Meski Digoyang Kontroversi, Gianni Infantino Pastikan Maju Lagi Sebagai Presiden FIFA pada 2027

Keputusan tersebut tetap diambil meski posisinya mendapat tekanan setelah rencana FIFA menggandeng investor swasta menuai penolakan luas.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 07 September 2026, 07:45 WIB
Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, memastikan dirinya tetap berkomitmen untuk mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.

Keputusan tersebut tetap diambil meski posisinya mendapat tekanan setelah rencana FIFA menggandeng investor swasta menuai penolakan luas.

Advertisement

FIFA sebelumnya membatalkan proposal untuk menjual sebagian kepemilikan hak komersial kompetisi mereka kepada investor swasta.

Rencana tersebut memicu kontroversi dan membuat sejumlah konfederasi sepak bola menyerukan agar Infantino mengundurkan diri.


Infantino Tetap Maju untuk Periode Keempat

Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

FIFA menegaskan tidak ada perubahan terkait rencana Infantino untuk mengikuti pemilihan presiden pada 2027.

Juru bicara FIFA menyatakan bahwa Infantino telah mengumumkan pencalonannya sejak April dan tetap akan maju.

"Presiden FIFA mengumumkan pada April dia akan mencalonkan diri kembali pada 2027. Tentu saja, tidak ada yang berubah. Tuan Infantino akan mencalonkan diri kembali," ujar juru bicara FIFA.

Jika terpilih, pria berusia 56 tahun tersebut akan menjalani periode keempat sebagai orang nomor satu di organisasi sepak bola dunia.

Infantino pertama kali terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016 setelah menggantikan Sepp Blatter. Ia kemudian kembali terpilih pada 2019 dan mendapatkan mandat berikutnya pada 2023.


Rencana Investasi Swasta Picu Kontroversi

Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di Qatar National Convention Center, Doha, Sabtu, 19 November 2022, menjelang Piala Dunia Qatar 2022. Infantino membalas kritik terhadap catatan hak asasi manusia Qatar. (COFFRINI KAIN / AFP)

Tekanan terhadap Infantino meningkat setelah FIFA membatalkan rencana pada Juli untuk menjual 20 persen kepentingan dalam hak komersial yang berkaitan dengan Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta.

Proposal tersebut mendapat kritik keras dari berbagai pihak.

Sejumlah konfederasi, termasuk UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF, bahkan disebut menyerukan agar Infantino mengundurkan diri dari jabatannya.

Situasi tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kepemimpinan Infantino dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, ia masih memperoleh dukungan dari konfederasi Afrika dan Amerika Selatan.

Perbedaan sikap antar-konfederasi tersebut berpotensi membuat persaingan politik menjelang Kongres FIFA 2027 semakin menarik.


Infantino Belum Mau Banyak Bicara

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Infantino belum memberikan penjelasan panjang mengenai polemik yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Ketika ditanya pada Sabtu mengenai apakah dirinya menyesali gejolak yang terjadi selama enam minggu terakhir, ia memilih tidak memberikan komentar secara terperinci.

Saat menghadiri Piala Dunia U-20 FIFA di Polandia, Infantino mengatakan masih akan ada banyak hal yang perlu disampaikan mengenai persoalan tersebut.

"Akan ada banyak hal yang bisa dikatakan, tetapi akan ada tempat dan waktu yang tepat untuk mengatakannya," ujar Infantino.

Pernyataan tersebut menunjukkan Infantino belum berniat membuka seluruh persoalan yang terjadi di balik kontroversi tersebut, setidaknya untuk saat ini.


Belum Ada Penantang Resmi

Meski menghadapi oposisi dari sejumlah pihak, posisi Infantino dalam pemilihan 2027 sejauh ini belum mendapat tantangan resmi.

Belum ada kandidat yang secara formal mengumumkan pencalonan untuk menantang Infantino sebagai Presiden FIFA.

Kondisi tersebut membuat Infantino masih menjadi kandidat yang harus dikalahkan jika ada tokoh lain yang ingin merebut kursi tertinggi di sepak bola dunia.

Dengan pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027, dinamika politik FIFA diperkirakan akan semakin berkembang dalam beberapa bulan mendatang.

Dukungan dari sejumlah konfederasi sekaligus penolakan dari pihak lain akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah Infantino mampu mempertahankan kekuasaannya untuk periode keempat.

Sumber: Syrian Arab News Agency

Berita Terkait