Baru Debut, Enzo Fernandez Sudah Bawa Dampak Besar di Skuad Man City

Dampak besar Enzo Fernandez di skuad Manchester City sudah terasa, padahal baru debut.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 08 September 2026, 22:30 WIB
Enzo Fernandez lakoni debut bersama Manchester City saat menghadapi Coventry City di Liga Inggris 2026/2027, Sabtu (5/9/2026). (AFP/Peter Powell)

Bola.com, Jakarta - Enzo Fernandez belum lama bergabung dengan Manchester City, tetapi kehadirannya sudah dirasakan oleh para pemain di ruang ganti.

Gelandang asal Argentina itu disebut membawa energi baru yang dinilai memang dibutuhkan skuad Man City.

Advertisement

Fernandez bergabung dengan Man City dari Chelsea pada hari terakhir bursa transfer dengan nilai transfer mencapai 125 juta paun.

Pemain berusia 25 tahun itu kemudian menjalani debut pada Sabtu kemarin dan langsung memberikan kesan positif.

Man City sebelumnya berusaha keras menolak ketertarikan terhadap Fernandez pada awal bursa transfer.

Namun, bintang Timnas Argentina itu memang menjadi pilihan utama pelatih Enzo Maresca pada musim panas ini, terutama setelah Rodri dan Bernardo Silva meninggalkan klub.

Kedatangan Fernandez menjadi bagian dari perubahan besar di lini tengah Man City.


Perombakan Sektor Tengah

Dari kiri, Rico Lewis dari Manchester City, Matheus Nunes dari Manchester City, Enzo Fernandez dari Manchester City melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Coventry City di Manchester, Inggris, Sabtu, 5 September 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

The Citizens telah mengeluarkan lebih dari 300 juta paun untuk merombak sektor tengah, termasuk mendatangkan Elliot Anderson dan Ayyoub Bouaddi.

Debut Fernandez bahkan berlangsung secara mendadak. Ia masuk starting XI untuk menghadapi Coventry setelah Nico O'Reilly mengalami cedera ketika pemanasan.

Kendati hanya memiliki waktu singkat untuk mempersiapkan diri, Fernandez mampu tampil tenang dalam pertandingan pertamanya bersama Man City.

Matheus Nunes kemudian berbicara mengenai pengaruh Fernandez menjelang pertandingan Liga Champions melawan Porto. Menurutnya, kedatangan Fernandez langsung memberikan suasana berbeda di dalam skuad.

"Dia membawa begitu banyak energi. Saya bisa merasakan energi baru di sekitar tim dan saya pikir kami membutuhkan itu. Dia memiliki energi yang sangat baik, dia tahu klub ini dan standar yang ada," kata Nunes.


Sambut Pemain Baru

Pemain Manchester City, Elliot Anderson (kanan), berebut bola dengan pemain Crystal Palace, Eddie Nketia, dalam pertandingan Liga Inggris antara Crystal Palace dan Manchester City di London, Sabtu, 29 Agustus 2026. (Foto AP/Kin Cheung)

Nunes juga menyambut positif para pemain baru yang didatangkan Man City. Ia menilai mereka merupakan pemain berkualitas yang sebelumnya menjadi bagian penting dari klub masing-masing.

"Menurut saya, luar biasa para pemain yang didatangkan. Mereka sangat bagus, pemain terbaik untuk tim yang mereka bela sebelumnya, dan kami senang memiliki mereka," ujar pemain Portugal kelahiran Brasil tersebut.

Menurut Nunes, kedatangan pemain baru juga menjadi bagian dari proses di sebuah klub. Ketika ada pemain yang pergi dan pemain baru bergabung, para pemain lama harus meneruskan DNA serta identitas Man City kepada mereka.

"Mereka senang berada di sini dan itu adalah bagian dari proses," lanjut pemain berusia 28 tahun itu.


Tantangan di Liga Champions

Pemain Manchester City, Matheus Nunes (kiri), berebut bola dengan pemain Real Madrid Aurelien Tchouameni dalam laga Liga Champions di Madrid, Spanyol, Kamis, (11/12/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Man City kini bersiap menghadapi Porto pada pertandingan Liga Champions. Mereka mengawali League Phase yang terdiri dari delapan pertandingan dengan target meraih kemenangan.

Dalam tiga tahun terakhir, performa Man City di Liga Champions dinilai belum sesuai harapan. Nunes pun memahami tantangan yang menanti karena ia memiliki pengalaman bermain di Sporting dan mengenal Porto dengan cukup baik.

"Liga Champions adalah kompetisi antarklub paling sulit. Setiap tahun selalu berbeda," kata Nunes.

Ia menilai Liga Champions memiliki tingkat kesulitan tersendiri, terutama ketika memasuki fase gugur.

Kesalahan atau hasil yang tidak sesuai harapan dapat langsung mengakhiri perjalanan sebuah tim, berbeda dengan Liga Inggris yang masih memberikan kesempatan untuk bangkit dalam pertandingan berikutnya.

"Anda menghadapi tim-tim terbaik dari semua negara. Setiap tim ingin menang setiap musim. Musim ini juga tidak berbeda. Kami ingin menang dan akan melakukan segala yang kami bisa untuk mewujudkannya," tegas Nunes.

 

Sumber: MEN

Berita Terkait