Gary Neville Optimistis dengan Pencapaian Chelsea Musim Ini: Bisa Finis Kedua, Paling Buruk Ketiga

Gary Neville berani memberikan prediksi tinggi untuk Chelsea pada akhir musim.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 07 September 2026, 16:45 WIB
Duel sengit Arsenal vs Chelsea di Emirates Stadium, Minggu (6/9/2026). (AFP/Adrian Dennis)

Bola.com, Jakarta - Gary Neville melihat masa depan cerah untuk Chelsea di bawah asuhan Xabi Alonso. Meski The Blues baru menelan kekalahan 1-2 dari Arsenal, Neville menilai Chelsea bergerak ke arah yang tepat.

Gary Neville berani memberikan prediksi tinggi untuk Chelsea pada akhir musim. Menurutnya, jika para pemain penting mampu terhindar dari cedera, tim London Barat berpeluang finis di posisi kedua dan tidak akan berakhir di bawah peringkat ketiga Premier League.

Advertisement

Chelsea sebenarnya memulai pertandingan di Emirates dengan sangat baik. Morgan Rogers langsung membawa tim tamu unggul ketika pertandingan baru berjalan dua menit.

Rogers melepaskan tendangan voli spektakuler dari tepi kotak penalti yang gagal dihentikan David Raya. Gol cepat itu membuat para pendukung Chelsea yang hadir di Emirates bersorak.

Namun, Arsenal mampu bangkit. Kai Havertz menyamakan kedudukan setelah menaklukkan Emiliano Martinez melalui penyelesaian cerdas di tiang dekat. Menariknya, Kai Havertz mencetak gol ke gawang mantan klubnya.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda sebelum Martin Odegaard membawa Arsenal berbalik unggul.

Kapten The Gunners memanfaatkan pergerakan Kai Havertz yang melakukan dummy dengan sempurna.

Arsenal akhirnya mempertahankan keunggulan 2-1 dan menyamai perolehan poin Manchester City di puncak klasemen. Sementara Chelsea harus puas berada di posisi keempat.

 
 

Neville Soroti Lini Belakang dan Pergantian Lavia

Gary Neville (kiri) dan Jamie Carragher dahulu sering berduel di lapangan. Kini keduanya kerap beradu argumen di stasiun televisi Inggris sebagai pandit sepak bola. (AFP/Peter Powell)

 

Neville menilai Chelsea menunjukkan performa yang cukup baik, tetapi masih memiliki sejumlah persoalan yang perlu dibenahi. Salah satunya berada di lini belakang.

Menurutnya, Emiliano Martinez seharusnya mampu mengantisipasi gol pertama Arsenal. Neville juga mempertanyakan komposisi tiga bek Chelsea saat ini sudah cukup matang untuk bersaing di level tertinggi.

Ia menyoroti Wesley Fofana yang dinilai kurang membaca situasi ketika Kai Havertz melakukan dummy sebelum gol Odegaard.

Neville juga memberikan perhatian khusus terhadap lini tengah. Ia mengaku terkejut ketika Romeo Lavia ditarik keluar pada menit ke-60 untuk digantikan Malo Gusto.

"Saya pikir Lavia bermain bagus. Dia kecewa ketika ditarik keluar dan saya terkejut melihat dia keluar," kata Neville.

Menurutnya, kombinasi Lavia dan Moises Caicedo berpotensi menjadi salah satu duet lini tengah terbaik Chelsea. Namun, kemampuan untuk tetap fit sepanjang musim menjadi faktor penting.


Chelsea Dinilai Bisa Finis Kedua

Pelatih kepala Chelsea Xabi Alonso, kiri, dan pemain Chelsea Reece James beraksi saat pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Chelsea di London, Minggu, 6 September 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Terlepas dari kekalahan tersebut, Gary Neville justru makin optimistis dengan perkembangan Chelsea. Ia menilai The Blues memiliki peluang untuk mengakhiri musim di posisi kedua.

"Saya pikir mereka bisa finis kedua. Posisi ketiga adalah yang paling rendah yang saya lihat untuk Chelsea finis," ujar Neville.

Prediksi itu cukup mengejutkan mengingat penilaian Gary Neville terhadap Chelsea setahun sebelumnya sangat berbeda.

Ia mengaku ketika itu sama sekali tidak melihat arah yang jelas dari proyek klub. Kini, Neville melihat perubahan positif di bawah Alonso.

Menurutnya, sang pelatih sedang berusaha membangun pengalaman di tulang punggung tim dengan mengandalkan pemain seperti Martinez, Jordan Henderson, Maxence Lacroix, dan Danny Welbeck.

Ia menilai kehadiran pemain berpengalaman sangat penting untuk membantu pemain muda berkembang sekaligus menciptakan fondasi yang lebih kuat di ruang ganti.


Kekalahan dari Arsenal Tetap Bisa Jadi Modal Positif

Gabriel dari Arsenal, tengah, bereaksi saat pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Chelsea di London, Minggu, 6 September 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Neville bahkan menyebut dirinya kini jauh lebih positif terhadap Chelsea dibandingkan tiga hingga lima tahun terakhir.

"Xabi Alonso mengatakan sebelum pertandingan ini masih awal dalam proyek tersebut, dan memang demikian," kata Neville.

Menurutnya, Chelsea tidak perlu melihat kekalahan dari Arsenal semata-mata sebagai hasil negatif.

The Blues bisa mengambil kepercayaan diri dari cara mereka mampu memberikan perlawanan kepada salah satu tim terbaik di Premier League.

"Ini tidak sempurna. Mereka berada di pihak yang kalah melawan Arsenal karena Arsenal adalah tim yang sangat bagus dan saya tidak berharap mereka mengalahkan Arsenal," ujarnya.

Neville percaya para pendukung Chelsea juga mulai melihat perkembangan positif dari proyek Alonso.

Ia menilai fans yang datang dari Stamford Bridge ke Emirates bisa pulang dengan keyakinan bahwa klub mereka sedang berada di jalur yang benar.

Chelsea selanjutnya akan menghadapi Hull City pada pertandingan Premier League berikutnya. Laga itu menjadi kesempatan bagi Alonso dan anak asuhnya untuk segera bangkit sekaligus menjaga momentum positif yang diyakini Neville sedang terbentuk di Stamford Bridge.

Sumber: Metro


Persaingan di Premier League

Berita Terkait