Premier League Akui VAR Salah, Arsenal Seharusnya Dapat Penalti dalam Laga Vs Aston Villa

Premier League mengakui adanya kesalahan VAR dalam laga Arsenal melawan Aston Villa.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 September 2026, 11:30 WIB
Bek asal Belanda milik Aston Villa, Ian Maatsen (kanan), berduel dengan gelandang asal Brasil milik Arsenal, Bruno Guimarães (kiri), di dalam kotak penalti dalam pertandingan Liga Inggris antara Aston Villa dan Arsenal di Villa Park, Birmingham, Inggris tengah, Selasa (1-9-2026) dini hari WIB. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Premier League mengakui terjadi kesalahan dalam penggunaan VAR pada pertandingan Arsenal melawan Aston Villa di Villa Park, Selasa (1-9-2026) dini hari WIB.

Arsenal meraih kemenangan setelah Bukayo Saka mencetak gol pada babak kedua. Namun, Meriam London seharusnya mendapatkan peluang melalui titik penalti pada masa injury time.

Advertisement

Insiden itu terjadi ketika Ian Maatsen melakukan tekel terhadap Bruno Guimaraes. Maatsen gagal mengenai bola dalam upayanya menghentikan Guimaraes.

Wasit Jarred Gillett memutuskan tidak memberikan penalti. Keputusan itu kemudian diperiksa VAR yang dipimpin James Bell, tetapi keputusan di lapangan tetap dipertahankan.


Pernyataan KMI Panel

Bek asal Belanda milik Aston Villa, Ian Maatsen (kanan), berduel dengan gelandang asal Brasil milik Arsenal, Bruno Guimarães (kiri), di dalam kotak penalti dalam pertandingan Liga Premier Inggris antara Aston Villa dan Arsenal di Villa Park, Birmingham, Inggris tengah, Selasa (1-9-2026) dini hari WIB. (Darren Staples/AFP)

Penilaian berbeda muncul dari Key Match Incident (KMI) Panel, yang secara independen menilai keputusan-keputusan penting dalam setiap pertandingan Premier League.

Panel menyatakan Arsenal seharusnya mendapat penalti, sementara Maatsen juga layak menerima kartu merah.

"Panel menilai penalti seharusnya diberikan di lapangan atas tekel ceroboh Maatsen terhadap Guimaraes," demikian pernyataan panel.

Panel menilai terdapat kontak yang jelas pada kaki tumpuan Guimaraes. Di sisi lain, Maatsen sama sekali tidak menyentuh bola dalam tekel tersebut.

KMI Panel juga menyatakan VAR seharusnya turun tangan karena keputusan tidak memberikan penalti merupakan kesalahan yang jelas dan nyata.

Panel menilai tekel Maatsen terhadap Guimaraes sebagai tindakan ceroboh yang layak diganjar kartu kuning kedua.


Penjelasan Premier League

Declan Rice dari Arsenal menyundul bola saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Aston Villa dan Arsenal di Birmingham, Inggris, Selasa (1-9-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Morgan Harlow)

Premier League kemudian memberikan penjelasan mengenai keputusan tersebut. Mereka menegaskan satu di antara prinsip utama penggunaan VAR adalah menetapkan ambang intervensi yang tinggi.

VAR tidak dimaksudkan untuk mengulang seluruh proses pengambilan keputusan wasit. Intervensi terhadap keputusan subjektif hanya dilakukan jika terdapat bukti yang jelas dan memenuhi ambang tersebut.

Menurut Premier League, standar tinggi itu juga bertujuan menjaga konsistensi dalam pengambilan keputusan VAR.

Namun, dalam kasus Maatsen, Premier League menyatakan ambang intervensi tersebut sebenarnya telah terpenuhi.

Penalti seharusnya diberikan karena tekel Maatsen dinilai ceroboh sehingga VAR semestinya merekomendasikan wasit melakukan tinjauan langsung di lapangan.

Panel menilai Maatsen layak menerima kartu kuning kedua akibat tekel terhadap Guimaraes yang dianggap sembrono.

Premier League menambahkan apabila VAR merekomendasikan tinjauan di lapangan, Gillett tetap memiliki seluruh opsi dalam menentukan hukuman. Salah satunya adalah memberikan kartu kuning kedua kepada Maatsen.

 

Sumber: Metro

Berita Terkait