Elliot Anderson Sebut Man City Raja Manchester, Begini Respons Santai Michael Carrick

Michael Carrick merespons santai komentar gelandang Manchester City, Elliot Anderson, yang menyebut The Citizens sebagai "Raja Manchester".

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 12 September 2026, 09:00 WIB
Pelatih Manchester United, Michael Carrick. (Darren Staples / AFP)

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick merespons santai komentar gelandang Manchester City, Elliot Anderson, yang menyebut The Citizens sebagai "Raja Manchester".

Manajer Manchester United itu bahkan tertawa ketika kembali diingatkan mengenai komentar Anderson saat resmi bergabung dengan City pada musim panas lalu.

Advertisement

"Saya jelas tidak akan menggunakan frasa itu, sama sekali tidak," ujar Carrick sambil tertawa, seperti dikutip Mirror, Jumat (11/9/2026). 

Anderson pindah ke Manchester City dari Newcastle United dengan mahar 116 juta poundsterling pada Juli 2026. Saat diperkenalkan sebagai pemain anyar The Citizens, gelandang Timnas Inggris itu mengaku sudah tidak sabar menghadapi Manchester United. Alasannya sederhana.

"Ini adalah salah satu derby terbesar di dunia. Dan selama yang saya ingat, City adalah Raja Manchester," kata Anderson ketika itu.

Komentar tersebut bahkan mendapat penekanan khusus dari situs resmi Manchester City yang menulis kata "Kings" dengan huruf kapital.

 


Bisa Jadi Motivasi

Elliot Anderson resmi gabung Manchester City dari Nottingham Forest pada bursa transfer musim panas 2026. (Dok. X @ManCity)

Jika mengikuti gaya manajer zaman dahulu, pernyataan Anderson mungkin sudah ditempel di ruang ganti MU sebagai bahan bakar tambahan sebelum Derby Manchester pada Minggu (13/9/2026).

Bukan tidak mungkin Carrick juga menjadikannya motivasi.

Pertandingan melawan Manchester City punya tempat khusus dalam perjalanan Carrick sebagai manajer permanen MU. Laga pertamanya dalam periode tersebut berakhir dengan kemenangan 2-0 atas City asuhan Pep Guardiola di Old Trafford yang penuh gegap gempita.

Menariknya, dominasi City dalam duel langsung melawan MU sebenarnya tidak terlalu mencolok jika hanya melihat 20 pertemuan terakhir di Premier League.

Manchester City memenangkan 10 pertandingan, sedangkan MU mengamankan tujuh kemenangan. Tiga laga lainnya berakhir imbang.

Namun, jika melihat persaingan kedua klub secara keseluruhan di Premier League, perbedaannya jauh lebih mencolok. MU terakhir kali finis di atas City dalam klasemen Premier League terjadi pada akhir musim 2012/2013.

Saat itu, Elliot Anderson baru berusia 10 tahun.

 

 

 


Carrick Bisa Paham

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat pertandingan Liga Inggris melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Sejak periode tersebut, Manchester City telah mengoleksi tujuh gelar Premier League, tiga Piala FA, tujuh Piala Liga Inggris, satu Liga Champions, dan satu trofi Piala Dunia Antarklub.

Sementara itu, MU hanya meraih dua Piala FA, dua Piala Liga Inggris, dan satu trofi Liga Europa. Tak heran jika Anderson merasa City layak disebut sebagai "Raja Manchester".

Carrick cukup realistis untuk mengakui posisi MU dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga tidak ingin kemenangan atas City pada awal tahun lalu membuat timnya terlena.

Menurut Carrick, target sebenarnya jauh lebih besar. Ia ingin mengembalikan MU sebagai penantang gelar secara konsisten dan mengubah peta kekuatan di Manchester.

"Saya memahaminya," ujar Carrick ketika menanggapi komentar Anderson.

"Kami cukup rendah hati dan realistis untuk mengetahui dari mana kami berasal dalam beberapa tahun terakhir."

Sumber: Mirror

 


Yuk Tengok Posisi Tim Favoritmu

Berita Terkait