Asosiasi Sepak Bola Belgia Masih Menuntut Jawaban soal Hukuman Folarin Balogun di Piala Dunia 2026

Asosiasi Sepak Bola Belgia meminta kasus Balogun dibahas dalam rapat Dewan FIFA pada 15 Oktober dan memastikan tidak akan mendukung Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA berikutnya.

BolaCom | Fauzi Ananta DharmawanDiterbitkan 08 September 2026, 17:00 WIB
Folarin Balogun #20 dari Timnas Amerika Serikat memperhatikan sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (David Ramos/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) masih meminta penjelasan mengenai keputusan FIFA yang membuat Folarin Balogun tetap bisa tampil menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. RBFA juga meminta persoalan tersebut dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan FIFA pada 15 Oktober.

Balogun sebelumnya mendapat kartu merah langsung dalam pertandingan Amerika Serikat sebelum menghadapi Belgia. Ia seharusnya menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan, tetapi FIFA menangguhkan sanksi tersebut selama satu tahun sehingga sang penyerang dapat memperkuat Amerika Serikat.

Advertisement

Keputusan tersebut menjadi salah satu kontroversi terbesar di Piala Dunia 2026 dan mendapat banyak kritik. Kontroversi semakin besar setelah muncul kabar bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pejabat Gedung Putih melakukan lobi kepada FIFA.

UEFA dan RBFA termasuk pihak yang mempertanyakan keputusan tersebut. RBFA sebelumnya meminta FIFA memberikan penjelasan mengenai dasar keputusan itu serta bagaimana kasus serupa akan ditangani pada masa mendatang.

Balogun yang telah mencetak tiga gol hingga babak tersebut tampil sebagai starter saat Amerika Serikat menghadapi Belgia. Belgia menang 4-1 dalam pertandingan tersebut sebelum akhirnya tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah dari Spanyol di perempat final.


Pertanyaan RBFA Masih Belum Terjawab

Thibaut Courtois #1 dari Timnas Belgia bereaksi saat ia menggantikan Senne Lammens #12 (tidak digambarkan) saat Rudi Garcia terlihat pada pertandingan Perempat Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia di Stadion Los Angeles pada 11 Juli 2026 di Inglewood, California. (Luke Hales/Getty Images melalui AFP)

Dalam pernyataan pada Senin (7/9/2026), RBFA kembali menegaskan keinginannya agar kasus tersebut dibahas dalam rapat Dewan FIFA. Federasi Belgia juga menyatakan tidak akan mendukung Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA.

Presiden RBFA Pascale van Damme mengatakan pihaknya masih belum mendapatkan jawaban atas persoalan tersebut hingga dua bulan setelah kejadian.

"Dua bulan setelah kejadian tersebut, pertanyaan kami masih belum terjawab," ujar van Damme.

Van Damme menegaskan bahwa RBFA ingin persoalan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi mekanisme yang berlaku di FIFA.

"Mengingat pentingnya transparansi dan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat, kami meminta penjelasan yang diperlukan dan, pada saat yang sama, ingin mengeksplorasi bagaimana proses yang ada saat ini dapat diperbaiki, sehingga kasus serupa dapat ditangani dengan jelas, konsisten, dan efisien pada masa mendatang," katanya.


Kasus Langka di Piala Dunia

Folarin Balogun #20 Timnas Amerika Serikat dihibur oleh Rudi Garcia, Pelatih Timnas Belgia, usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (David Ramos/Getty Images melalui AFP)

Kartu merah Balogun menjadi kartu merah ke-189 dalam sejarah Piala Dunia. Sanksi tersebut juga menjadi yang kedua setelah kartu merah Garrincha bersama Brasil pada 1962 yang tidak membuat pemain menjalani hukuman larangan tampil.

FIFA tidak pernah memberikan penjelasan secara lengkap mengenai keputusan tersebut. Badan sepak bola dunia itu hanya merujuk pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memungkinkan penangguhan pelaksanaan sanksi disipliner secara penuh maupun sebagian.

Tidak ada hukuman larangan bermain lain yang ditangguhkan selama Piala Dunia 2026.

Infantino, yang telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016, mengonfirmasi bahwa dirinya akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden pada Maret.

RBFA menjadi federasi sepak bola terbaru yang menyatakan tidak mendukung upaya Infantino untuk mempertahankan jabatannya. Selain kasus Balogun, federasi Belgia juga menyoroti FIFA Forward Enterprise, yakni rencana untuk menjual kepemilikan dalam kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada perusahaan investasi swasta.

Kedua persoalan tersebut menjadi alasan RBFA menolak memberikan dukungan kepada Infantino.

Sumber: BBC Sport

 

Berita Terkait