Ruben Amorim Kembali Sindir Legenda MU Setelah Gagal di Old Trafford: Mereka Banyak Bicara

Ruben Amorim kembali menyinggung sejumlah legenda Manchester United yang kerap memberikan kritik di media setelah dirinya gagal membawa Setan Merah tampil sesuai harapan.

BolaCom | Fauzi Ananta DharmawanDiterbitkan 12 September 2026, 16:30 WIB
Ekspresi Ruben Amorim usai laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Bola.com, Jakarta - Mantan pelatih Manchester United (MU), Ruben Amorim, melontarkan sindiran kepada sejumlah mantan pemain klub yang kini bekerja sebagai pengamat sepak bola. Ia menilai para legenda tersebut kerap memberikan opini berdasarkan pengalaman mereka saat masih memperkuat MU.

Pelatih asal Portugal itu kini menangani AC Milan. Ia mendapatkan pekerjaan di San Siro hanya beberapa bulan setelah diberhentikan oleh manajemen Manchester United.

Advertisement

Amorim sebelumnya membawa Setan Merah mencatatkan posisi terburuk sepanjang sejarah di Liga Inggris dan hanya meraih 24 kemenangan dari 63 pertandingan.

Nama-nama seperti Gary Neville, Roy Keane, Nicky Butt, dan Paul Scholes merupakan beberapa mantan pemain MU yang kini aktif sebagai pundit. Selama Amorim menangani Setan Merah, pandangan mereka turut membuat kinerja sang pelatih mendapat sorotan.


Soroti Perbedaan Era

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Ketika ditanya mengenai pandangannya terhadap para mantan pemain Manchester United yang kini aktif sebagai pengamat, Amorim memberikan tanggapannya.

"Saya pernah berada di sebuah klub (Manchester United) yang memiliki banyak legenda. Mereka memiliki opini yang kuat dan banyak berbicara tentang berbagai hal. Mereka hidup di era yang benar-benar berbeda," ujar Amorim, seperti dikutip dari The Mirror, Sabtu (12/9/2026). 

Sebagian besar mantan pemain tersebut merupakan bagian dari era kejayaan MU di bawah Sir Alex Ferguson. Pada periode tersebut, The Red Devils menjadi salah satu kekuatan utama di Liga Inggris dan rutin bersaing di Liga Champions.

Sementara itu, kondisi Manchester United saat itu berbeda. Klub tersebut sudah 13 tahun tidak menjuarai liga dan tidak lagi menjadi peserta reguler di kompetisi elite Eropa.


Balasan untuk Kritik Scholes

Pelatih asal Portugal yang baru direkrut klub sepak bola Italia AC Milan, Ruben Amorim, berbicara kepada awak media saat meninggalkan Bandara Linate setelah tiba di Milan pada 6 Juli 2026. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Paul Scholes sebelumnya pernah menyebut Amorim bukan "orang yang tepat" untuk Manchester United. Ia juga menilai pelatih asal Portugal tersebut "tidak memahami klub" sebelum meninggalkan Old Trafford.

Menanggapi kritik tersebut, Amorim mengakui bahwa penilaian terhadap kinerjanya merupakan hal yang wajar. Ia juga menyadari MU seharusnya bisa meraih lebih banyak poin selama berada di bawah asuhannya.

Amorim menilai ada hal lain yang membuat para mantan pemain MU kesulitan memahami situasi klub saat ini.

"Namun, terkadang mereka tidak memiliki semua informasi dan melihat Manchester United berdasarkan standar yang mereka alami dahulu, ketika klub selalu menang. Jadi, sulit bagi mereka untuk melihat klubnya berada dalam situasi seperti ini," ujar Amorim.

Sumber: Mirror

Berita Terkait