Barcelona Gagal Rekrut Julian Alvarez, Hansi Malah Punya Solusi Tak Terduga

Barcelona ternyata mampu tampil sangat produktif tanpa striker nomor sembilan tradisional.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 September 2026, 07:30 WIB
Pelatih Barcelona, Hansi Flick. (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Jakarta - Barcelona sempat dibuat panik ketika kehilangan Robert Lewandowski dan Ferran Torres pada bursa transfer musim panas.

Keduanya merupakan sumber gol penting bagi Blaugrana musim lalu, sehingga kepergian dua penyerang tersebut membuat kebutuhan akan striker baru terasa sangat mendesak.

Advertisement

Julian Alvarez kemudian muncul sebagai target prioritas Barcelona. Penyerang Atletico Madrid itu dianggap sebagai sosok ideal untuk mengisi kekosongan di lini depan sekaligus menjadi tumpuan baru tim asuhan Hansi Flick.

Namun, transfer itu tak kunjung terwujud hingga bursa transfer ditutup. Barcelona akhirnya tidak mendapatkan Alvarez dan memilih mendatangkan Gabriel Jesus sebagai opsi berbiaya relatif rendah.

Menariknya, situasi yang sempat dianggap sebagai bencana justru mulai terlihat berbeda. Barcelona ternyata mampu tampil sangat produktif tanpa striker nomor sembilan tradisional.

 
 

Barcelona Justru Menggila Tanpa Striker Murni

Ekspresi penyerang Barcelona, Lamine Yamal, dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Rayo Vallecano de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP)

Keputusan Barcelona gagal mendapatkan Alvarez awalnya terlihat seperti masalah besar.

Tanpa Lewandowski dan Torres, Blaugrana dianggap kehilangan dua pemain yang bisa diandalkan dalam momen-momen penting.

Namun, sistem permainan Flick ternyata mampu menutupi kekurangan tersebut.

Dalam empat pertandingan awal, Barcelona sudah mencetak 17 gol. Raphinha menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dengan menjalankan peran sebagai penyerang yang lebih dalam.

Alih-alih bergantung kepada seorang target man di kotak penalti, Flick mengandalkan pergerakan dinamis para pemain depan.

Pola tersebut membuat lini serang Barcelona lebih sulit ditebak dan memungkinkan banyak pemain ikut berkontribusi dalam mencetak gol.

Lamine Yamal dan Fermin Lopez juga tampil luar biasa. Keduanya makin percaya diri dan mampu mencetak gol secara konsisten, sementara Anthony Gordon mulai beradaptasi dengan baik dalam sistem Barcelona.


Alvarez Tetap Berkualitas, tetapi Barcelona Tidak Perlu Panik

Bukan berarti Barcelona tidak membutuhkan Alvarez. Penyerang Argentina tersebut tetap akan memberikan kualitas dan profil berbeda bagi skuad Flick.

Alvarez memiliki kemampuan bermain di sejumlah posisi lini depan, agresif dalam melakukan pressing, serta memiliki naluri mencetak gol yang sangat baik. Kehadirannya tentu memperkaya pilihan Flick.

Namun, perkembangan awal musim menunjukkan Barcelona tidak perlu memaksakan transfer tersebut.

Keputusan klub untuk tidak membayar terlalu mahal atau memaksakan kepindahan Alvarez kini terlihat masuk akal.

Barcelona tetap mampu memainkan sepak bola menyerang sekaligus menghasilkan banyak gol tanpa harus memiliki striker nomor sembilan konvensional.

Situasi ini juga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi Flick. Raphinha dapat terus menjadi pilihan utama di posisi penyerang, sementara pemain seperti Yamal dan Fermin bisa bergerak lebih bebas untuk mengeksploitasi ruang.


Gabriel Jesus Bisa Jadi Kejutan Barcelona

Pemain Barcelona, Gabriel Jesus, beraksi dalam pertandingan Liga Spanyol antara Valencia dan Barcelona, Minggu (6/9/2026) malam WIB. (AP Photo/Alberto Saiz)

Barcelona juga memiliki satu kartu lain yang berpotensi memberikan kejutan, yakni Gabriel Jesus. Penyerang asal Brasil itu memang datang bukan sebagai transfer besar.

Namanya bahkan tidak berada dalam sorotan utama setelah beberapa musim terakhir terganggu masalah kebugaran dan minimnya menit bermain.

Namun, dari sisi karakter permainan, Jesus justru sangat cocok dengan kebutuhan Flick.

Mantan pemain Arsenal tersebut memiliki kemampuan bergerak tanpa bola, melakukan pressing, turun menjemput bola, dan bermain di beberapa posisi lini depan.

Karakter seperti itu sesuai dengan sistem Barcelona yang mengutamakan mobilitas dan pertukaran posisi.

Tantangan terbesar Jesus adalah menjaga kebugarannya.

Jika mampu menjalani program latihan dan pemulihan baik serta kembali mendapatkan ritme pertandingan, pemain berusia 29 tahun itu bisa menjadi salah satu kejutan positif Barcelona musim ini.


Barcelona Masih Bisa Mengejar Alvarez

Penyerang Atletico Madrid asal Argentina #19, Julian Alvarez, merayakan gol ketiganya dalam pertandingan Liga Spanyol antara Atletico Madrid dan Rayo Vallecano di Stadion Metropolitano, Madrid, Kamis (25-9-2025). (Javier SORIANO/AFP)

Meski sudah menemukan formula yang bekerja, Barcelona belum sepenuhnya menutup pintu untuk Alvarez.

Ada kemungkinan Blaugrana kembali mencoba merekrut sang striker pada bursa transfer musim dingin.

Jika transfer tersebut belum terwujud, Alvarez bisa kembali menjadi target utama Barcelona pada musim panas berikutnya.

Namun, situasi Barcelona sekarang jauh berbeda dibandingkan beberapa pekan lalu.

Klub tidak lagi berada dalam kondisi terdesak untuk mendatangkan striker karena Flick telah membuktikan bahwa sistemnya bisa berjalan tanpa pemain nomor sembilan murni.

Raphinha menjadi pilihan utama di lini depan, sementara Jesus memberikan kedalaman skuad.

Di belakang mereka masih ada Yamal, Fermin Lopez, dan pemain-pemain lain yang mampu berkontribusi dalam mencetak gol.

Barcelona mungkin tetap akan mengejar Alvarez karena kualitasnya, tetapi bukan lagi karena kepanikan.

Jika performa seperti sekarang terus berlanjut, kegagalan mendapatkan striker Atletico Madrid tersebut justru bisa dikenang sebagai transfer yang ternyata tidak terlalu dibutuhkan.

Sumber: Barca Universal


Persaingan di La Liga Spanyol

Berita Terkait