Michael Carrick Harus Berani Cadangkan Lisandro Martinez, Leny Yoro Layak Jadi Starter MU

MU memang hanya kalah sekali dalam tiga pertandingan awal. Namun, setelah kebobolan dua gol saat menghadapi Hull City, dua gol ketika mengalahkan Ipswich Town 5-2, dan kembali kebobolan dua gol saat bermain imbang 2-2 kontra Everton, persoalan pertahanan sulit untuk diabaikan.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 September 2026, 07:15 WIB
Pelatih Manchester United, Michael Carrick. (Darren Staples / AFP)

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick menghadapi pekerjaan rumah serius di lini belakang Manchester United (MU). Setan Merah sudah kebobolan enam gol dalam tiga laga Premier League musim ini, dan performa Lisandro Martinez mulai jadi sorotan.

MU memang hanya kalah sekali dalam tiga pertandingan awal. Namun, setelah kebobolan dua gol saat menghadapi Hull City, dua gol ketika mengalahkan Ipswich Town 5-2, dan kembali kebobolan dua gol saat bermain imbang 2-2 kontra Everton, persoalan pertahanan sulit untuk diabaikan.

Advertisement

Gol pertama Everton pada laga Minggu (6/9/2026) menjadi salah satu contohnya. Luke Shaw dan kiper Senne Lammens sempat jadi sasaran kritik karena dianggap memiliki andil dalam proses terciptanya gol.

Namun, jika melihat rangkaian kejadian secara lebih detail, Lisandro Martinez justru dinilai memiliki tanggung jawab lebih besar.


Martinez Terlibat dalam Proses Gol Pertama Everton

Bek Manchester United, Luke Shaw (kiri), merayakan gol pembuka bersama Lisandro Martinez (kanan), dalam pertandingan sepak bola Premier League antara Manchester United melawan Nottingham Forest di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 17 Mei 2026. (Darren Staples / AFP)

Everton menyamakan kedudukan melalui Tyrique George setelah Hayden Hackney mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti.

Luke Shaw sebenarnya bisa saja lebih ketat menjaga George, sementara Lammens juga dinilai seharusnya mampu mengantisipasi tembakan ke tiang dekat.

Namun, masalah sudah muncul sebelum bola mencapai George.

Umpan awal Hackney sebenarnya gagal diterima dengan sempurna oleh Thierno Barry. Bola kemudian memantul dan mengenai Martinez yang berdiri beberapa meter di belakang Barry.

Bek asal Argentina itu terlihat terlambat mengantisipasi bola. Padahal, jika mampu melakukan sapuan satu sentuhan, Martinez bisa memutus serangan Everton sebelum berkembang lebih jauh.

Martinez kemudian berusaha menekan Hackney untuk merebut kembali bola. Namun, gelandang Everton tersebut mampu lolos dan memberikan assist kepada George.

Posisi Martinez bahkan terlihat tidak seimbang ketika berusaha kembali ke kotak penalti.

Ketika bola akhirnya bersarang di gawang MU, ekspresi Martinez juga menjadi sorotan karena sang bek biasanya menjadi salah satu pemain pertama yang memimpin evaluasi ketika tim kebobolan.


6 Gol dalam 3 Laga Jadi Alarm untuk MU

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko (kanan), merayakan gol keduanya dalam pertandingan Liga Inggris antara Everton dan Manchester United, Minggu (6/9/2026). (Peter Byrne/PA via AP)

Dua gol Everton memang tercipta melalui penyelesaian akhir yang sangat baik. Namun, MU tetap memiliki sejumlah momen yang sebenarnya bisa dicegah sebelum bola berujung di gawang.

Kondisi tersebut membuat catatan pertahanan United semakin mengkhawatirkan. Dalam tiga pertandingan Premier League musim ini, mereka selalu kebobolan dua gol.

Carrick pun mengakui bahwa MU harus memperbaiki aspek tersebut.

