Amorim setelah Skor 1-1 di Turin: Milan Tak Layak Menang, Juventus Juga Tak Pantas Kalah

Milan pulang dari markas Juventus dengan membawa satu poin pada pekan ketiga Serie A.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 September 2026, 06:45 WIB
Pemain AC Milan Alphadjo Cisse (kiri) merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Juventus dalam pertandingan Serie A di Turin, Italia, Minggu, 7 September 2026. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengakui tim asuhannya tidak tampil dalam performa terbaik saat menghadapi Juventus.

Rossoneri bahkan disebutnya tidak layak memenangi pertandingan yang berakhir 1-1 di Stadion Allianz, Turin, Senin (7-9-2026) dini hari WIB.

Advertisement

"Kalau jujur, kami tidak pantas menang. Atau lebih tepatnya, Juventus tidak pantas kalah," kata Amorim kepada DAZN Italia.

Milan sempat berada di ambang kemenangan setelah Alphadjo Cisse membawa mereka unggul. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak gol melalui tembakan menyilang yang melewati sela kaki Pierre Kalulu.

Namun, keunggulan Milan sirna pada masa injury time. Federico Gatti menyamakan skor lewat sundulan setelah menerima umpan silang Teun Koopmeiners.

Sebelum gol Cisse, Milan kesulitan menghasilkan peluang yang benar-benar mengancam. Mike Maignan lebih dulu menggagalkan peluang Francisco Conceicao, kemudian tiang gawang kembali menggagalkan Juventus.


Kelemahan Milan

Bek asal Italia yang bermain untuk Juventus, Federico Gatti (nomor punggung 4), merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Allianz Stadium, Turin, pada 7 September 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Hasil imbang tersebut membuat Milan dan Juventus sama-sama kehilangan rekor kemenangan 100 persen pada awal Serie A musim ini. Kedua tim harus puas berbagi satu poin setelah berhadapan langsung.

Amorim menilai persoalan Milan terutama terlihat ketika menguasai bola. Ia menyebut anak asuhnya beberapa kali kehilangan bola dan tidak mampu memainkan sepak bola seperti yang diinginkan.

"Kami mencoba memainkan permainan kami, tetapi tidak bagus dengan bola. Kami sempat mengontrol pertandingan pada beberapa momen di babak pertama, tetapi kemudian terlalu sering kehilangan bola," ujar Amorim.

Milan juga masih harus membenahi aspek-aspek dasar permainan. Amorim menyoroti cara pemain menerima dan mengoper bola sebagai bagian yang perlu ditingkatkan.

"Kami memiliki kualitas individu, tetapi hal-hal sederhana adalah yang paling penting. Cara menerima dan mengoper bola, dasar-dasar sepak bola, hari ini kami tidak bagus," katanya.


Tak Ubah Pendekatan

Bek asal Italia yang bermain untuk Juventus, Federico Gatti (nomor punggung 4), mencetak gol pertama bagi timnya dalam pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz, Turin, pada 7 September 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Menurut Amorim, masalah lain muncul ketika Milan kehilangan penguasaan bola.

"Kesan saya, ketika tim saya tidak menguasai bola, kami kesulitan. Saat Juventus menempatkan banyak penyerang di depan, kami bertahan dengan baik, tetapi kami lebih menderita ketika kehilangan bola dan mereka melakukan transisi," ungkap Amorim.

Meski begitu, Amorim memastikan pendekatan bermain Milan tidak akan diubah.

"Kami tidak akan mengubah cara bermain karena kami tahu dalam beberapa pertandingan akan berjalan baik, sementara di pertandingan lain tidak. Yang penting adalah kami berjuang untuk menang," ucapnya.

"Jika kami ingin mempertahankan bola, kami harus lebih banyak bergerak dan lebih berani," imbuhnya.


Inginkan Lebih, tapi...

Pelatih AC Milan asal Portugal Ruben Amorim saat pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz di Turin pada 7 September 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Di sisi lain, Amorim tetap enggan terlalu keras menilai timnya setelah menghadapi Juventus di stadion besar melawan tim dan pelatih yang bagus.

Pada laga ini, Diego Moreira menjalani debutnya, sedangkan Adrien Rabiot dinilai tidak seefektif ketika tampil sebagai pemain pengganti dalam dua pertandingan pertama.

"Saya tidak ingin terlalu negatif terhadap para pemain, tetapi tentu saja kami menginginkan lebih," katanya.

Pada akhirnya, Amorim menilai Milan hampir meraih kemenangan, meski penampilan mereka belum sempurna.

"Hari ini bukan hari yang sempurna, tetapi terkadang saya menginginkan terlalu banyak, dan kami begitu dekat untuk memenangkan pertandingan ini," ujar mantan pelatih Manchester United itu.

 

Sumber: Football Italia