Kylian Mbappe Buka Suara soal Ballon d'Or 2026: Merasa Ini Bisa Jadi Momentumnya

Pemain Real Madrid itu merasa wajar jika namanya kembali dikaitkan dengan penghargaan bergengsi itu setelah tampil luar biasa di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 September 2026, 05:30 WIB
Pemain Real Madrid Bernardo Silva (kiri) dan Kylian Mbappe merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe mulai berani membicarakan peluangnya memenangkan Ballon d'Or 2026. Pemain Real Madrid itu merasa wajar jika namanya kembali dikaitkan dengan penghargaan bergengsi itu setelah tampil luar biasa di Piala Dunia 2026.

Kapten Timnas Prancis itu mencetak 10 gol sepanjang turnamen dan merebut Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak.

Advertisement

Meski Les Bleus hanya mampu finis di posisi keempat, Kylian Mbappe berhasil menorehkan sejarah lain dengan total 22 gol di Piala Dunia sepanjang kariernya.

Catatan itu membuat pemain berusia 27 tahun itu kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Mbappe belum pernah memenangkan Ballon d'Or. Namun, performa di Piala Dunia membuatnya kembali menjadi salah satu kandidat kuat untuk menyabet trofi individual paling prestisius dalam sepak bola tersebut.

 
 

Mbappe: Wajar Jika Nama Saya Dikaitkan dengan Ballon d'Or

Penyerang Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe, memberi isyarat saat laga La Liga melawan Athletic Bilbao di San Mames, Bilbao, 3 Desember 2025. (ANDER GILLENEA / AFP)

Mbappe mengakui menyadari makin banyak orang membicarakan peluangnya memenangkan Ballon d'Or.

Menurutnya, status sebagai pemain Real Madrid memang membuat seorang pemain selalu dikaitkan dengan penghargaan individu maupun kesuksesan tim.

"Saya pikir ketika Anda bermain untuk Real Madrid, yang merupakan klub terbaik di dunia, secara alami orang-orang mengaitkan Anda dengan penghargaan seperti itu," ujar Mbappe.

"Banyak orang, ketika melihat saya di jalan, membicarakan Ballon d'Or. Banyak orang juga menyebut saya sebagai calon pemenang Ballon d'Or," lanjutnya.

Mbappe tidak menampik pencapaiannya di Piala Dunia kali ini menjadi modal besar. Namun, ia menyerahkan keputusan akhir kepada para pemilih.

"Saya merasa ini bisa menjadi tahun yang bagus untuk itu. Namun, masih ada waktu yang panjang dan orang-orang bebas memilih siapa yang mereka anggap sebagai pemain terbaik di dunia," tutur Mbappe.


Ingin Cetak Banyak Gol Sekaligus Bawa Real Madrid Juara

Kylian Mbappe merayakan gol untuk Real Madrid dalam laga kontra Manchester City di Liga Champions 2024/2025, Kamis (20/2/2025) dini hari WIB. (c) AP Photo/Bernat Armangue

Sejak bergabung dengan Real Madrid pada 2024, Kylian Mbappe memang terus menunjukkan ketajamannya di depan gawang.

Namun, produktivitas tersebut belum berbanding lurus dengan prestasi Los Blancos. Real Madrid belum berhasil memenangkan trofi utama selama periode awal Mbappe di klub.

Kondisi itu turut memunculkan pertanyaan mengenai keseimbangan tim, terutama karena mereka memiliki banyak pemain bintang seperti Mbappe dan Vinicius Junior.

Pelatih Jose Mourinho bahkan sempat menyampaikan keinginannya agar Mbappe tidak hanya mengejar jumlah gol, tetapi juga lebih banyak membantu tim dalam upaya memenangkan trofi.

Mbappe tidak keberatan jika harus mengurangi jumlah golnya asalkan Real Madrid meraih gelar. Namun, ia menilai tidak seharusnya ada pilihan antara mencetak banyak gol dan memenangkan trofi.

"Saya akan memilih 30 gol dengan gelar juara. Bagi saya, ini perdebatan yang tidak masuk akal," kata Mbappe.

"Saya selalu ingin mencetak gol dan memenangkan gelar. Anda tidak harus memilih salah satunya. Anda bisa melakukan keduanya," tegasnya.


Mbappe Enggan Dibandingkan dengan Dembele dan Raphinha

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, memperlihatkan gestur hattrick saat merayakan gol ketiga yang dicetaknya ke gawang Real Sociedad dalam laga jornada kedua La Liga 2026/2027 di Santiago Bernabeu, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX / AFP)

Mbappe ditanya mengenai perbandingannya dengan Ousmane Dembele dan Raphinha. Keduanya dinilai mampu memberi kontribusi besar terhadap permainan tim masing-masing, selain produktif mencetak gol.

Ousmane Dembele menjadi salah satu pemain penting Paris Saint-Germain, sementara Raphinha memainkan peran besar di Barcelona.

Mbappe mengakui dirinya masih harus berkembang, tetapi tidak ingin membandingkan gaya bermainnya dengan pemain lain.

"Kami harus berkembang. Namun, saya bisa saja berpura-pura tidak tahu dan mengatakan saya mencetak lebih banyak gol daripada Dembele dan Raphinha, lalu mereka harus mencetak lebih banyak gol untuk menjadi seperti saya," ucapnya.

"Semua orang berbeda. Saya ingin melakukan sesuatu dengan cerdas dan mengatakan tentu saja saya harus berkembang. Namun, saya tidak suka perbandingan karena saya melakukan banyak hal yang tidak dilakukan pemain lain," tambah Mbappe.


Mourinho Ingin Real Madrid Bangkit Lawan Inter Milan

Real Madrid kini harus segera mengalihkan fokus ke Liga Champions. Los Blancos akan menjamu Inter Milan pada laga perdana fase liga di Santiago Bernabeu.

Pertandingan itu menjadi ujian penting bagi Mourinho dan pasukannya setelah mereka menelan kekalahan pertama musim ini. Real Madrid kalah 0-1 dari Real Betis di La Liga pada akhir pekan lalu.

Mourinho memiliki hubungan istimewa dengan Inter setelah membawa klub Italia tersebut meraih treble pada 2010, termasuk trofi Liga Champions.

Menariknya, final Liga Champions 2010 berlangsung di Santiago Bernabeu sebelum Mourinho kemudian meninggalkan Inter untuk menangani Real Madrid.

Namun, Mourinho menegaskan seluruh kenangan tersebut harus dikesampingkan ketika pertandingan berlangsung.

"Selama pertandingan, saya ingin menang. Mereka ingin menang. Tidak akan ada waktu untuk memikirkan masa lalu yang luar biasa," ujar Mourinho.

Mourinho juga menegaskan dirinya tidak ingin terlalu memikirkan Real Madrid masih memiliki tujuh laga lain di fase liga Liga Champions. Ia ingin pemain fokus sepenuhnya menghadapi Inter.

"Saya ingin menang. Saya bisa mengatakan ingin bermain bagus, tetapi saya tidak ingin bermain bagus seperti saat melawan Betis lalu kalah," tegasnya.

Pertandingan melawan Inter Milan sekaligus menjadi kesempatan bagi Mbappe untuk kembali menunjukkan dirinya bukan hanya kandidat Ballon d'Or, tetapi juga yang mampu membawa Real Madrid meraih trofi yang mereka dambakan.

Sumber: France24


Persaingan di La Liga Spanyol

Berita Terkait