"Ini dua tembakan dari jarak jauh yang benar-benar bagus dari mereka. Terkadang bola seperti itu terbang ke pojok atas, tetapi lebih sering tidak," ujar Carrick.

"Namun, kami tentu tidak bisa mengabaikannya. Kami harus lebih sedikit kebobolan untuk memberi diri kami peluang lebih besar memenangkan pertandingan. Kami akan melihatnya dan terus berkembang," lanjutnya.

Jika keenam gol yang bersarang ke gawang United dianalisis lebih dalam, Martinez dinilai memiliki andil terhadap dua di antaranya.

Selain gol pertama Everton, ia juga melakukan kesalahan ketika menguasai bola sebelum Ipswich mencetak gol kedua.

Kesalahan melawan Ipswich memang tidak berpengaruh terhadap hasil karena terjadi ketika United sudah unggul 5-1 pada menit ke-90.

Namun, kesalahan kembali terjadi di Everton pada situasi yang jauh lebih krusial.


Leny Yoro Layak Diberi Kesempatan

Bek Manchester United asal Prancis #15, Leny Yoro (Kanan), beradu dengan gelandang Southampton asal Ghana #20 Kamaldeen Sulemana selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Southampton di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Jumat dini hari WIB (17-1-2025). (Oli SCARFF/AFP)

Martinez sebenarnya memiliki peran penting dalam permainan MU. Kemampuannya memainkan bola dari lini belakang membantu proses build-up, termasuk saat menghadapi Everton.

Namun, performanya dalam bertahan belum menunjukkan konsistensi yang sama.

Masalah itu bukan sesuatu yang benar-benar baru. Sejak menjalani musim debut luar biasa pada 2022/2023, Martinez belum mampu mempertahankan level performa yang konsisten.

Pada akhir musim lalu sempat muncul argumen MU seharusnya mempertimbangkan menjual Martinez dan mendatangkan bek tengah yang lebih bisa diandalkan sebagai starter.

Meski begitu, ada alasan mengapa Carrick tetap mempercayainya.

Martinez merupakan pemain yang dianggap mampu memberikan energi dan kepemimpinan dalam sesi latihan di Carrington. Carrick juga diketahui sangat menyukai karakter sang bek.

Namun, kondisi terkini membuat keputusan berbeda layak dipertimbangkan.


Carrick Dituntut Memilih Pemain Berdasarkan Performa

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, bereaksi usai pertandingan Liga Inggris antara Everton dan Manchester United di Stadion Hill Dickinson di Liverpool, Inggris barat laut, pada 6 September 2026. (PETER POWELL/AFP)

MU akan kembali tampil di Liga Champions pada pekan ini. Laga itu bisa menjadi momentum bagi Carrick untuk melakukan perubahan di lini belakang.

Leny Yoro dinilai layak mendapatkan kesempatan menjadi starter menggantikan Martinez.

Bek muda itu memiliki kualitas dan potensi besar, sehingga pertandingan Liga Champions bisa menjadi panggung yang tepat untuk memberikan kepercayaan kepadanya.

Keputusan tersebut bukan berarti Carrick sudah kehilangan kepercayaan kepada Martinez.

Sebaliknya, mencadangkan sang bek untuk sementara bisa menjadi cara untuk mengembalikan performanya sekaligus memberikan kesempatan kepada Yoro.

Pada akhirnya, persaingan posisi di MU harus ditentukan berdasarkan performa.

Martinez telah melakukan kesalahan dalam dua pertandingan terakhir, sementara lini belakang United secara keseluruhan masih terlalu mudah ditembus.

Jika Carrick benar-benar ingin memperbaiki pertahanan Setan Merah, keberanian untuk mengubah komposisi pemain menjadi salah satu langkah yang harus dipertimbangkan.

Sumber: Manchester Evening News


Persaingan di Premier League

Berita Terkait