Arsenal Gandeng Firma Konsultan demi Jaga Kesuksesan di Era Mikel Arteta

Arsenal melakukan evaluasi bersama BCG untuk menjaga kesuksesan klub sekaligus menghadapi tantangan finansial.

BolaCom | Fauzi Ananta DharmawanDiterbitkan 12 September 2026, 17:30 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Liga Champions antara Napoli dan Arsenal di Naples, Italia selatan, Kamis (10-9-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Gregorio Borgia)

Bola.com, Jakarta - Arsenal menggandeng firma konsultan asal Amerika Serikat, Boston Consulting Group (BCG), untuk meninjau strategi klub dalam mempertahankan kesuksesan setelah meraih gelar Liga Inggris pertama dalam 22 tahun.

The Gunners berhasil meraih gelar Liga Inggris pada musim lalu, sekaligus mengakhiri penantian mereka sejak terakhir kali menjadi juara pada 2004. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan klub di bawah asuhan Mikel Arteta.

Advertisement

Arsenal ingin memastikan kesuksesan tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Seperti dikutip dari The Sun, Sabtu (12/9/2026), BCG diminta melakukan peninjauan terhadap sejumlah aspek klub untuk melihat bagaimana The Gunners dapat menjaga performa secara berkelanjutan.


Evaluasi untuk Jaga Kesuksesan

Para pemain Arsenal berdiri dengan trofi Liga Premier setelah upacara penyerahan di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Crystal Palace dan Arsenal di Selhurst Park di London selatan pada 24 Mei 2026. Arsenal menjadi juara liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 2004, memenangkan liga dengan selisih tujuh poin. (Adrian Dennis/AFP)

Peninjauan tersebut berpotensi menghasilkan pemangkasan biaya maupun perubahan dalam alokasi investasi di sejumlah sektor. Meski demikian, belum ada keputusan yang diambil berdasarkan hasil evaluasi tersebut.

Arsenal juga tidak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan terkait peninjauan itu.

Di lapangan, performa Arsenal memang terus menunjukkan perkembangan. Selain memenangkan Liga Inggris, tim asuhan Arteta juga mencapai final Liga Champions dan Carabao Cup pada musim lalu.

Di sisi lain, keberhasilan tersebut turut memberikan tantangan finansial. Arsenal mencatat rekor pendapatan dalam laporan keuangan terbaru, tetapi klub tetap mengalami kerugian selama tujuh tahun terakhir.

Kesuksesan musim lalu memang meningkatkan pemasukan melalui hadiah kompetisi dan membuka peluang hadirnya kerja sama komersial baru. Namun, pencapaian itu juga membuat pengeluaran The Gunners bertambah.

Para pemain dan staf mendapatkan bonus besar setelah Arsenal memenangkan liga. Arsenal juga harus mengeluarkan biaya untuk berbagai kebutuhan, termasuk penyelenggaraan parade trofi.


Pendapatan Komersial Terus Meningkat

Pemain Arsenal Martin Odegaard (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam laga Liga Champions antara Napoli vs Arsenal di Naples, Italia, Rabu, 9 September 2026. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Salah satu sektor yang mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah bisnis komersial Arsenal.

Dalam laporan keuangan terbaru, pendapatan komersial klub mencapai Rp5,9 triliun. Jumlah tersebut meningkat dari Rp4,9 triliun pada tahun sebelumnya.

Arsenal kini memiliki lebih dari 30 mitra komersial, termasuk Coca-Cola, Guinness, Facebook, dan Paramount+.

Pendapatan dari sektor ritel juga mengalami lonjakan sebesar 27 persen pada tahun lalu. Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh peluncuran jersey dan berbagai merchandise Arsenal secara berkala bersama Adidas.

Meski demikian, Juliet Slot, sosok yang berperan besar dalam perkembangan bisnis komersial Arsenal, meninggalkan posisinya sebagai Direktur Komersial pada musim panas ini.

Sumber: The Sun

 

Berita Terkait