terkait