Bola.com, Jakarta - Federico Gatti kembali menunjukkan mentalitas pantang menyerah setelah menjadi penyelamat Juventus dalam pertandingan dramatis melawan AC Milan, Senin (7/9/2026) dini hari WIB.
Gol sundulannya pada masa injury time memastikan Bianconeri terhindar dari kekalahan di Turin.
Gatti masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol melalui umpan silang Teun Koopmeiners.
Selepas mencetak gol, bek Juventus itu berlari ke arah tribun dan berteriak, "Ini selalu saya!"
Gol tersebut sekaligus menjadi jawaban Gatti setelah masa depannya sempat tidak menentu pada bursa transfer musim panas.
Gatti Muncul sebagai Pahlawan di Menit Akhir
Juventus sebenarnya lebih banyak menguasai permainan, tetapi justru Milan yang mampu membuka keunggulan.
Alphadjo Cisse mencetak gol melalui aksi individu setelah menerima umpan silang jarak jauh Samuel Chukwueze.
Ia mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan tembakan yang melewati sela-sela kaki Pierre Kalulu.
Juventus berusaha keras mencari gol balasan. Francisco Conceicao sempat membuat pendukung tuan rumah bersorak ketika tembakannya menghantam tiang gawang.
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada masa tambahan waktu. Koopmeiners mengirimkan umpan silang yang disambut sundulan Gatti untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Menariknya, kedua gol dalam pertandingan tersebut sama-sama dicetak pemain yang masuk dari bangku cadangan.
Gatti Tidak Pernah Menyerah
Setelah pertandingan, Gatti menegaskan mentalitas untuk terus berjuang sudah menjadi bagian dari dirinya.
"Saya minta maaf jika Anda terkejut. Inilah yang selalu saya lakukan sepanjang karier saya," ujar Gatti kepada DAZN Italia.
"Ini adalah sejarah saya. Saya memiliki kekuatan dari dalam, saya tidak pernah menyerah. Saya melawan semua orang dan segala sesuatu dengan tingkat determinasi seperti ini."
Pernyataan tersebut terasa makin kuat mengingat Gatti sempat dikabarkan masuk daftar pemain yang bisa dijual Juventus pada musim panas.
Bek tersebut sebelumnya dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke Napoli untuk kembali bekerja bersama mantan pelatihnya, Massimiliano Allegri.
Selain itu, terdapat pula rumor mengenai ketertarikan klub-klub Premier League dan tim dari Liga Turki.
Gol melawan Milan menjadi pembuktian bahwa Gatti masih memiliki peran penting untuk Juventus.
Conceicao Kecewa Juventus Gagal Menang
Sementara itu, Francisco Conceicao tidak sepenuhnya puas dengan hasil imbang tersebut.
Meski Juventus berhasil menyamakan kedudukan, pemain asal Portugal itu merasa Bianconeri seharusnya mendapatkan tiga poin.
"Selama 90 menit, saya merasa kenyataannya kami pantas menang," kata Conceicao.
"Milan mencetak gol, tetapi tidak melakukan apa-apa lagi. Saya mengenai tiang, Fede mencetak gol, jadi dalam satu sisi bagus kami tidak kalah, tetapi kami pantas mendapatkan tiga poin," lanjutnya.
Conceicao bahkan dinobatkan sebagai Player of the Match meski tidak mencetak gol. Ia menjadi salah satu pemain paling berbahaya bagi Juventus dan kembali menunjukkan ancamannya di depan gawang.
Pemain tersebut telah dua kali membentur tiang gawang pada awal musim ini. Ia pun mengakui masih berusaha meningkatkan kemampuan penyelesaiannya.
Conceicao Kejar Detail Kecil untuk Jadi Lebih Tajam
Conceicao menilai perbedaan antara tembakannya yang membentur tiang dan menjadi gol terkadang hanya berjarak beberapa sentimeter.
"Saya sudah bekerja untuk penyelesaian akhir, tetapi musim ini saya sudah dua kali mengenai tiang. Saya tahu jika tembakan-tembakan itu berjarak beberapa sentimeter ke arah lain, orang-orang mungkin akan mengatakan saya sekarang adalah pencetak gol hebat," ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari sepak bola. Ia bertekad terus memperbaiki detail kecil agar peluang yang didapat Juventus bisa berakhir di dalam gawang.
Hasil 1-1 juga kembali memperlihatkan betapa ketatnya persaingan Juventus dan Milan. Lima dari enam pertemuan terakhir kedua tim di Serie A berakhir dengan skor imbang.
Bagi Juventus, gol Gatti setidaknya menjaga mereka dari kekalahan. Namun, pesan sang bek setelah pertandingan menunjukkan bahwa Bianconeri membutuhkan lebih dari sekadar mentalitas pantang menyerah jika ingin bersaing di papan atas musim ini.
Sumber: Football Italia