BRI Super League: Garudayaksa FC Tatap Persik di Laga Kandang Perdana, Evaluasi dari Semarang Jadi Bekal

Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, ungkap PR besar jelang laga kandang kontra Persik di Stadion Pakansari, Cibinong.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 08 September 2026, 13:30 WIB
Milos Joksic, pelatih Garudayaksa FC. (Dok. Garudayaksa FC)

Bola.com, Jakarta - Setelah laga tandang di Semarang yang berakhir imbang, kini Garudayaksa FC menatap laga kandang pertama BRI Super League 2026/2027.

Bertempat di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Garudayaksa FC akan menjamu tim asal Jawa Timur yang sedang terluka, Persik Kediri, Jumat (11-9-2026) pukul 15.30 WIB.

Advertisement

Laga nanti jelas bukan laga yang enteng bagi tuan rumah. Meski bermain di kandang sendiri dan mendapat dukungan total dari suporter setianya, Persik tak boleh dipandang sebelah mata.

Selain punya nama besar di blantika sepak bola nasional, Persik pastinya juga bertekad menjadikan Garudayaksa FC sebagai pelampiasan menyusul kekalahan mereka di kandang ketika menjamu Dewa United di pekan pertama lalu.

Jelang duel, pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, terus melakukan persiapan.

Hasil imbang 1-1 kontra Java United FC di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (6-9-2026), dijadikan sebagai pembelajaran sekaligus evaluasi.


Problem Umpan

Andik Vermansah (kanan), pemain Garudayaksa FC. (Dok. ileague.id)

Milos Joksic mengakui anak-anak asuhnya masih banyak melakukan kesalahan. Termasuk hal yang sangat mendasar seperti umpan-umpan yang salah serta mudah sekali kehilangan bola.

Garudayaksa FC sempat tertinggal 0-1 sejak menit ke-36 sebelum akhirnya bisa luput dari kekalahan berkat gol balasan Septian David Maulana pada menit ke-64.

"Situasi set piece kami tidak cukup baik. Lalu kami ketinggalan 0-1. Pada babak kedua di awal 30 menit, kami bermain sangat baik. Kami mencetak gol. Kami juga mencoba melakukan hal lain," kata Milos Joksic.


Problem Konsentrasi

Kendati bisa menyamakan skor dan membuat tuan rumah tertekan, para pemain tim berjuluk Spirit of Garuda itu tak mampu menjaga konsentrasi hingga laga usai.

Walhasil, Wahyu Prasetyo dkk. tak hanya kerap salah umpan melainkan juga mudah kehilangan bola.

"Namun, di 15 menit terakhir, mungkin karena ini pertandingan yang pertama bagi kami, banyak pemain kehilangan konsentrasi, kehilangan kekuatan. Mereka bermain tidak begitu baik dan situasi di lapangan menjadi sangat kacau. Umpan-umpan sangat buruk. Mudah sekali kehilangan bola," tutur pelatih berpaspor Serbia tersebut,


Adil Satu Poin

Meski begitu, Milos Joksic tetap mengapresiasi kinerja mesin tempurnya dan berharap ke depannya bisa lebih baik lagi.

"Secara keseluruhan, saya sangat senang dengan satu poin. Selamat kepada kedua tim atas pertandingan yang adil dan dengan permainan yang bagus. Ini awal yang baik bagi kami," kata eks pembesut Muangthong United dan Uthai Thani itu.

Bermodalkan sebiji poin, Garudayaksa FC bercokol di posisi ke-11 klasemen sementara kasta teratas Indonesia musim ini.

Tambahan tiga poin dari Persik Kediri tentunya akan membuat tim promosi yang juga juara Championship 2025/2026 itu lebih percaya diri mengarungi laga-laga berikutnya.

Berita Terkait