Bola.com, Jakarta - Liga Champions 2026/2027 telah dimulai. Ajang sepak bola antarklub paling bergengsi di Eropa itu kembali menjadi magnet bagi pencinta sepak bola di seluruh dunia.
Nielsen Sports mengungkapkan, sebanyak 1,9 miliar orang menyaksikan Liga Champions pada musim lalu. Angka tersebut menjadi rekor baru sekaligus melampaui jumlah penonton pada musim 2017/2018, ketika lebih banyak pertandingan masih disiarkan secara gratis.
Data tersebut dilansir dari Inside World Football, Rabu (9/9/2026).
Nielsen Sports juga mencatat tingginya jumlah penonton turut mendorong peningkatan nilai media sponsor berdasarkan Indeks Kualitas (QI) sebesar 30 hingga 40 persen dari musim ke musim.
Saat ini, mayoritas kesepakatan hak komersial Liga Champions berada di kisaran 50 juta dolar AS atau sekitar Rp878 miliar per tahun.
Nielsen memperkirakan nilai kesepakatan tersebut masih akan meningkat secara signifikan.
"Ukuran kesepakatan rata-rata diperkirakan akan meningkat secara signifikan," kata Nielsen, seperti dilansir Inside World Football.
Interaksi Media Sosial Ikut Meningkat
Popularitas Liga Champions juga terlihat dari aktivitas di media sosial. Nielsen mencatat terdapat 1,51 miliar interaksi media sosial yang berkaitan dengan kompetisi tersebut.
Konten terkait sponsor yang diunggah oleh akun resmi Liga Champions, klub peserta, pemain, dan media olahraga besar turut menjadi salah satu faktor pendorongnya.
Sementara itu, kehadiran sponsor di platform TikTok dan Instagram resmi Liga Champions menghasilkan nilai media sebesar 85.000 euro atau sekitar Rp1,73 miliar.
"Liga Champions UEFA terus menjadi tolok ukur bagi ajang olahraga global, dengan basis penggemar lebih dari 860 juta yang menyaingi liga mana pun di dunia. Mencapai jumlah penonton siaran sebesar 1,9 miliar musim lalu menunjukkan minat yang luar biasa terhadap sepak bola Eropa secara langsung," ujar Andy Milnes, Market Lead untuk Olahraga, Inggris dan Irlandia di Nielsen Sports.
Musim Terakhir Sebelum Perubahan Besar
Musim 2026/2027 menjadi musim ketiga setelah UEFA melakukan perubahan besar terhadap format Liga Champions.
Sistem fase grup dihapus dan digantikan dengan format liga yang diikuti 36 tim. Sebanyak 24 tim terbaik berhak melaju ke fase gugur.
Musim ini juga disebut sebagai musim terakhir dari siklus komersial Liga Champions saat ini. Sejumlah perubahan strategis akan mulai diterapkan pada awal musim 2027/2028.
Salah satunya adalah pergantian sponsor bir. Heineken yang telah menjadi mitra selama sekitar 30 tahun akan digantikan oleh AB InBev.
Paket Komersial
UEFA juga akan menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel terhadap durasi kerja sama komersial. Siklus perpanjangan kontrak tradisional selama tiga tahun tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan.
Selain itu, paket komersial Liga Champions akan diintegrasikan dengan Liga Europa dan Liga Conference untuk memberikan pilihan kerja sama yang lebih fleksibel bagi sponsor.
"Saat kita menatap siklus komersial 2027/28 bersama Relevent, transisi menuju penggabungan paket multi-tingkat dan jangka waktu kontrak yang fleksibel mewakili pendekatan modern terhadap sponsor olahraga. Merek-merek beralih dari jangka waktu tiga tahun tradisional untuk membangun keselarasan jangka panjang yang disesuaikan dan memberikan pengembalian yang terukur di seluruh siaran langsung dan platform digital," kata Milnes.